Makkunrai 2026
Andi Nirawati Sebut Keterwakilan Perempuan di DPRD Sulsel Belum Aman
Berdasarkan data, keterwakilan perempuan di parlemen masih berada di bawah target, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Alfian
TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Sulsel, Andi Nirawati menilai keterwakilan perempuan di parlemen masih menghadapi tantangan besar.
Pasalnya, angka tersebut belum mampu menembus 30 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara regulasi dan realitas di lapangan.
Padahal, aturan mengenai kuota perempuan telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.
Di mana aturan Pemilu mewajibkan partai politik mencalonkan sedikitnya 30 persen perempuan di setiap daerah pemilihan.
Tidak hanya itu, ketentuan tersebut juga diperkuat melalui putusan Mahkamah Agung (MA).
Dalam putusan tersebut dijelaskan bahwa jika perhitungan kuota 30 persen menghasilkan angka pecahan, maka wajib dibulatkan ke atas.
Langkah ini dilakukan agar porsi keterwakilan perempuan tidak berkurang.
Kebijakan ini bertujuan memastikan afirmasi kesetaraan gender terwujud dalam proses politik, khususnya di lembaga legislatif.
Baca juga: 15 Peserta Ramaikan Beauty Class by OMG di Makkunrai PiPo Makassar
Namun dalam praktiknya, keterwakilan perempuan di parlemen, termasuk di DPRD Sulsel, masih belum mampu menembus angka tersebut.
Hal ini dinilai menjadi indikasi bahwa implementasi kebijakan afirmatif belum berjalan maksimal.
Baik dari sisi rekrutmen politik partai maupun dukungan terhadap kader perempuan.
Menurutnya, berdasarkan data, keterwakilan perempuan di parlemen masih berada di bawah target, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Ia menyebutkan, di DPR RI angka keterwakilan perempuan masih sekitar 22 persen.
Sementara di DPRD Sulsel juga tidak memenuhi 30 persen representasi perempuan.
“Jumlah anggota DPRD Sulsel sebanyak 85 orang, sementara perempuan baru 22 orang. Artinya masih banyak pekerjaan rumah dan posisi ini belum bisa dikatakan aman,” ujar Andi Nirawat kala jadi pembicara dalam talkshow Makkunrai Hari Kartini di Phinisi Point, Jumat (24/4/2026) sore.
Kader Partai Gerindra itu menjelaskan, upaya mendorong keterlibatan perempuan di parlemen bukan hal baru.
Baca juga: Talkshow Makkunrai Tribun Timur di Pipo, Prof Farida Ungkap Kekuatan Kepemimpinan Perempuan
Perjuangan kuota 30 persen perempuan telah berlangsung sejak 1955.
Namun hingga kini belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Ini perjuangan yang sangat berat dan menjadi tantangan besar bagi kami sebagai representasi perempuan di parlemen,” katanya.
Meski demikian, Andi Nirawati mengaku tetap optimistis ke depan keterwakilan perempuan akan mengalami peningkatan.
Ia menegaskan, Kaukus Perempuan DPRD Sulsel terus berupaya mendorong partisipasi perempuan melalui berbagai langkah, termasuk edukasi politik.
“Kami di Kaukus terus memperjuangkan dan memberikan edukasi kepada perempuan agar lebih berani terlibat dalam dunia politik,” tambahnya.
Istri anggota DPR RI Kamrussamad itu berharap semakin banyak perempuan yang berpartisipasi dalam politik.
Sehingga mampu memperkuat peran dan perspektif perempuan dalam proses pengambilan kebijakan di parlemen.(*)
| Keterwakilan Perempuan di Politik Dinilai Meningkat, Bupati Gowa: Masih Belum Ideal |
|
|---|
| Husniah Talenrang : Pemikiran Pemimpin Perempuan Kombinasi Logika dan Perasaan |
|
|---|
| Bupati Gowa: Perempuan Harus Berani Memimpin dan Tangguh |
|
|---|
| Ketua Kaukus DPRD Sulsel Andi Nirawati Gaungkan Perempuan Tangguh di Dunia Politik |
|
|---|
| Cerita Husniah Talenrang Belajar Politik Dari Urus Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260424-Andi-Nirawati-DPRD-Sulsel.jpg)