Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

RS Regional Luwu dan Gowa Segera Konstruksi, Pakai Skema Design and Build

Pantauan dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), RS Regional di wilayah selatan tahapan penandatanganan kontrak.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
RS REGIONAL - Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Evi Mustikawati Arifin menyampaikan lelang RS Regional di Gowa dan Luwu masuki tahap akhir. Jika pemenang tender ditetapkan maka langsung masuk tahap konstruksi bangunan. (Dinkes) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pembangunan RS Regional Wilayah Utara dan Selatan segera konstruksi.

Tahapan lelang memasuki fase-fase akhir.

Pantauan dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), RS Regional di wilayah selatan tahapan penandatanganan kontrak.

Sedangkan RS Regional wilayah utara dalam tahap tender sudah selesai.

"Baik wilayah utara di Kabupaten Luwu maupun wilayah selatan di Kabupaten Gowa, saat ini telah memasuki tahap penetapan pemenang tender, yang menandakan kesiapan untuk segera masuk ke fase konstruksi," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel dr Evi Mustikawati Arifin saat dihubungi pada Selasa (31/3/2026).

RS Regional di Wilayah Utara berlokasi di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulsel.

Sementara paket kedua di Wilayah Selatan, lokasinya di Kecamatan Tinggimoncong, Malino Kabupaten Gowa, Sulsel.

Masing-masing RS mendapat alokasi Pagu Anggaran Rp 175 Miliar.

Kedua proyek ini dianggarkan multi years dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025-2027.

Dalam draft lingkup pengerjaan proyek, dijelaskan lingkup kewajiban penyedia jasa konstriksi.

Mulai dari pekerjaan persiapan, penyusunan master plan rumah sakit.

Diikuti pembuatan Detailed Engineering Design (DED), Rencana Anggaran Biaya (RAB), perhitungan teknis serta rencana kerja dan syarat-syarat (RKS).

Setelah itu masuk tahap pelaksanaan fisik dan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksin (SMKK).

Terakhir tahapan pemeliharaan setelah serah terima pertama.

dr Evi Mustikawati Arifin menargetkan proses konstruksi berjalan usai para pemenang lelang berkontrak.

"Pemerintah menargetkan pembangunan fisik kedua rumah sakit ini dapat dimulai pada tahun ini melalui skema design and build, sebagai langkah percepatan dalam menghadirkan layanan rujukan yang berkualitas dan merata di Sulawesi Selatan," katanya.

Design and Build merupakan metode proyek konstruksi ketika satu kontraktor bertanggung jawab atas desain dan pembangunan secara terintegrasi.

Melalui satu kontrak tunggal dengan pemilik proyek, untuk efisiensi waktu dan biaya.

Keunggulannya meliputi koordinasi yang lebih baik, pengurangan risiko, dan efisiensi biaya karena hanya ada satu penanggung jawab.

dr Evi Mustikawati Arifin menilai kehadaran dua RS ini penting dalam mempercepat akses layanan kesehatan memadai ke daerah-daerah terpencil.

"Kehadiran RS Regional di dua titik tentu akan mengurangi ketimpangan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah sekitar yang selama ini harus dirujuk ke kota besar atau rumah sakit pusat," kata dia.

"Ini berarti waktu tempuh lebih singkat, biaya lebih efisien, dan penanganan medis yang lebih cepat, terutama untuk kasus-kasus gawat darurat," kata dr Evi.

Rumah sakit regional ini disiapkan berstandar tipe C dengan menyediakan pelayanan medis dasar.

Disiapkan dokter spesialis 4 bidang yakni penyakit dalam, bedah, kesehatan anak, dan kebidanan/kandungan.

Rumah sakit ini berperan sebagai rujukan pertama bagi Puskesmas atau klinik.

Nantinya dilengkapi fasilitas gawat darurat 24 jam, sumber daya manusia serta peralatan medis sesuai standar pemerintah.

Disiapkan juga fasilitas penunjang unit anastasi, radiologi dan patologi klinik.

Dinkes Sulsel juga mengupayakan hadirnya layanan umum pada penyakit mata, kulit dan THT.

"Secara kebijakan publik, pembangunan RS Regional juga memperkuat ketahanan daerah di sektor kesehatan," kata dia.

"Daerah menjadi lebih siap menghadapi kondisi darurat kesehatan, bencana, maupun lonjakan kebutuhan layanan medis, tanpa terlalu bergantung pada fasilitas di luar wilayah," kata dr Evi.

Sesuai aturan, RS Tipe C dilengkapi peralatan medis standar untuk instalasi gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, dan instalasi penunjang seperti radiologi dan laboratorium.

Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Muhammad Rudi menyebut RS Regional ini akan menyediakan fasilitas setara tipe A.

"RS Ragional Sulsel ini nanti rumah sakit Tipe C, tapi kulalitas seperti Tipe A," kata Rudi.

Pemkab Luwu sudah memberikan hibah lahan 5 hektare untuk RS Regional Luwu.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved