TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Baru tiga bulan menjabat sebagai Ketua RW 005, Sutoyo Gaffar langsung tancap gas melakukan berbagai inovasi di wilayah Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Pria berusia 42 tahun ini menghadirkan sejumlah program yang menyentuh kebutuhan dasar warga, mulai dari pengelolaan sampah hingga layanan fasilitas gratis seperti internet dan fotokopi.
Sutoyo Gaffar, SH, lahir pada 10 Mei 1983 dan berdomisili di Jalan Sultan Abdullah, Makassar.
Pendidikan terakhirnya ditempuh di STAI Al-Furqan Makassar, jurusan hukum.
Selain aktif sebagai Ketua RW, ia adalah seorang advokat dan aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia merupakan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Akor serta Ketua Umum LSM Anti Korupsi Nasional Indonesia.
Jabatannya sebagai Ketua RW 005 merupakan pengalaman pertamanya, setelah sebelumnya sempat mencalonkan diri pada 2019 namun belum berhasil.
“Waktu itu saya sempat maju, tapi kalah karena lawan saya sudah menjabat cukup lama. Kali ini saya dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya kepada Tribun-Timur.Com, Senin (30/3/2026).
Kini, Sutoyo memimpin wilayah dengan sekitar 500 kepala keluarga atau sekitar 3.000 hingga 4.000 jiwa yang tersebar di empat RT.
Sejumlah program prioritas langsung dijalankan. Program pertama adalah penyediaan bak sampah di setiap RT dengan sistem pemilahan.
“Untuk tahap awal, saya siapkan bak sampah di tiap RT. Kami bedakan antara sampah organik dan anorganik supaya lebih mudah dikelola,” jelasnya.
Bak sampah tersebut dibuat dari drum yang dimodifikasi dan ditempatkan di titik-titik strategis, termasuk di posko RW.
Program kedua adalah penyediaan akses internet gratis bagi warga. Fasilitas ini sebenarnya sudah berjalan sebelumnya, namun kini diperluas pemanfaatannya.
“Internet gratis ini sudah ada sekitar enam bulan, tapi baru saya sampaikan secara terbuka ke masyarakat setelah saya jadi RW,” katanya.
Ia menyebut, fasilitas tersebut banyak digunakan oleh anak-anak dan pemuda untuk belajar maupun aktivitas positif lainnya.
Selain itu, Sutoyo juga menghadirkan layanan fotokopi gratis bagi warga. Program ini mendapat sambutan positif.
“Sudah ada sekitar 10 warga yang menggunakan layanan fotokopi gratis ini. Alhamdulillah responsnya sangat baik,” ungkapnya.
Tak berhenti di situ, Sutoyo juga mulai mengembangkan program bank sampah yang baru berjalan dalam beberapa hari terakhir.
“Bank sampah ini baru jalan dua sampai tiga hari, tapi kami optimistis bisa berkembang cepat,” katanya.
Menariknya, ia menginisiasi penggunaan perahu untuk mengangkut sampah di Sungai Tallo yang berada di sekitar wilayahnya.
“Saya beli perahu sendiri untuk digunakan warga. Nanti anak-anak di sini yang akan turun ambil sampah di sungai,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan mengurangi pencemaran sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.
“Selain membersihkan sungai, ini juga bisa jadi tambahan penghasilan untuk warga, khususnya anak muda,” tambahnya.
Sutoyo menyoroti penumpukan sampah di muara Sungai Tallo yang berpotensi menyebabkan pendangkalan.
“Kalau dibiarkan, sampah plastik ini bisa menumpuk dan menyebabkan pendangkalan sungai. Itu yang kita cegah,” tegasnya.
Sampah yang dikumpulkan nantinya akan dikelola melalui bank sampah yang telah dibentuk di tingkat RW.
Ia menargetkan seluruh indikator pengelolaan kinerja sebagai RT/RW dapat terpenuhi dalam waktu dekat.
“Kami targetkan dalam satu bulan ke depan, semua indikator bisa terpenuhi. Yang penting manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sutoyo berharap dengan berbagai inovasi tersebut dapat menjadikan wilayahnya menjadi lebih bersih, produktif, dan mandiri dalam pengelolaan lingkungan.
Nama: Sutoyo Gaffar
Jabatan: Ketua RW 005 Kelurahan Tallo
Tempat Tanggal Lahir: Makassar, 10 Mei 1983
Alamat: Jalan Sultan Abdullah, Kelurahan Tallo
Pendidikan: S1 Hukum STAI Al-Furqan Makassar
Pekerjaan: Ketua RW, Pegiat LSM, dan advokat
Hobi: olahraga
Jumlah penduduk: 4.000 jiwa
Riwayat Organisasi:
- Direktur Lembaga Bantuan Hukum Akor
- Ketua Umum LSM Anti Korupsi Nasional Indonesia