Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemkot Belum Terima Arahan Teknis Jumlah Komcad

Pemkot Makassar belum menerima arahan teknis resmi mengenai jumlah kuota anggota Komponen Cadangan (Komcad).

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN TIMUR/Siti Aminah
KOMCAD MAKASSAR-Kepala BKPSDMD Makassar Kamelia Thamrin Tantu diwawancara di ruang kerjanya, Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani beberapa waktu lalu. Pemerintah Kota Makassar masih menunggu petunjuk lanjutan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait rencana pengiriman aparatur sipil negara (ASN) untuk mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar masih menunggu petunjuk lanjutan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait rencana pengiriman aparatur sipil negara (ASN) untuk mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad).

Komponen Cadangan (Komcad) adalah pasukan cadangan militer sukarela yang terdiri dari warga negara sipil, sumber daya alam, dan sarana prasarana yang disiapkan untuk memperkuat TNI dalam menghadapi ancaman militer maupun non-militer.

Komcad diatur dalam UU No. 23 Tahun 2019, Komcad bukan wajib militer, melainkan bentuk bela negara. 

Hingga kini, Pemkot Makassar belum menerima arahan teknis resmi mengenai jumlah kuota.

Termasuk mekanisme pendaftaran, maupun kriteria ASN yang akan diikutsertakan dalam program tersebut.

Baca juga: 9 ASN di Parepare Seleksi Komcad, Bakal Ikuti Pendidikan Militer di Rindam XIV/Hasanuddin

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan SDM Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu menyampaikan, pihaknya masih menunggu arahan dari Pemprov Sulsel. 

Katanya, kebijakan yang diambil harus tetap selaras dengan instruksi pemerintah provinsi. 

“Kita belum bisa melangkah lebih jauh karena masih menunggu petunjuk dari Pemprov. Tentu kita tidak ingin mendahului sebelum ada arahan resmi,” ucap Kemelia di Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Rabu (4/3/2026).

Pemprov Sulsel menyampaikan kuota setiap daerah sebanyak 100, namun belakangan dikurangi menjadi 10 orang. 

"Mereka nanti akan ikut setiap daerah, kita siap mengutus tapi tunggu instruksi lanjutan dulu," ujarnya. 

Program Komcad sendiri merupakan bagian dari sistem pertahanan negara yang memberi kesempatan kepada warga negara, termasuk ASN, untuk mendapatkan pelatihan dasar kemiliteran. 

Program tersebut guna memperkuat komponen pertahanan nasional.

Pelaksanaannya berada di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Pemkot Makassar menegaskan, pada prinsipnya siap mendukung kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi sepanjang sudah ada regulasi dan petunjuk teknis yang jelas. 

“Kalau sudah ada surat resmi dan juknisnya, tentu kita akan tindak lanjuti sesuai mekanisme,” lanjut Kamelia. 

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebut akan mengerahkan 500 ASN untuk mengikuti Komcad. 

Nantinya ASN terseleksi akan mengikuti pelatihan selama dua bulan.

Setelah itu, ASN yang layak akan terdaftar sebagai Komcad TNI.

Proses seleksinya pun disebutnya ketat. Sebab menyasar ASN berusia di Bawah 35 tahun.

"Harus dia memiliki fisik yang cukup, ada pemeriksaan kesehatan, seperti mau daftar tantara," katanya. (*) 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved