BBM Langka
Antrean Pertalite di SPBU, Sekda Sulsel Minta Pertamina Jamin Distribusi BBM
Beberapa pengendara bahkan hanya memarkir motor untuk menganter, dirinya memilih berteduh.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Antrean kendaraan mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite meningkat.
Sejak naiknya harga Pertamax, sejumlah pengendara memilih beralih ke Pertalite.
Pantauan Tribun-Timur.com, antrean Pertalite mengular panjang di sejumlah SPBU.
Diantaranya SPBU Pertamina 74.902.32 di Jl Urip Sumoharjo, antrean roda dua lebih dari 20 unit di setiap fuel pump sisi kiri maupun kanan, Senin (15/6/2026) siang.
Pengendara harus bersabar mengantre imeski di bawah terik matahari.
Beberapa pengendara bahkan hanya memarkir motor untuk menganter, dirinya memilih berteduh.
Saat antrean maju, barulah pengendara mendorong motor lalu kembali berteduh.
Kondisi serupa juga nampak di SPBU Jl Perintis Kemerdekaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel Jufri Rahman menyebut kini Pertamina harus memastikan ketersediaan BBM Subsidi.
Di tengah permintaan tinggi, ketersediaan jadi kunci agar tidak ada gejolak di masyarakat.
"Kuncinya satu selama Pertamina bisa berikan jaminan bahwa supply, distribusi dan ketersediaan terjamin saya kira masyarakat akan paham," kata Jufri Rahman di Lobby Utama Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo pada Senin (15/6/2026).
Peralihan BBM sebagian masyarakat dari Pertamax ke Pertalite harus disikapi bijak.
Pertamina disebutnya tetap harus memastikan distribus terjadwal aktif.
"Kalaupun ada antrean panjang itu diawal, nanti menurut teori ekonomi ekuilibrim baru. Nanti akan normal lagi," kata Jufri Rahman.
Ekuilibrium baru merupakan titik keseimbangan pasar yang terbentuk kembali setelah terjadi pergeseran pada kurva penawaran atau permintaan.
Titik temu harga dan kuantitas baru ini tercipta akibat perubahan kondisi ekonomi
Masyarakat memilih beralih ke Pertalite imbas kian bertambahnya pengeluaran biaya hidup.
Pekerja Swasta di Makassar Yudi mengaku selama ini mengisi BBM Pertamax.
Namun dengan naiknya harga BBM non-subsidi ini berpengaruh ke biaya hidupnya.
"BBM kan ini konsumsi harian. Saya ke kantor tiap hari. Kalau mau diikuti Pertamax jauh bedanya pengeluaran. Makanya saya kembali ke Pertalite," kata warga bermukim di Jl Faisal ini.
Sementara itu, Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) Ramadhan selama ini menggunakan Pertalite mengakui adanya peningkatan konsumen di SPBU.
"Sekarang kama sekali mi kalau mau isi bensin. Biar malam ramai juga," kata Rama.
Saat ini, antrean panjang di SPBU masih terus terjadi, khususnya pengisian BBM Pertalite
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| Solar Langka dan Harga Eceran Rp20 Ribu, Nelayan Bontoa Maros Tak Melaut |
|
|---|
| Truk dan Bus 'Kepung' Makassar, Kemacetan Tak Terhindarkan Akibat Antrean BBM |
|
|---|
| SPBU di Jl Pettarani Makassar Padat, Kendaraan Mengular hingga Jalan Raya |
|
|---|
| Bupati Sinjai Sidak SPBU Lita, Pastikan Pasokan BBM Aman |
|
|---|
| Satreskrim Polres Bone Sidak SPBU, Klaim Stok Solar dan Pertalite Masih Aman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ANTREAN-BBM-Antran-BBM-SPBU-Pertamina-7490232-di-Jl-Urip-Sumoharjo.jpg)