Pembunuhan Bocah di Makassar
Pengakuan Kevin, Penemu Mayat Bocah SD Korban Pembunuhan di Makassar
Korban pertama kali ditemukan Kevin saat singgah buang air kecil di rumah tak berpenghuni tersebut.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Viral di media sosial, seorang pemuda bernama Kevin mengaku mengalami tindakan kekerasan oleh polisi saat dimintai keterangan terkait penemuan mayat bocah perempuan berinisial NJ (12) di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
NJ ditemukan meninggal dunia tanpa busana di sebuah rumah kosong pada Rabu (27/5/2026).
Korban pertama kali ditemukan Kevin saat singgah buang air kecil di rumah tak berpenghuni tersebut.
Ditemui di rumahnya, Jumat (29/5/2026), Kevin menceritakan awal mula dirinya menemukan jasad korban.
Pemuda 22 tahun itu mengaku baru pulang setelah menyewa ponsel untuk bermain game.
Saat melintas di depan rumah kosong, ia berhenti karena hendak buang air kecil.
Kevin kemudian menyalakan senter ponsel sebagai penerangan.
“(Cahaya) senter itu mengarah ke mayat dan saya lihat tangannya,” ujar Kevin.
Awalnya, Kevin mengira benda yang dilihatnya hanyalah boneka.
Namun karena penasaran, ia mendekat untuk memastikan.
“Saya maju satu langkah, saya lihat-lihat kenapa ini boneka kayak orang. Jadi saya langsung kaget dan lari keluar,” katanya.
Kevin lalu memanggil teman-temannya dan ketua RT setempat.
Bersama warga, ia kembali masuk ke rumah kosong tersebut dan memastikan objek yang dilihat adalah jasad NJ.
“Saya teriak ke warga bilang ada mayat ditemukan,” ujarnya.
Setelah warga berdatangan, Kevin meminta agar temuan itu segera dilaporkan ke polisi.
Terkait kabar dirinya mendapat kekerasan saat diperiksa polisi, Kevin membantah informasi tersebut.
Luka lecet di wajah dan kepalanya disebut akibat benturan.
“Itu hoaks kalau ada anggota yang memukul. Tidak ada,” tegasnya.
Menurut Kevin, informasi tersebut diunggah keluarganya di media sosial tanpa mengetahui kejadian sebenarnya.
Video itu kini telah dihapus.
Kevin juga mengaku telah mendatangi Polsek Tallo untuk mengklarifikasi kabar viral tersebut kepada Kapolsek Tallo, AKP Asfada.
“Saya datang sendiri menjelaskan kalau berita itu hoaks,” katanya.
AKP Asfada mengatakan pihaknya telah memeriksa anggota yang bertugas saat Kevin dimintai keterangan.
Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tindak kekerasan.
“Tidak pernah ada penganiayaan yang dilakukan anggota terhadap saudara Kevin,” ujar Asfada.
Ia menjelaskan Kevin dimintai keterangan karena menjadi orang pertama yang menemukan korban di lokasi kejadian.
Perampungan Berkas
Sementara itu, penanganan kasus pembunuhan NJ yang diduga disertai rudapaksa kini memasuki tahap perampungan berkas perkara.
Polisi telah memeriksa enam saksi, termasuk keluarga korban dan warga yang pertama menemukan jasad korban.
Dalam kasus ini, polisi menetapkan IK alias Mellong (19), tetangga korban, sebagai tersangka.
Ia dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara 20 tahun.
Ibu korban, Siti Rabiah (48), berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.
“Hukuman mati,” ucapnya lirih.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyebut tindakan pelaku sangat biadab.
Korban ditemukan tanpa busana dengan sejumlah luka lebam dan kepala tertimpa televisi di dalam rumah kosong.
“Korban meninggal dunia dengan perlakuan yang sangat biadab oleh pelaku,” kata Arya.
Polisi mengungkap, sebelum kejadian pelaku diduga mengonsumsi narkoba dan kerap menonton film pornografi.
Modus pelaku yakni meminta korban membeli minuman dan makanan sebelum akhirnya menyeret korban ke rumah kosong.
Kini tersangka ditahan di Satreskrim Polrestabes Makassar untuk proses hukum lebih lanjut.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bantah-dipukul-12.jpg)