Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Makassar Banyak Beli Dolar Australia Daripada Amerika Serikat

Aktivitas penukaran valuta asing berjalan stabil, dan tidak terlihat antrean yang panjang.

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Waode Nurmin
Tribun-timur.com
MONEY CHANGER - Karyawan PT Haji La Tunrung Authorized Money Changer (AMC) di Jalan Martadinata No 1, Kecamatan Wajo, Makassar, sedang melayani nasabah, Selasa (2/6/2026) siang. PT Haji La Tunrung mencatat transaksi jual beli mata uang asing masih berlangsung normal seperti biasanya meskipun rupiah melemah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) belum berdampak signifikan terhadap aktivitas usaha penukaran valuta asing (KUPVA) atau Money Changer di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Transaksi jual beli mata uang asing masih berlangsung normal seperti biasanya.

Seperti pantauan Tribun-Timur.com, di PT Haji La Tunrung Authorized Money Changer (AMC), Jalan Martadinata No 1, Kecamatan Wajo, Makassar, Selasa (2/6/2026) siang.

Aktivitas penukaran valuta asing berjalan stabil, dan tidak terlihat antrean yang panjang.

Hanya beberapa nasabah yang datang untuk membeli maupun menukarkan mata uang asing.

Public Relation PT Haji La Tunrung AMC, Hawa Hardiyanti, mengatakan belum ada lonjakan permintaan maupun perubahan signifikan dalam pola transaksi nasabah selama beberapa pekan terakhir.

“Kalau kita lihat dari beberapa pekan terakhir ini sebetulnya normal-normal saja. Kebanyakan nasabah setiap hari memantau kurs sesuai kebutuhan mereka, baik untuk liburan, maupun keperluan lainnya,” kata Hawa, saat ditemui Tribun-Timur.com.

Menurutnya, nasabah cenderung mengikuti perkembangan kurs sebelum memutuskan melakukan transaksi.

Namun, kondisi pelemahan rupiah saat ini belum memicu peningkatan permintaan penukaran valuta asing secara berarti.

Hawa menjelaskan, transaksi pembelian dan penjualan mata uang asing oleh nasabah masih relatif seimbang.

Sebagian nasabah menukarkan mata uang asing ke rupiah untuk memenuhi kebutuhan tertentu.

Sementara sebagian lainnya membeli valuta asing sebagai persiapan perjalanan ke luar negeri.

“Rata-rata hampir sama antara yang membeli dan menjual. Semua tergantung kebutuhan nasabah masing-masing,” katanya.

Hawa juga menyebut tidak terdapat perbedaan signifikan dalam jumlah transaksi dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Aktivitas nasabah masih didominasi kebutuhan perjalanan.

Hawa mengungkapkan bahwa dolar AS justru tidak menjadi mata uang yang paling banyak diburu dalam beberapa waktu terakhir.

Permintaan lebih banyak mengarah pada dolar Australia (AUD), seiring meningkatnya perjalanan masyarakat ke negara tersebut untuk keperluan wisata maupun pendidikan.

“Untuk sekarang sepertinya orang jarang tukar dolar AS. Akhir-akhir ini justru banyak nasabah membeli dolar Australia,” katanya.

Ia menduga sebagian masyarakat masih memilih bersikap wait and see terhadap pergerakan dolar AS yang dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan.

“Mungkin mereka masih melihat perkembangan situasi dulu. Banyak nasabah yang setiap hari menghubungi kami untuk menanyakan kurs terbaru sebelum memutuskan bertransaksi,” kata Hawa.

Salah seorang warga Makassar, Sadariani mengaku sengaja mendatangi money changer PT Haji La Tunrung untuk menukarkan uang dolarnya ke rupiah.

“Kebetulan pemberian dari adik, jadi ditukar saja,” kata Sadariani, saat ditemui Tribun-Timur.com.

Dalam transaksi tersebut, ia menukarkan uang sekitar 50 dolar AS, yang setara dengan Rp850 ribuan.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved