BRI
Perempuan Berdaya, Tetangga Sejahtera Berkat BRIncubator
Melalu program BRIncubator UMKM seperti Vinlanda Kitchen mendapat berbagai manfaat hingga kini sudah memiliki omzet mencapai Rp30 juta per bulan.
Ringkasan Berita:
- Vinlanda Kitchen Makassar memiliki omzet Rp30 juta per bulan dari jualan kue durian dan bungket kenari hingga bisa mempekerjaan para tetangganya.
- Lewat program BRIncubator UMKM seperti Vinlanda Kitchen Makassar mendapat berbagai manfaat seperti pelatihan hingga pendampingan pemasaran dan pengurusan izin serta sertifikat halal.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rahma (53), tak pernah membayangkan bisa membantu perekonomian keluarga tanpa harus meninggalkan tugasnya sebagai ibu rumah tangga.
Sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anaknya, warga Jl Banta-bantaeng, Makassar, Sulawesi Selatan, ini dulunya mengandalkan suami dalam pemenuhan kebutuhan harian.
Tapi semuanya berubah sejak tahun 2023 lalu.
Tahun itu, salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner bernama Vinlanda Kitchen Makassar membutuhkan karyawan baru.
Owner Vinlanda Kitchen, Dimitri Eka Mariana (40), kewalahan meladeni permintaan konsumen di tahun itu.
Atas kondisi tersebut, ia pun berinisiatif mencari karyawan yang bisa membantunya.
Tak muluk-muluk, wanita asal Semarang, Jawa Tengah ini berinisiatif memberdayakan tetangganya sendiri.
Dimitri menjalankan bisnis Vinlanda Kitchen di kediamannya di Jl Banta-bantaeng Lr 7.
Di kawasan itu, ia mengaku kondisi warganya terbilang berada pada garis ekonomi menengah ke bawah.
Kondisi ini yang membuat Dimitri berinisiatif memberdayakan tetangganya.
Akhirnya, Rahma tetangga rumah Dimitri yang dipilih.
"Di sini banyak ibu-ibu yang perlu mendapat dukungan. Hitung-hitung bisa membantu sedikit perekonomian keluarga," ucapnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (29/4/2026) sore.
Rahma mengaku beruntung memiliki tetangga yang memberikan kepercayaan mempekerjakannya.
Sejak saat itu hingga tahun 2026 ini, Rahma memiliki pendapatan yang bisa diandalkan paling tidak untuk kebutuhan harian.
"Alhamdulillah, saya berterima kasih sama Ibu Vina," tuturnya.
Bangkit Setelah Terpuruk
Tahun 2020, Dimitri dan suaminya Very Yoyato (50) memulai bisnis kuliner rumahan.
Usaha mereka awalnya bernama Vina's Kitchen yang tentu diambil dari nama putri sang owner.
Namun belakangan, Vina's Kitchen diubah menjadi Vinlanda Kitchen Makassar.
Alasannya, saat ingin dipatenkan nama Vina's Kitchen sudah terdaftar di HAKI oleh pihak lain.
Di tahun 2020 saat momen pandemi Covid-19 datang, Dimitri dan suaminya melihat ada peluang bisnis katering rumahan.
Kala adanya pembatasan aktivitas keluar rumah, bisnis kuliner dengan sistem makan di tempat dibatasi, Dimitri dan suaminya mendapat ide.
Usaha katering rumahan Dimitri menggunakan sistem pre-order yang bisa dipesan via whatsapp maupun instagram.
"Ada pesanan kita buatkan, lalu diantarkan. Kondisi covid waktu itu cukup bagus penjualannya awal-awalnya," kenang Dimitri.
Bersama Very Yoyato, Dimitri pun mencoba menambah jenis kuliner lainnya berupa kue kering.
Tercetuslah jajanan seperti kue durian dan bungket kenari yang saat ini menjadi andalan Vinlanda Kitchen Makassar.
Tapi seiring waktu, Dimitri menemukan kesulitan dalam memasarkan dan manajemen waktu.
Sebagai ibu rumah tangga, Vinlanda Kitchen awalnya hanya dijadikan sebagai usaha sampingan memanfaatkan waktu luang.
Namun, waktu luang semakin sulit dikontrol Dimitri di tengah kesibukannya juga merawat anak dan tentu ditambah pekerjaan rumah tangga lainnya.
"Sudah sempat mauh berhentikan ini usaha karena sudah tidak bisa dikontrol lagi kan. Belum manajemennya, urus penjualan dan lain-lain," katanya.
Omzet yang semakin menurun pun kian dirasakan dan menjadi salah satu alasan Dimitri ingin mengakhiri usahanya.
Beruntung, niat untuk mengakhiri usaha Vinlandak Kitchen tak pernah betul-betul dijalankan.
Sebabnya, tahun 2023 Dimitri bertemu dengan temannya dan menawarkan untuk ikut ambil bagian dalam program Rumah BUMN Makassar.
Berkah BRIncubator
Dalam satu kesempatan, Dimitri curhat ke temannya soal Vinlanda Kitchen yang akan segera ia tutup.
Kebetulan saat itu temannya juga memiliki usaha UMKM yang bergerak di bidang kuliner.
Dimitri mengingat betul, temannya tersebut menawarkan untuk berjejaring dan mendaftar di Rumah UMKM Makassar.
Diketahui, Rumah BUMN Makassar merupakan inkubator bagi pelaku UMKM yang menawarkan berbagai program bantuan hingga pelatihan.
Rumah BUMN Makassar sendiridi bawah tanggung jawab pelaksanaan dan koordinasi langsung Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Dari pertemuan dengan temannya, Dimitri mulai mendaftar sebagai salah satu UMKM binaan Rumah BUMN Makassar pada tahun 2023.
Berjalannya waktu, Rumah BUMN Makassar menginformasikan bahwa akan ada program BRIncubator yang akan berlangsung di tahun 2024.
Program BRIncubator ini memberikan kesempatan bagi UMKM untuk naik kelas lewat berbagai pelatihan hingga dilombakan.
Secara langsung, Dimitri mendapat pembekalan dalam pengelolaan manajemen UMKM dan pemasaran lewat BRIncubator tersebut.
Untuk manfaat secara pribadi, Dimitri mengaku punya kesempatan mengembangkan public speakingnya.
Ia terus dilatih menjadi 'juru bicara' dalam memasarkan produknya.
"Dulu itu saya takut sekali bicara depan orang (umum), tapi lewat pelatihan-pelatihan di BRIncubator saya mulai percaya diri dan tidak canggung lagi," ucapnya.
Adapun manfaat secara bisnis, Vinlanda Kitchen Makassar tak hanya mengandalkan lagi penjualan via pre-order.
Produk andalan Vinlanda Kitchen yakni kue durian dan bungket kenari sudah dipasarkan di sejumlah toko di Makassar.
"Kan kita dibantu berjejaring akhirnya kue yang kami buat itu bisa masuk di beberapa toko, salah satunya di tiga cabang Toko Satu Sama Makassar," ungkap Dimitri.
Dimitri percaya diri menyuplai produknya ke toko-toko juga tidak sekadar modal nekat semata.
Lewat BRIncubator, Vinlanda Kitchen mendapat pendampingan untuk mendapatkan sejumlah sertifikat yang dibutuhkan seperti sertifikat halal dan sebagainya.
"Kami juga memiliki produk yang aman, tidak menggunakan bahan pengawet jadi ini nilai plusnya, apalagi kami dibantu dapat izin usaha sampai sertifikat halal," paparnya.
Project Leader Rumah BUMN Makassar, Ayu Anisela, menyebut tujuan BRInkubator memang fokus pada peningkatan kapastitas UMKM yang terbilang sebagai pemula.
Menurutnya, UMKM di Makassar ini sebenarnya sangat banyak dan potensial.
Hanya saja, terkadang karena tak mendapat pendampingan akhirnya layu sebelum berkembang.
"BRIncubator ini akan ada levelnya dan dilombakan juga, mulai di tingkat lokal sampai di nasional. Jadi UMKM yang baru merintis itu betul-betul kita fasilitasi agar bisa naik kelas," ucap Ayu Anisela saat ditemui di Rumah BUMN Makassar, Jl Dr Ratulangi, Selasa (5/5/2026).
Kini, Vinlanda Kitchen sudah mempekerjakan dua orang karyawan yang semuanya adalah tetangga Dimitri.
Selain itu, Dimitri juga kerap meminta bantuan tetangga lainnya untuk pengantaran.
Di tahun 2026 ini omzet Vinlanda Kitchen sudah menembus angka Rp30 juta per bulan.
Dengan produk kue durian dan bungket kenari yang produksinya mencapai 150 biji per hari.
"Harapan saya ke depan semoga ini terus berkembang, agar manfaatnya secara ekonomi juga bisa dirasakan tetangga-tetangga saya nantinya," tutup Dimitri.(*)
| Cerita Hj Hamidah Dg Kanang, Dari Tabungan BRI Menuju Baitullah |
|
|---|
| BRImo, Andalan Haji Makmur untuk Kebutuhan Hidup hingga Passolo |
|
|---|
| BRI Link, Jembatan Kasih dari Kalimantan ke Dwitiro Bulukumba Sulsel |
|
|---|
| BRI Somba Opu Rayakan Maulid Bersama Anak Yatim |
|
|---|
| Transaksi Pakai Kartu Debit BRI di Toko Emas Somba Opu Langsung Dapat Cashback |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260506-Vinlanda-Kitchen-Makassar.jpg)