Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cuaca Buruk

Makassar Siaga Pohon Tumbang

Disampaikan Appi saat Safari Ramadan di Masjid KH Bakri, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Selasa (24/2/2026).

Tayang:
Istimewa/BPBD Makassar
ANGIN KENCANG - Proses penanganan pohon runhanh di Jl Ir Sutami, Kecamatan Tamalanrea Makassar , Minggu (1/2/2026). Pohon tumbang tersebut menimpa warga yang berjalan rambutan di Jl Ir Sutami, dekat dari SMA 6 Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Curah hujan tinggi disertai angin kencang masih terjadi di Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini meningkatkan risiko pohon tumbang di sejumlah ruas jalan.

Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin (50) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.

Disampaikan Appi saat Safari Ramadan di Masjid KH Bakri, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Selasa (24/2/2026).

Ketua DPD II Partai Golkar Makassar itu salat subuh berjamaah bersama warga setempat.

Usai salat, Appi menyampaikan sejumlah pesan kepada jamaah.

Salah satunya terkait potensi bahaya saat beraktivitas di luar rumah dalam kondisi cuaca ekstrem.

“Curah hujan masih relatif sangat tinggi. Saya berharap semua mawas, menghindari kegiatan atau hal-hal yang bisa berakibat fatal datangnya bencana,” ujarnya.

Appi juga menyoroti kondisi sejumlah pohon di Makassar yang dinilai sudah berusia tua dan rentan tumbang.

Menurutnya, banyak pohon yang akarnya terhimpit konstruksi beton di sekitarnya.

Akibatnya, pohon tidak memiliki ruang cukup untuk tumbuh dan mencengkeram tanah dengan kuat.

Saat hujan deras disertai angin kencang, pohon tidak hanya berisiko patah pada bagian batang, tetapi juga dapat tercabut hingga ke akar.

“Beberapa kejadian pohon tumbang bukan karena batangnya patah, tetapi karena akarnya tercabut. Artinya, kondisinya memang sudah tidak kuat menopang beban. Ini harus kita waspadai bersama,” jelasnya.

Appi pun mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di sekitar pohon besar saat cuaca ekstrem.

Banjir Tello

Hujan yang mengguyur Makassar sejak Senin (23/2/2026) malam menyebabkan sejumlah wilayah tergenang.

Beberapa kawasan permukiman bahkan terendam banjir, termasuk di Jalan Meranti, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Selasa (24/2/2026).

Sedikitnya ratusan rumah terdampak.

Ketinggian air bervariasi, mulai sekitar 40 sentimeter hingga 1 meter atau setinggi paha sampai pinggang orang dewasa.

Lokasi terparah di Jalan Meranti Gang 4, 5, dan 6.

Pantauan di lokasi, sejumlah warga masih bertahan di lantai dua rumah mereka.

Sebagian lainnya menunggu air surut sambil membersihkan sisa lumpur yang masuk ke dalam rumah.

Salah seorang warga, Anton, mengatakan banjir di kawasan tersebut sudah menjadi langganan setiap tahun, terutama saat musim hujan.

“Ini sudah langganan. Dua tahun terakhir ini kejadiannya parah lagi. Tadi malam hujan deras dari sekitar jam 2 sampai setengah 5 pagi,” ujarnya.

Di rumah Anton, air masuk setinggi mata kaki. Namun di wilayah yang lebih rendah, ketinggian air disebut mencapai 1,8 meter hingga 2 meter.

“Sekarang sudah mulai surut pelan-pelan. Tapi kalau hujan lagi, bisa naik lagi karena ada pengaruh air pasang,” katanya.

Anton menjelaskan, kawasan itu berkontur cekungan sehingga menjadi titik kumpul air kiriman dari wilayah sekitar.

“Air ini kiriman, semua terkumpul di sini lewat gorong-gorong besar,” jelasnya.

Ia memperkirakan hampir 100 kepala keluarga (KK) di Gang 4, 5, dan 6 terdampak banjir kali ini.

Warga lainnya, Vina, mengatakan air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 23.00 Wita setelah hujan deras mengguyur beberapa jam.

Menurutnya, ketinggian air sempat mencapai dada orang dewasa di dalam rumah.

“Jam 11 malam air mulai naik. Tadi malam tingginya sampai sebatas dada, bahkan di beberapa titik hampir seleher. Sekarang sudah agak turun sedikit, tapi memang tiap tahun begini,” katanya.

Banjir tahunan itu, kata Vina, kerap memaksa sebagian warga mengungsi sementara ke rumah keluarga atau menyewa tempat tinggal di lokasi yang lebih tinggi.

“Kami antisipasi makanan anak-anak dan kesehatan karena takut penyakit,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved