SPMB 2026
Pendaftar SPMB Membludak, Wali Kota Sidak SMP 3 dan 6 Makassar
Dua sekolah yang menjadi lokasi kunjungan yakni SMP Negeri 6 Makassar dan SMP Negeri 3 Makassar.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah dengan jumlah pendaftar tertinggi dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Dua sekolah yang menjadi lokasi kunjungan yakni SMP Negeri 6 Makassar dan SMP Negeri 3 Makassar.
Kedua sekolah tersebut dikenal sebagai sekolah favorit yang setiap tahun menerima ribuan pendaftar, jauh melebihi daya tampung yang tersedia.
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat proses verifikasi berkas yang tengah berlangsung.
Kunjungan Munafri tepat di hari terakhir pendaftaran jalur non domisili.
Jalur tersebut terdiri atas jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi.
Saat berada di SMP Negeri 3 dan 6 Makassar, Munafri menyempatkan diri berdialog dengan kepala sekolah, dan tim verifikator.
Ia ingin memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Di ruang verifikasi SMP Negeri 3, sejumlah petugas terlihat sibuk meneliti dokumen yang diunggah para pendaftar melalui sistem daring.
Komputer-komputer yang digunakan verifikator terus menampilkan data calon siswa yang harus diperiksa satu per satu sebelum dinyatakan vali
Suasana kerja terlihat cukup padat. Meski demikian, proses verifikasi berjalan tertib.
Munafri menilai beban kerja verifikator saat ini masih akan bertambah karena proses yang berlangsung baru mencakup tiga jalur penerimaan.
"Ini memastikan karena ini baru dari tiga jalur, yaitu afirmasi, mutasi, dan prestasi," ujar Munafri.
Menurutnya, tantangan terbesar akan muncul saat jalur domisili dibuka.
Jalur tersebut diperkirakan menjadi jalur dengan jumlah pendaftar terbanyak karena menyasar calon siswa yang berdomisili di sekitar sekolah.
Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan jumlah pendaftar pada jalur domisili bisa melonjak drastis, terutama di sekolah-sekolah unggulan yang menjadi tujuan utama masyarakat.
Di SMP Negeri 3 Makassar misalnya, jumlah pendaftar pada tahun lalu mencapai lebih dari 2.000 orang, sementara jumlah siswa yang diterima hanya sekitar 300 orang sesuai kapasitas sekolah.
Kondisi tersebut membuat proses verifikasi harus dilakukan secara cermat agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan kelulusan.
Munafri menegaskan pemerintah tidak ingin ada pihak yang merasa dirugikan akibat proses penerimaan yang tidak berjalan sesuai ketentuan.
"Kita tidak mau ada ketidakadilan dalam rangka proses penerimaan siswa baru ini," tegasnya.
Selain memastikan keakuratan data, Munafri juga menaruh perhatian pada penggunaan aplikasi SPMB yang menjadi sarana utama pelayanan kepada masyarakat.
Melalui sistem tersebut, orang tua dan calon siswa dapat memantau perkembangan pendaftaran secara real time tanpa harus datang berulang kali ke sekolah.
Di sisi lain, Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana mengakui masih terdapat sejumlah kendala selama proses penerimaan berlangsung.
Kendala utama yang ditemukan bukan berasal dari sistem aplikasi.
Melainkan pada kecepatan verifikasi berkas di beberapa sekolah yang menerima pendaftar dalam jumlah besar.
Capaian verifikasi di beberapa sekolah masih tergolong rendah karena tingginya volume dokumen yang harus diperiksa.
Seiring bertambahnya waktu dan penguatan koordinasi antara sekolah dengan Dinas Pendidikan, progres verifikasi mulai mengalami peningkatan.
Menurutnya, sekolah-sekolah favorit menjadi lokasi yang paling merasakan tekanan akibat membludaknya jumlah pendaftar.
"Yang paling banyak adalah di waktu verifikasinya," kata Gita.
Ia menyebut SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 8 sempat mengalami penumpukan berkas karena banyak calon siswa berprestasi memilih sekolah tersebut.
Fenomena ini dinilai wajar karena sekolah unggulan selalu menjadi tujuan utama peserta didik yang memiliki nilai maupun prestasi tinggi.
Meskipun demikian, Dinas Pendidikan terus melakukan pemantauan dan pendampingan agar seluruh proses dapat diselesaikan sebelum jadwal pengumuman.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, Andi Akhmad Muhajir mengatakan, pihaknya telah turun langsung ke sejumlah sekolah yang mengalami kendala, termasuk SMP Negeri 6 Makassar.
Bersama tim teknologi informasi dari Kominfo, Dinas Pendidikan memberikan dukungan teknis sekaligus membantu penguatan tim verifikator.
Langkah tersebut dilakukan agar sekolah dapat mengejar target penyelesaian verifikasi sebelum pengumuman hasil seleksi.
Menurutnya, kondisi di SMP Negeri 3 relatif lebih terkendali karena sekolah telah mengantisipasi lonjakan pendaftar sejak awal.
"Kami sudah mengunjungi SMP 6 dan memberikan solusi penambahan tim teknis verifikator," ujarnya.
Ia menilai manajemen verifikasi di SMP Negeri 3 berjalan cukup baik sehingga tidak mengalami keterlambatan yang berarti.
"SMP 3 ini cukup antisipatif dalam hal memberikan solusi," katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Makassar Kaswadi menjelaskan pihaknya menyiapkan lima verifikator utama yang didukung tiga petugas cadangan untuk menghadapi lonjakan pendaftar.
Mereka bekerja secara bergiliran sejak pagi hingga malam hari agar seluruh dokumen yang masuk dapat segera diperiksa dan divalidasi.
Meski proses berjalan lancar, masih terdapat sejumlah berkas yang belum dapat disahkan karena dokumen pendukung yang diunggah pendaftar belum lengkap.
Sekolah memberikan kesempatan kepada orang tua dan calon siswa untuk melengkapi dokumen tersebut sebelum batas akhir verifikasi.
Menurut Kaswadi, kestabilan jaringan internet menjadi salah satu faktor yang membantu kelancaran proses verifikasi di SMP Negeri 3.
"Tim kami bekerja secara bergantian sampai malam," ujar Kepala SMP Negeri 3.
Ia juga memastikan sekolah telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi pembukaan jalur domisili yang diprediksi kembali membludak seperti tahun-tahun sebelumnya. (*)
| SMP Negeri 3 Makassar Dibanjiri Pendaftar |
|
|---|
| Titik Koordinat Salah hingga Akun Belum Dibuat, Ratusan Warga Datangi Disdik Makassar Urus SPMB |
|
|---|
| Jalur Non Domisili SPMB Makassar Dibuka Besok |
|
|---|
| Daya Tampung Sekolah Negeri di Maros Overload, Penambahan Rombel Tak Memungkinkan |
|
|---|
| SPMB 2026 Dibuka, SMPN 1 Barebbo Bone Siap Tampung Lima Rombel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Wali-Kota-Makassar-Munafri-Arifuddin-melakukan-inspeksi-mendadak.jpg)