Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga BBM Naik Lagi

Azwar Rasmin Soroti Kenaikan BBM Nonsubsidi Pertamax

Azwar Rasmin menyesalkan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
BBM NAIK - Anggota DPRD Makassar, Azwar Rasmin, saat ditemui di Gedung sementara DPRD Makassar, beberapa waku lalu. Azwar soroti kenaikan BBM Non Subsidi. 
Ringkasan Berita:
  • Azwar Rasmin menyesalkan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi
  • Menurut Aswar, yang terpenting saat ini adalah kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM
  • Kenaikan BBM diharapkan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menjadi perhatian Anggota DPRD Makassar, Azwar Rasmin.

Ia menyesalkan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi. 

Meski demikian, ia menilai kebijakan tersebut tentu telah melalui perhitungan dan pertimbangan pemerintah pusat, terutama terkait beban subsidi energi yang selama ini cukup besar.

Diketahui, saat ini setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar sudah memasang harga Pertamax sebesar Rp16.650 per liter yang awalnya hanya Rp12.600 per lite saja.

Sementara itu, untuk BBM bersubsidi tetap berada di harga yang sama seperti Pertalite Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.

Menurut Aswar, yang terpenting saat ini adalah kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Politisi PKS itu meminta organisasi perangkat daerah terkait untuk segera mengambil langkah antisipatif, khususnya dalam menghindari kelangkaan BBM maupun antrean panjang di SPBU.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh dibebani dua kali, yakni menghadapi kenaikan harga sekaligus harus mengantre untuk mendapatkan BBM.

“Sudah harganya naik, masyarakat masih harus mengantri lagi. Di sinilah peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan,” katanya kepada Tribun Timur, Jumat (11/6/2026).

Aswar mencontohkan, Dinas Perhubungan dapat membantu mengatur arus kendaraan di sekitar SPBU apabila terjadi lonjakan pembelian BBM pasca-kenaikan harga.

Meski menyayangkan kebijakan tersebut, Aswar bersyukur pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar. 

Ia menilai kenaikan kali ini lebih banyak menyasar pengguna BBM nonsubsidi yang umumnya berasal dari kalangan menengah ke atas.

"Syukurnya, Pertalite dan Solar tidak dinaikkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Ia berharap kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak memicu kenaikan harga kebutuhan pokok yang dapat memperberat beban masyarakat.

“Saya kira, mudah-mudahan kebijakan ini juga bisa membantu perekonomian kita, mengingat beban subsidi yang ditanggung pemerintah selama ini sudah cukup besar,” jelasnya.

Sementara itu, Seorang pengendara Motor, Wawan, mengatakan sebelumnya rutin mengisi BBM dengan jenis Pertamax, namun dengan kenaikannya hingga menyentuh harga Rp16.650 per liter dirinya beralih ke Pertalite.

"Dulu-dulu isi pertamax tapi jauh naiknya jadi pindah ke Pertalite," ungkapnya.

Ia berharap agar BBM dengan jenis Pertalite tidak mengalami penyesuaian.

"Semoga tidak naikji harganya juga pertalite, karena kalau naik tamabah susah," jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved