Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dari Panggung ke Berkah, Perjalanan DOI Dalam Bisnis EO

setiap event adalah ruang belajar yang menghadirkan tantangan baru dan tak jarang menguji daya tahan mental serta kepemimpinan.

Tayang:
Editor: Muh. Abdiwan
Tribun-timur.com/Muh. Abdiwan
CEO DOUBLE HELIX - CEO Double Helix Indonesia sekaligus penggagas Double Group, dr. Ichal Tawil berkordinasi dengan tim dalam salah satu event yang dihendel beberapa hari lalu. Menurut pria yang akrab disapa DOI itu, setiap event adalah ruang belajar yang menghadirkan tantangan baru dan tak jarang menguji daya tahan mental serta kepemimpinan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gemerlap panggung dan megahnya sebuah acara sering kali menutup cerita panjang tentang kegagalan, tekanan, dan proses jatuh bangun yang membentuk mental seorang pelaku industri kreatif.

Hal itu diakui oleh dr. Ichal Tawil, CEO Double Helix Indonesia sekaligus penggagas Double Group, yang menyebut perjalanan membangun bisnis Event Organizer bukanlah kisah instan penuh kemudahan.

Menurut pria yang akrab disapa DOI itu, setiap event adalah ruang belajar yang menghadirkan tantangan baru dan tak jarang menguji daya tahan mental serta kepemimpinan.

“Di industri ini kita tidak pernah benar-benar merasa paling siap, karena setiap acara punya ceritanya sendiri, selalu ada hal baru yang harus dipelajari,” ujar dr. Ichal.

Ia mengungkapkan bahwa dinamika seperti perubahan konsep mendadak, koordinasi banyak vendor, hingga kendala teknis di lapangan merupakan bagian dari proses pendewasaan sebuah tim.

“Kadang kita sudah siapkan A sampai Z, tapi di lapangan bisa berubah dalam hitungan menit, di situlah kita belajar tenang, belajar cepat mengambil keputusan,” katanya.

Melalui unggahan reflektif di media sosialnya, dr. Ichal juga menuliskan kalimat yang menggambarkan perjalanan spiritual sekaligus profesionalnya dalam berbisnis.

“Masih belajar, masih bertumbuh, masih diberi kesempatan untuk berbagi berkah, semoga keberkahan ini terus mengalir,” tulisnya di akun IG @ichaltawil pada Senin (23/2).

Ia menjelaskan bahwa kalimat tersebut lahir dari kesadaran bahwa pencapaian yang diraih hari ini bukanlah garis akhir, melainkan proses yang harus terus dijaga dengan kerendahan hati.

“Kalau kita berhenti belajar, di situlah sebenarnya kita mulai tertinggal, jadi saya selalu tanamkan ke tim bahwa kita semua sedang bertumbuh bersama,” tuturnya.

Lebih jauh, dr. Ichal menegaskan bahwa tujuan membangun Double Helix Indonesia bukan semata mengejar keuntungan finansial, melainkan menciptakan kebermanfaatan yang lebih luas.

“Bisnis ini bukan hanya soal profit, tapi bagaimana setiap proyek bisa menghidupi banyak orang dan membawa dampak baik untuk sekitar,” ucapnya.

Ia menyadari bahwa industri Event Organizer adalah sektor padat karya yang melibatkan kru panggung, tenaga lepas, vendor, hingga pelaku kreatif lain yang bergantung pada kelangsungan proyek.

“Ketika satu event sukses, bukan cuma perusahaan yang senang, tapi ada banyak keluarga yang ikut merasakan hasilnya, itu yang membuat saya selalu bersyukur,” katanya.

Baginya, keberkahan adalah ketika sebuah usaha mampu terus memberi nilai tambah, tidak hanya bagi klien, tetapi juga bagi tim dan lingkungan sekitar.

“Selama kita niatkan bekerja sebagai ibadah dan ruang berbagi, saya yakin rezeki dan keberkahan akan mengikuti,” pungkas dr. Ichal Tawil.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved