CPNS 2026
Siap-siap Daftar CPNS 2026, Pemkot Makassar Usulkan 210 Formasi
Kamelia Thamrin Tantu, menyampaikan, hingga kini usulan tersebut masih dalam tahap verifikasi
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Pemkot Makassar usulkan 210 formasi CPNS 2026 ke Kemenpan RB
- Kepala BKPSDMD Makassar Kamelia Thamrin Tantu, menyampaikan, hingga kini usulan tersebut masih dalam tahap verifikasi
- Pemerintah kota hanya mengusulkan kebutuhan berdasarkan kondisi di lapangan, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan Kemenpan-RB
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kabar gembira bagi anak bangsa lulusan SMA, sarjana hingga doktor. Tahun 2026 ada kesempatan daftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Pemerintah Kota Makassar mengusulkan 210 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PAN-RB.
Usulan tersebut menjadi bagian dari perencanaan kebutuhan aparatur sipil negara yang rutin diajukan setiap tahun oleh pemerintah daerah.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDMD) Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, menyampaikan, hingga kini usulan tersebut masih dalam tahap verifikasi.
“Iya, kita sudah usulkan, tapi belum ada persetujuan dari Kemenpan-RB,” beberapa Kamelia di Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Rabu (3/6/2026).
Katanya, jumlah formasi yang diajukan tidak serta-merta disetujui seluruhnya oleh pemerintah pusat karena harus melalui sejumlah pertimbangan.
Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah kemampuan keuangan daerah, khususnya dalam membayar gaji pegawai baru.
Selain itu, pemerintah pusat juga akan menyesuaikan kebutuhan nasional dengan kondisi riil di masing-masing daerah.
Kamelia menegaskan, pemerintah kota hanya mengusulkan kebutuhan berdasarkan kondisi di lapangan, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan Kemenpan-RB.
“Berapa yang disetujui itu nanti tergantung pusat, termasuk apakah dibuka atau tidak,” jelasnya.
Di sisi lain, komposisi formasi yang diusulkan menunjukkan adanya fokus pada sektor pelayanan dasar, terutama pendidikan dan kesehatan.
Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Setda Kota Makassar, Fadli, mengungkapkan, kebutuhan tenaga guru menjadi salah satu prioritas utama.
Hal ini tidak terlepas dari pengembangan satuan pendidikan, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) negeri di Kota Makassar.
Diketahui, Pemkot Makassar sekarang ini memiliki lima PAUD.
Namun belum seluruhnya memiliki tenaga pendidik berstatus ASN.
Itu menjadi alasan kuat di balik usulan tersebut.
“Paling banyak memang guru, khususnya guru PAUD,” kata Fadli.
Pemerintah kota pun memilih untuk memprioritaskan pemenuhan tenaga pada unit PAUD yang sudah terbentuk lebih dahulu.
Untuk itu, formasi guru PAUD yang diusulkan mencapai sekitar 20 orang lebih.
Selain tenaga pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian.
Kebutuhan tenaga teknis lainnya juga ikut diusulkan, termasuk dokter hewan yang saat ini jumlahnya berkurang.
Pengurangan tersebut terjadi karena adanya penarikan tenaga tertentu ke tingkat pusat, sehingga berdampak pada layanan di daerah.
Kondisi ini mendorong pemerintah kota untuk kembali mengusulkan formasi baru guna menutup kekosongan tersebut.
Pengajuan seluruh formasi itu telah dilakukan sejak awal tahun sebagai bagian dari siklus perencanaan ASN nasional.
“Ini dibuka umum, CPNS, bukan PPPK,” tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260603-Kamelia-Thamrin.jpg)