Ratusan Jemaah Naqsabandiyah Lebaran Hari Ini, Khatib Mursalin Abu Rifqi
Ir Mursalin Abu Rifqi jadi khatib salat idulfitri jemaah tarekat Naqsabandiyah di Tamalanrea Makassar
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Jemaah tarekat Naqsabandiyah menggelar shalat ied lebih dulu dibandingkan Muhammadiyah dan Pemerintah
- Sebagai khatib ada Ir Mursalin Abu Rifqi, sedangkan sebagai imam ada Ust Amal Ma'ruf
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ratusan warga Makassar sudah shalat Idul Fitri 1447 H pagi ini, Kamis (19/3/2026) pagi.
Halaman Parkir RM Sambal Lalap Jl Perintis Kemerdekaan Km 09 RT 04 RW 01 Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea ramai dipadati Jemaah.
Salat Idul Fitri dilakukan pukul 06.30 wita di Bawah langit mendung.
Informasi dihimpun, warga ini merupakan jemaah tarekat Naqsabandiyah.
Mereka sudah menggelar shalat ied lebih dulu dibandingkan Muhammadiyah dan Pemerintah.
"Jumlah Jemaah yang hadir sekitar 100 orang," ujar Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf kepada Tribun-Timur.com
Sebagai khatib ada Ir Mursalin Abu Rifqi.
Sedangkan sebagai imam ada Ust Amal Ma'ruf.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri berlangsung dengan khidmat.
Adapun tema ceramah yakni Selamat Merayakan Hari Kemenangan Idulfitri 1 Syawal 1447 H, Momentum Perubahan dari
Kegelapan Kapitalisme-Sekuler Menuju Cahaya Islam.
Rangkaian shalat Ied Idul Fitri 1447 H berakhir sekitar pukul 08.05 wita.
Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel sendiri baru akan melakukan rukyatul hilal 1 Syawal di Observatorium Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin sore nanti.
Unismuh merupakan satu dari 117 titik lokasi pemantauan tersebar di seluruh Indonesia.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel Ali Yafid mengatakan kegiatan rukyatul hilal di Makassar melibatkan berbagai unsur lintas lembaga dan keagamaan.
“Rukyatul hilal 1 Syawal 1447 H di Sulsel dilaksanakan dengan melibatkan Kanwil Kemenag Sulsel, Badan Hisab Rukyat (BHR) Sulsel, BMKG Makassar, MUI Sulsel, Pengadilan Agama, lembaga pemantau dari perguruan tinggi, serta unsur organisasi kemasyarakatan keagamaan,” ujar Ali Yafid dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).
Menurut Ali Yafid, keterlibatan berbagai pihak tersebut merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama dalam memastikan proses penetapan Hari Raya Idul Fitri berjalan secara transparan, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hasil rukyatul hilal dari Sulsel selanjutnya akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat oleh Kementerian Agama RI di Jakarta.
“Penetapan awal Syawal 1447 H akan menunggu laporan hasil rukyatulhilal dari seluruh daerah termasuk Sulsel, yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,” jelasnya.
Sidang Isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriah akan digelar pada 19 Maret 2026. Sidang ini dilaksanakan bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| Pembangunan Stadion Sudiang Makassar Sudah 9 Persen, Begini Target Akhir Tahun |
|
|---|
| Update Bursa Transfer PSM Makassar: Savio Roberto Ingin Bertahan, Tapi? |
|
|---|
| Kalla Toyota Ungkap Rahasia di Balik Kokohnya Harga Jual Kembali Mobil Toyota |
|
|---|
| Mau Daftar TK, SD, SMP di Makassar? Ini Dokumen Wajib SPMB 2026 yang Harus Disiapkan |
|
|---|
| Dimas Adi Prasetyo Layak Promosi ke Skuad PSM Makassar Senior |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260319-Jemaah-Naqsabandiyah-idulfitri.jpg)