Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ika Natassa, Novelis dan Banker yang Percaya Angka Juga Punya Cerita

Perempuan yang dikenal lewat novel-novel urban romance ini tampil hangat dan cair saat berbincang tentang buku

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Siti Aminah
PENULIS DAN BANKER - Ika Natassa saat berkunjung ke Kantor Kompas TV Makassar, Jl Pengayoman, Panakkukang, Jumat (15/5/2026). Ika Natassa datang ke Makassar menghadiri Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026) di Benteng Rotterdam (14-17/5/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Di tengah riuh percakapan tentang literasi di Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026, nama Ika Natassa menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. 

Ia datang bukan hanya sebagai penulis novel populer, tetapi juga sebagai sosok profesional yang mampu menjembatani dunia angka dan dunia cerita.

Perempuan yang dikenal lewat novel-novel urban romance ini tampil hangat dan cair saat berbincang tentang buku, budaya, hingga pekerjaannya di dunia perbankan. 

Cerita itu dibagikan Ika Natassa saat berkunjung ke Kantor Kompas TV Makassar, Jl Pengayoman, Panakkukang, Jumat (15/5/2026) 

Ika Natassa hadir bersama beberapa penulis lainnya, seperti Oky Madasari dan Stebby Julionatan. 

Di sana, mereka bertemu dengan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, serta penulis sekaligus sutradara film asal Prancis, Philippe Claudel.

Diskusi mengalir tepat di lantai 1 Kantor salah satu anak perusahaan Kompas Gramedia tersebut. 

Masing-masing berbagi cerita tentang dunia literasi, industri penerbitan, hingga peluang kerja sama budaya antara Indonesia dan Prancis. 

Ika Natassa tampil santai dengan gaya bicara khasnya yang ringan dan komunikatif. 

Ia menggunakan bahasa Inggris saat menjelaskan pandangannya tentang literasi dan storytelling.

Kehadiran Fabien Penone dan Philippe Claudel memberi nuansa diplomasi 
budaya yang kuat dalam pertemuan itu. 

Ia tampak aktif mendengarkan sekaligus sesekali bertanya tentang perkembangan dunia literasi di Indonesia Timur.

Pertemuan tersebut terasa seperti ruang kecil tempat banyak gagasan bertemu. 

Saat diwawancara, Ika Natassa menyampaikan, kehadiran penerbit dari Prancis dalam MIWF memberi kesan tersendiri baginya. 

Ika mengaku antusias karena ada peluang kerja sama penerjemahan karya-karya Indonesia agar bisa menjangkau pembaca internasional.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved