Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik Lagi, Pariwisata Sulsel Bakal Terdampak
Kebijakan tersebut dinilai dapat berdampak langsung terhadap sektor pariwisata di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Penulis: Rudi Salam | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Harga tiket pesawat domestik berpotensi kembali mengalami kenaikan.
Itu setelah pemerintah menyesuaikan besaran biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge menyusul naiknya harga avtur.
Kebijakan tersebut dinilai dapat berdampak langsung terhadap sektor pariwisata di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Penyesuaian fuel surcharge diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026.
Aturan tersebut tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) sebagai dampak adanya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.
Dalam aturan tersebut, besaran fuel surcharge ditetapkan berdasarkan rata-rata harga avtur yang ditentukan penyedia bahan bakar penerbangan.
Maskapai penerbangan niaga berjadwal dalam negeri pun diperbolehkan menerapkan fuel surcharge maksimal sebesar 50 persen dari tarif batas atas sesuai kelompok layanan.
Kebijakan tersebut memunculkan kekhawatiran dari pelaku industri pariwisata di Sulsel.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Sulsel, Suhardi menilai kenaikan harga avtur memang menjadi alasan maskapai menaikkan harga tiket.
Pasalnya biaya operasional ikut meningkat.
Namun demikian, ia berharap pemerintah mengambil langkah strategis untuk melindungi konsumen agar sektor pariwisata tetap bergerak.
“Tentunya pemerintah harusnya mengambil langkah strategis untuk perlindungan konsumen sehingga pariwisata tetap bergeliat. Salah satu langkah itu mungkin subsidi sambil menunggu harga kembali stabil,” kata Suhardi, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Jumat (15/5/2026).
Kekhawatiran serupa disampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulsel, Didi Leonardo Manaba.
Menurut Didi, tiket pesawat merupakan komponen utama dalam paket perjalanan wisata.
Sehingga kenaikan harga dapat memicu penundaan hingga pembatalan perjalanan.
“Kami khawatir akan banyak penundaan dan pembatalan perjalanan khususnya perjalanan wisata,” kata Didi.
Ia pun berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga tiket pesawat.
Tujuannya agar minat masyarakat untuk bepergian, khususnya ke destinasi wisata di Sulsel, tidak mengalami penurunan signifikan. (*)
| PSM Makassar Incar Kemenangan di Laga Kandang Terakhir, Persembahan untuk Suporter |
|
|---|
| Kental Aroma PSM Makassar! Persebaya Dirumorkan Done Deal Syahrul Lasinari dan Ramadhan Sananta |
|
|---|
| Beda 15 Tahun, Alumni Smansa Makassar 1986 dan 2001 Kolaborasi Bakti Sosial untuk Guru |
|
|---|
| Seleksi Imam Kelurahan Sisa Satu Tahapan Sebelum Hasilnya Diumumkan |
|
|---|
| Terjebak Lowongan Kerja Babysitter, Mahasiswi Makassar Disekap dan Dirudapaksa di Rumah Kontrakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/TIKET-PESAWAT-Ketua-GIPI-Sulsel-Suhardi-kiri-dan-Ketua-Asita-Sulsel.jpg)