Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Andi Amran Sulaiman Pulang Kampung Jadi Pembicara di Asrama Haji Sudiang

Amran Sulaiman berbagi pengalaman panjangnya sebagai birokrat selama 22 tahun hingga jadi pengusaha

Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman jadi pembicara dalam agenda Leadership Camp yang digelar di Asrama Haji Makassar, Kamis (26/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Andi Amran Sulaiman jadi pembicara dalam agenda Leadership Camp yang digelar di Asrama Haji Makassar, Kamis (26/2/2026)
  • ASN Sulsel jadi peserta
  • Di depan para ASN, Amran mengatakan, kepemimpinan adalah amanah, bukan sekadar jabatan

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pulang kampung ke Makassar. Ia jadi pembicara dalam agenda Leadership Camp yang digelar di Asrama Haji Makassar, Kamis (26/2/2026). 

Peserta Leadership Camp ASN Sulsel. Turut hadir Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Bangun Nawoko, Kejati.

Di depan para ASN, Amran mengatakan, kepemimpinan adalah amanah, bukan sekadar jabatan. 

“Memimpin itu indah dalam mimpi, tetapi tidak mudah dalam kenyataan. Pemimpin yang adil dimuliakan, yang tidak adil kehilangan kehormatan,” kata Amran.

Ia berbagi pengalaman panjangnya sebagai birokrat selama 22 tahun, tiga periode di kabinet, 20 tahun sebagai pengusaha, dan 13 tahun sebagai dosen.

Bahkan, ia pernah menjadi penyuluh pertanian lapangan (PPL) selama 15 tahun, buruh kebersihan, hingga bertugas 8,5 tahun di wilayah perbatasan.

Menurutnya, tekanan dan ujian justru membentuk karakter kepemimpinan.

Amran mengingatkan pentingnya integritas dan profesionalisme berjalan beriringan. Ia menyoroti bahaya “virus sosial” di birokrasi, seperti mental kerja sekadar formalitas.

“Self-confidence harus tinggi. Jangan merasa kecil hati. Kalau terus melakukan hal yang sama dan berharap hasil berbeda, itu tidak masuk akal. Harus ada perubahan mindset,” ujarnya.

Dengan jumlah pegawai sekitar 60 ribu yang melayani 160 juta petani dan masyarakat, tanggung jawab Kementerian Pertanian sangat besar.

Target swasembada, kata dia, adalah kehormatan bangsa dan jalan menuju kedaulatan pangan.

Ia memaparkan berbagai langkah strategis, mulai dari distribusi pupuk langsung dari pabrik ke petani, efisiensi anggaran Rp 524 triliun, pembangunan tujuh pabrik baru, hingga program hilirisasi 10–15 tahun ke depan dengan total anggaran Rp 370 triliun.

Enam komoditas prioritas menjadi fokus penguatan, yakni tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan lada/pala dengan dukungan anggaran Rp 9,95 triliun.

Selain itu, program MBG untuk generasi emas didukung Rp 70 triliun untuk pengembangan ayam, serta penguatan potensi kelapa dalam dan gambir.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved