Perbaikan Jalan
Perbaikan Jalan Aroepala - Hertasning Picu Kemacetan, Kontraktor Minta Maaf
"Maaf sebesar-besarnya, Ekses macet ini tak bisa kami hindari," ujar Direktur PT Tri Star Mandiri Ferry ST
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Pihak kontraktor paket infrastruktur jalan multi years project (MYP) ruas jalan provinsi di perbatasan Makassar - Gowa, Pt Tri Star Mandiri, meminta maaf atas kemacetan panjang di Jl Aroepala, Rappocini, dua pekan terakhir.
"Maaf sebesar-besarnya, Ekses macet ini tak bisa kami hindari," ujar Direktur PT Tri Star Mandiri Ferry ST saat dikonfirmasi Tribun, Rabu (20/5/2026) pagi.
Pihaknya berjanji, sebelum perayaan lebaran Idul Adha 1447 H pada Rabu (27/5/2026) akan ada rekayasa lalulintas.
Rekayasa jalur ini, jelasnya, untuk membuka sejumlah akses darurat sementara bagi warga pengguna di ruas jalan 1,8 km itu.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Ahmad Wildani mengabarkan hasil pertemuan memutuskan rekayasa lalu lintas akan segera dibelakukan.
Saat ini, satu lajur arah Kota Makassar - Kabupaten Gowa sedang dikerjakan.
Sehingga hanya satu lajur yang bisa dilalui pengendara.
"Satu lajur itu diperuntukkan ke masyarakat yang tinggal di Aroepala," kata Dani, sapaannya sore ini
Sementara itu, pengendara lain diharapkan memanfaatkan jalur alternatif.
Dani menyebut ada dua jalur alternatif disiapkan.
"Bisa lewat Toddopuli keluar di Jembatan 3 di Jl Tun Abdul Razak, yang samping Coto Dg Aso. Bisa juga lewat Jl Sultan Alauddin," kata Dani.
Sebaliknya pengendara dari Kabupaten Gowa arah Kota Makassar diharapkan melintasi jalur alternatif di Patung Massa.
"Kami akan tutup akses untuk mobil besar," katanya.
Dua pekan terakhir, perlambatan lalu lintas dan macet mengusik pengguna ruas jalan pemukiman padat di timur kota.
TItik kemacatetan terparah mulai di ruas jalan depan akses tugu Badik perbatasan Gowa, akses Perumnas Minasa Upa Blok AB, perumahan Anging Mammiri, RS Primaya, hingga
Jembatan 2 Jl Aroepala - Jl Hertasning.
Kemacetan terjadi menyusul betonisasi ruas sisi timur Jl Aroepala dan pengerjaan saluran air san konstruksi U-Ditch di sisi selatan arah barat kota.
PIhak kontraktor memprediksi durasi pengerjaan paket betonisasi di dua sisi jalan, rampung pertengahan Juni 2026 mendatang.
"Normalnya, pengeringan beton itu 28 hari, namun kami juga sudah pakai teknologi geotextile untuk percepat pemadatan dan pengeringan," ujar Direktur PT Tri Star Mandiri Ferry ST.
Geotekstil adalah material lembaran sintetis fleksibel dan berpori. Material ini terbuat dari poliester atau polipropilena.
Kain filter ini banyak digunakan dalam teknik sipil dan lanskap untuk memperkuat, menyaring, memisahkan, dan mengalirkan air pada lapisan tanah, dan mempercepat pengeringan konstruksi beton.
Paket Proyek MYP Jl Hertasning - Aroepala- Tun Abdul Razak dan Jl Yasin Limpo, dibagi dalam tiga segmen.
Segmen Hertasning - Aroepala menggunakan konstruksi lapisan aspal, mulai dikerjakan Desember 2025 lalu.
Sedangkan segmen Aroepala - Tun Abdul Razak sepanjang 1,8 km dipilih meterial beton semen.
"Untuk segmen Tun Abdul Razak hingga Samata kembali pada pakai aspal," ujar Ferry.
Disebutkan, pemilihan material ini seusuai arahan pemilik proyek, Dinas PU Bina Marga provinsi.
Sepekan terakhir, peket ruas jalan sepanjang 1,8 km ini berdebu; pascapengerukan aspal lama, paving block, dan pemadatan.
Lima tahun terakhir, akses jalan akses sekitar 153 kawasan dan cluster perumahan di batas kawasan urban Makassar dan Gowa ini, rusak di level 54 persen.
Pengerjaan ruas Aroepapa Makassar - Tun Abdul Razak Goalwa, dimulai selepas liburan Idul Fitri 1447 H.
Kontraktornya kerja sama operasi (KSO) tiga kontraktor PT Permata, Pt Tri Star Mandiri dan Pt Kharisma.
Proyek inisiasi Pemprov Sulsel ini masuk 1 dari 6 paket rehabilitasi jalan provinsi, Multi Years Project 2025-2027.
Sedang ruas jalan Hertasning barat ujung Jl Pettarani, sudah dimulai sejak medio Desember 2025 lalu.
Sebelum memasuk Ramadan 1447 H, jalur sepanjang 1,8 km hingga perempatan Jl Hertasning Tomur - Jl Aroepala - Jl Palm Merah - Jl Tamalate VI rampung.
Proyek rehabilitasi jalan urban padat di perbatasan Mamminasata ini, adalah lanjutan proyek paket I, Jl Pettarani-Jl Hertasning, medio Desember 2025 lalu.
Tender dimulai sejak September 2025. Seremoni dimulainya proyek dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Sulsel Rahmatika Sari Dewi, Bupati Gowa Husniah Talenrang dan Walikota Makassar Munafri Arifuddin.
Volume Terpadat
Dikutip dari situs resmi Pemprov Sulsel, Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, M Rosyadi,menyebut ruas Jl Aroepala, kondisi struktur jalan mengalami penurunan fisik.
Dia juga menyebut, Jl Hertasning- Jl Aroepala termasuk salah satu jalur jalan provinsi terpadat.
Ruas jalan ini berada di kawasan permukiman perbatasan dan perlintasan perbatasan 7 kecamatan di timur Makassar - tenggara Gowa dan selatan Maros.
Volume kendaraan dari arah timur ke Makassar dan sebaliknya mencapai 620 ribu dan naik hingga 980 ribu / hari di moment liburan.
Proyek pertama dikerjakan kontraktor KSO PT Permata Tristar Kharisma.
Kontraktor di situsnya, spesialis menggarap perdagangan dan jasa umum, konstruksi jalan, alat kesehatan, IPAL, dan koneksi tata udara.
Preservasi Paket I ini meliputi item 13 ruas jalan provinsi dan perbatasan di 4 kabupaten (Makassar, Gowa, Sinjai, dan Bulukumba).
Total panjang jalan 300,24 km, dengan skema multi year contract project. Proyek dari APBD Sulsel ini senilai Rp 430,7 miliar.
Untuk ruas perbatasan Makassar - Gowa meliputi, Jl Hertasning (→ 1,80 km), Jl Aroepala → 1,80 km, Jl Tun Abdul Razak (3,68 Km), lalu Jl HM Yasin Limpo Gowa, Samata, Gowa.
Sembilan proyek paket I lainnya, adalah ruas Kalimporo-Sumalaya-Batas Sinjai-Bulukumba; Batas Bulukumba-Sinjai-Sinjai; Ruas Jl Burung-burung-Bili-bili, Ruas Sungguminasa-Malino Gowa; Ruas Malino-Batas Sinjai-Gowa; jalan batas Sinjai-Palampang-Bulukumba; Ruas Tanete-Tana Beru-Bulukumba; Batas Gowa-Tondong-Sinjai; dan ruas Botolempangan-Batu Belerang-Batas Bulukumba-Sinjai.
Ini adalah paket pertama dari total rencana 1.000 km, sepanjang 2025 hingga 2027 mendatang.
Pemprov Sulsel mengalokasikan Rp 2,4 triliun (APBD 2025/2026-2027) untuk total lima paket.
Proyek ini menyentuh 12 kabupaten/kota: Makassar, Sinjai, Bulukumba, Gowa, Takalar, Jeneponto, Sidrap, Tana Toraja, Soppeng, Barru, Wajo, dan Bone.
Serta melintasi 35 ruas jalan perbatasan dari total 65 ruas jalan provinsi.
Jalan Terpanjang
Sulsel menempati peringkat ke-4 provinsi dengan panjang jalan terpanjang secara nasional tahun 2024, setelah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.
Total jaringan jalan di provinsi berpenduduk 9,2 jura ini mencapai 28.981 km, dengan 87 persen merupakan jalan kabupaten/kota.
Ruas jalan negara (dibiayai dan dipelihara APBN) panjangnya 1.739 km (6 persen).
Ini menghubungkan antarprovinsi, jalan strategis nasional, pelabuhan utama, bandara, dan kawasan ekonomi strategis.
Kategori kedua ruas Jalan Provinsi. Panjang jalan yang dibiayai dari APBD provinsi ini mencapai 2.014 km (7 persen).
Sedangkan ruas jalan level ketiga, Jalan Kabupaten/Kota yang menjadi kewenangan APBD kabupaten/kota, mencapai 87 persen atau 25.228 km. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| Ruas Poros Moncongloe Diperbaiki Sementara, BMBK Sulsel Tinggikan Jalan |
|
|---|
| Jalan Hertasning-Aroepala Diprediksi Macet saat Perbaikan, Pemprov Sulsel Diminta Maksimalkan Dishub |
|
|---|
| Jalan Hertasning–Aroepala Dikerja Malam Hari, Anggaran Rp430,7 M |
|
|---|
| Perbaikan Ruas Jalan Hertasning–Aroepala Dimulai, Paket I Senilai Rp430,7 Miliar |
|
|---|
| Perbaikan Jl Hertasning - Aroepala Masuki Tahap Uji Materil, Konstruksi Target Akhir Desember |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/JALAN-PROYEKL.jpg)