Ratusan Guru di Sulsel Bakal Digeser, BKD Verifikasi 314 Data
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel sedang memverifikasi redistribusi 314 guru di Sulsel.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ratusan guru di Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal di redistribusi.
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel sedang memverifikasi redistribusi 314 guru di Sulsel.
Redistribusi ini diklaim jadi bagian pemerataan penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Redistribusi adalah proses pembagian kembali sumber daya.
"Sekarang yang paling menjadi konsentrasi kita adalah guru. Terakhir kami sudah pertemuan dengan kepala sekolah lewat Zoom meeting, kami suruh mereka mengidentifikasi data-data guru yang memang berlebih dan data-data guru yang kurang," kata Kepala BKD Sulsel Erwin Sodding saat ditemui di depan tangga lobby utama Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (13/4/2026).
Erwin menyebut pihaknya memetakan kebutuhan setiap sekolah terkait guru mata pelajaran.
Jika nantinya redistribusi dilakukan, maka akan prioritaskan daerah terdekat dari domisili guru.
"Kami bisa redistribusi, tapi dengan tetap memperhatikan misalnya orang yang luwu Timur tidak mungkin kan kita bawa ke Selayar.
Misalnya orang yang di Bantaeng mungkin bisa misalnya yang berlebih di Bantaeng kita oper sedikit ke Jeneponto atau ke Bulukumba dengan tetap memperhatikan bahwa mereka bisa tetap produktif," kata Erwin Sodding.
Saat pertemuan, Erwin mengaku ada sekolah sudah menyampaikan kelebihan guru bahasa inggris.
Dengan begitu, kelebihan inilah yang dipertimbangkan akan digeser pada sekolah kekurangan guru.
"kita panggil yang bersangkutan, mau enggak bekerja di daerah lain? Kalau misalnya tidak mau, kita coba cari dulu yang di daerah-daerah sekitarnya," kata Erwin.
"Kalau daerah Luwu misalnya kita ambilkan yang Palopo kah, ambilkan yang Wajo. Dekat-dekat perbatasan kan ada perbatasan luwu di situ," sambungnya.
Kepala Disdik Sulsel Iqbal Nadjamuddin menjelaskan timnya sedang mencatat kebutuhan guru-guru di daerah.
Utamanya bagi guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Iqbal melihat banyak PPPK yang terangkat di daerah yang cukup jauh, lintas kabupaten/kota.
Padahal di daerahnya juga membutuhkan guru dengan kualifikasi serupa.
"Kami sekarang membuat pemetaan distribusian ulang guru untuk memetakan kebutuhan sekolah termasuk PPPK yang mau didistribusikan ulang karena banyak yang penempatannya (jauh)," kata Iqbal Nadjamuddin saat dikonfirmasi Minggu (29/3/2026).
"ada yang orang Toraja kemudian mengajar di Jeneponto. Nah itu mau didistribusikan ulang itu kita masukkan ke BKD," sambungnya.
Termasuk pemerataan guru bagi sekolah di wilayah 3 T (Tertinggal, Terluar, Terdepan)
Termasuk di pulau wilayah Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Selayar.
Ada juga di daerah dataran tinggi Kabupaten Bone dan Kabupaten Pangkep.
"kita usahakan sebelum tahun ajaran baru ini sudah karena kan sebelum tahun ajaran baru mereka harus susun rencana pembelajarannya," kata Iqbal
Targetnya redistribusi sudah akan selesai sebelum tahun ajaran baru.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| Sejarah Baru Unimerz, Empat Guru Besar Pertama Resmi Dikukuhkan |
|
|---|
| Daftar 12 Kapolda Alumni Akpol 1994 Usai Mutasi Mei 2026, Letting Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto |
|
|---|
| Gratis untuk Masyarakat Wajo! Polres Wajo Kolaborasi Mahtan Gelar Hapus Tato |
|
|---|
| BSU Bertambah, Sampah Masuk di Bank Sampah Makassar Tembus 52 Ton |
|
|---|
| PSM Makassar Didorong Rombak Skuad Usai Raih Posisi Klasemen Terburuk Musim Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Erwin-Sodding-saat-ditemui-di-depan-tangga.jpg)