Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kepala BNNP Sulsel: Rokok Vape di Sulsel Mulai Diisi Narkoba Cair

Perwira menengah senior Polri ini, menyebut ke-30 siswa itu masih dalam karantina dan rehabilitasi jalan di BNN Sulsel.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
BNNP SULSEL - Sedikitnya 30 siswa sekolah menengah di Sulsel, awal 2026 ini terkonfirmasi menggunakan media rokok elektrik (vape) sebagai medium narkoba cair. Demikian disampaikan Agung Prabowo di acara Buka Puasa Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, di Markas PMI Jl Kandea, Bontoala, Makassar, Rabu (4/3/2026) petang. 
Ringkasan Berita:
  • Sedikitnya 30 siswa sekolah menengah di Sulsel, awal 2026 ini terkonfirmasi menggunakan media rokok elektrik (vape) sebagai medium narkoba cair 
  • Ke-30 siswa itu kini dalam masa rehabilitasi jalan. 
  • BNNP Sulsel Ingatkan orangtua dan relawan PMII Makassar ikut memantau dan sosialisasi bahaya amphetamine jenis baru ini
  • Jenis narkoba cair kimiawi ini diinjeksi ke rokok elektrik yang dijual bebas

 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel Kombes Pol Agung Prabowo mengafirmasi peredaran dan bahaya narkoba cair yang mulai ditemukan di provinsi berpenduduk 9,1 jiwa ini.

"Baru-baru ini kami menemukan 30 siswa sekolah mengonsumsi narkoba dengan medium vape (rokok elektrik),” ujarnya di acara Buka Puasa Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, di Markas PMI Jl Kandea, Bontoala, Makassar, Rabu (4/3/2026) petang.

Perwira menengah senior Polri ini, menyebut ke-30 siswa itu masih dalam karantina dan rehabilitasi jalan di BNN Sulsel.

Pihaknya bersama otoritas Polri daerah, juga terus memantau pola pemasaran, peredaran, dan jenis-jenis zat amphetamine berbahaya ini.

Berpidato tanpa teks di depan sekitar 500-an jaringan relawan dan jajaran pengurus PMI Makassar, Prabowo mengajak semua elemen bangsa untuk ikut memantau dan mewaspadai peredaran narkoba jenis baru ini.

Ia menyebut, penemuan narkoba cair ini sebagai fenomena baru konsumsi dan peredaran narkoba di Sulsel.

Dikatakan, anak perokok elektrik dan  konvesional termasuk rawan terpapar narkoba varian baru ini.

"Ibu-ibu, bapak-bapak dan relawan PMI, mulai waspada kalau anak dan orang dekatnya mulai agak lain kalau merekok elektrik." 

Sebelumnya, di Jakarta, Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto mengungkap bahwa vape telah menjadi sarana efektif atau media baru untuk mengkonsumsi narkoba dan zat psikoaktif baru atau NPS," 

Dijelaskan, cairan atau e-liquid dari vape mengandung narkotika golongan satu dan dua berupa nikotin, propilen, glikol, gliserin, dan sejumlah zat adiktif dengan jenis koktail kimia.

Berdasarkan perspektif substansi kimia, cairan vape atau e-liquid adalah koktail kimia.

Cairan itu mengandung zat adiktif berbahaya, seperti sabu cair, etomidate, dan narkoba jenis baru lainnya.

“Mengandung nikotin, propilen, glikol, gliserin, nabati, serta zat pemberi rasa seperti diasetil, asetil piridin, dan benzaldehida yang beresiko tinggi bagi kesehatan baru," ujarnya.

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved