Jenderal TNI
Profil Rudy Saladin dan Faridah Faisal, 2 Jenderal TNI Asal Makassar Karier Moncer
Sementara Mayjen Rudy Saladin menjabat Pangdam V/Brawijaya sejak 24 Juli 2024.
TRIBUN-TIMUR.COM - Profil dua jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) kelahiran Makassar.
Mereka, Mayjen Rudy Saladin dan Brigjen Faridah Faisal.
Keduanya punya karier moncer di era Presiden Prabowo.
Brigjen Faridah Faisal baru dipromosi menjabat Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmiltama) per Senin 9 Februari 2026.
Ia menggantikan Marsekal Muda TNI Haryo Kusworo per Senin 9 Februari 2026.
Faridah Faisal menjadi perempuan pertama menjabat Kadilmiltama.
Perempuan kelahiran Makassar ini juga lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Sementara Mayjen Rudy Saladin menjabat Pangdam V/Brawijaya sejak 24 Juli 2024.
Pria kelahiran Ujung Pandang 17 September 1975 itu adalah prajurit pertama di angkatannya menjabat Panglima Kodam di Jawa Timur.
Ia juga peraih Adhi Makayasa Akademi Militer (Akmil) 1997.
Rudy memegang tongkat komando kodam di umur 48 tahun.
Nama Mayjen Rudy Saladin pun tercatat sebagai Pangdam Termuda Indonesia.
Sederet prestasi pernah ditorehkan Rudy Saladin selama di TNI.
Profil Dua TNI Kelahiran Makassar:
Brigjen Faridah
Brigjen TNI Faridah Faisal SH MH merupakan sosok jenderal perempuan Pati TNI kelahiran Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), 23 Juni 1968 atau berusia 57 tahun.
Meski disebutkan lahir di ibu kota Provinsi Sulsel itu, Brigjen Faridah tumbuh besar dan bersekolah di Kota Kendari, ibu kota Sulawesi Tenggara (Sultra).
Brigjen Faridah berdomisili, menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah atasnya, di ibu kota Provinsi Sultra ini.
Dia dulunya berdomisili di Jalan Beringin, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.
Kini jalan tersebut berlokasi persis di sisi kiri Lippo Plaza, salah satu pusat perbelanjaan di Kota Lulo.
Dia menyelesaikan sekolah dasarnya yang berlokasi tak jauh dari kediamannya, Sekolah Dasar (SD) 1 Wua-Wua.
Menyelesaikan pendidikan menengah pertamanya di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kendari.
Sekolah ini berlokasi di Jalan Dr Sam Ratulangi, Kelurahan Kemaraya.
Selanjutnya, menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN 1 Kendari.
Brigjen Faridah angkatan 1983 (1983-1986) di sekolah yang berlokasi di Jalan Mayjen Sutoyo, Kelurahan Tipulu, tersebut.
Istri dari Ir Budi Santoso MSi ini kemudian melanjutkan pendidikannya di Kota Makassar, Provinsi Sulsel.
Dia menempuh pendidikan sarjana hukum (SH) di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin atau FH Unhas, 1987-1991.
Brigjen Faridah juga menyandang gelar Magister Hukum (MH) dari universitas ini tahun 2011.
Karir Pengadilan Militer
Selepas sarjana, Brigjen Faridah mengikuti Sekolah Perwira Militer Wajib (Sepamilwa).
Dia alumni Sepamilwa angkatan 1992, berasal dari kecabangan Korps Hukum (Chk).
Lembaga pendidikan pembentukan perwira TNI yang berasal dari lulusan perguruan tinggi (D4/S1) itu kini dikenal Sekolah Perwira Prajurit Karier atau Sepa PK TNI.
Selepas menyandang pangkat Letnan Satu (Lettu) TNI, dia memulai karirnya di Komando Hukum Daerah Militer (Kumdam) VII Wirabauna (Kodam XIV/Hasanuddin) di Kota Makassar.
Berbagai jabatan strategis pun pernah diembannya, tak hanya Pengadilan Militer (PM) di ibu kota Provinsi Sulsel ini.
Tetapi diberbagai wilayah di Indonesia, pernah menjadi Kepala Pengadilan Militer atau Kadilmil II-11 Yogyakarta.
Selanjutnya, Kadilmil III-16 Makassar, Kepala Pengadilan Tinggi Militer (Kadilmilti) III Surabaya, hingga Kadilmilti II Jakarta.
Brigjen Faridah lalu menjabat Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung, hingga Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama.
Terbaru, dia resmi menjabat Kadilmiltama yang berada di ibu kota negara, daerah hukumnya meliputi seluruh wilayah RI.
Pengadilan Militer Utama melakukan pengawasan penyelenggaraan peradilan di semua lingkungan Pengadilan Militer, Pengadilan Militer Tinggi (Dilmilti), dan Pengadilan Militer Pertempuran se-Indonesia.
Sejumlah kasus besar yang menarik perhatian publik pun pernah ditanganinya.
Salah satunya yaitu kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Kolonel Inf Priyanto terhadap sejoli Handi dan Salsabila di Jawa Barat pada tahun 2021.
Selain itu, Brigjen Faridah juga pernah menangani kasus Tragedi Cebongan yang melibatkan Serda Ucok Tigor Simbolon.
Biodata Brigjen Faridah
Nama: Brigjen TNI Faridah Faisal SH MH
Lahir: Makassar, 23 Juni 1968 (usia 57 tahun)
Suami: Ir Hendro Budi MSi
Anak: Fadil Cakra P, Dwi Bimo W, Jeimima Amelia P
Pendidikan Umum:
SDN 1 Wua-Wua Kendari (1980)
SMPN 1 Kendari (1983)
SMAN 1 Kendari (1986)
S1 Fakultas Hukum Unhas Makassar (1991)
S2 Hukum Unhas (2011)
Pendidikan Militer:
Sepamilwa (1992)
SekalihpaKum (1997)
Suspaminmildata (1999)
Selapa Kum (2001)
Susjabkimmil (2004)
Riwayat Karir:
Pama Kumdam VII/Wirabuana (15/02/1991)
Anggota Pok Banhatluhkum Gol VII Kumdam VII/Wirabuana (01/05/1993)
Anggota Pok Banhatluhkum Gol VII Kumdam VII/Wirabuana (01/01/1996)
Kasi Undang Kumdam VII/Wirabuana (02/11/2001)
Kasi Dukkum Kumdam VII/Wirabuana (01/05/2004)
Kaurdak Otmil III-16 Makassar (03/05/2005)
Pamen MA (28/02/2006)
Anggota Pokkimmil Gol VI Dilmil III-16 Makassar (20/03/2006)
Anggota Pokkimmil Gol VI Dilmil II-09 Bandung (10/05/2010)
Anggota Pokkimmil Gol V Dilmil II-09 Bandung (28/02/2011)
Kadilmil II-11 Yogyakarta (08/05/2012)
Waka Dilmil III-12 Surabaya (15/09/2014)
Kadilmil III-16 Makassar (01/10/2015)
Anggota Pokkimmilti Gol IV Dilmilti II Jakarta (15/08/2018)
Waka Dilmilti III Surabaya (2020)
Kadilmilti III Surabaya (23/06/2021)
Kadilmilti II Jakarta (21/01/2022)
Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung (07/02/2024)
Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama (27/05/2025).(*)
Mayjen TNI Rudy Saladin
Rudy Saladin lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan pada 17 September 1975.
Dia, adalah perwira lulusan Akmil tahun 1997.
Di angkatannya, Rudy Saladin lulusan terbaik, peraih bintang Adhi Makayasa.
Rudy Saladin tercatat sebagai alumni SMA Taruna Nusantara.
Dia juga pemegang gelar S-2 International Relations, Webster University St. Louis, Missouri, Amerika Serikat.
Sebelumnya Rudy Saladin saat ini dipercaya menjadi komando Matra Angkatan Darat yaitu Komandan Korem atau Danrem 061/ Suryakancana dibawah Komando Daerah Militer atau Kodam III/Siliwangi.
Area teritorinya meliputi Komando Distrik Militer (Kodim) Kota Bogor, Sukabumi, Cianjur, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Pelabuhan Ratu.
Saat itu Rudy Saladin menggantikan seniornya Brigjen TNI Achmad Fau.
Ia juga menempuh pendidikan di luar negeri.
Rudy Saladin adalah eks ajudan Jokowi sejak periode 2019 - 2021 lalu.
Selepas menjadi ajudan, Rudy Saladin mengisi pos jabatan Danrem 074/Warastratama.
Setelah meraih predikat lulusan terbaik Akmil tahun 1997, Rudy melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat di US Army Command and General Staff College Fort Leavenworth, Amerika Serikat.
Dia kemudian melanjutkan pendidikan ke Advanced Infantry Officers Course (sekolah lanjutan perwira) i SAFTI Singapura dan lulus tahun 2003.
Tak berhenti sampai di situ, Rudy melanjutkan pendidikannya ke Webster University St. Louis, Missouri, Amerika Serikat dan meraih gelar S2 Hubungan Internasional.
Sama halnya dengan mantan Panglima TNI Andi Perkasa, yang juga melanjutkan studi di Amerika Serikat.
Lahir : 17 September 1975 (umur 46), Ujung Pandang, Sulawesi Selatan
Pasangan : Ny. Chrisma Virawanti, B.A.
Almamater :
SMA Taruna Nusantara (1994)
Akademi Militer (1997)
Webster University (2008)
Penghargaan sipil :
Adhi Makayasa – Tri Sakti Wiratama (1997)
Dinas militer
Pihak : Indonesia
Dinas/cabang: TNI Angkatan Darat
Masa dinas : 1997—sekarang
Pangkat: Mayor Jenderal
Satuan: Infanteri
Rudy, tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting.
Dia adalah mantan Ajudan Presiden RI Joko Widodo.
Dia kemudian menjabat Komandan Korem 074/Warastratama.
Riwayat Pendidikan :
– SMA Taruna Nusantara (1994)
– Akademi Militer (1997)
– Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat di US Army Command and General Staff College Fort Leavenworth, Amerika Serikat
– Advanced Infantry Officers Course (sekolah lanjutan perwira) i SAFTI Singapura tahun (2003)
– S-2 Hubungan Internasional di Webster University St. Louis, Missouri, Amerika Serikat
Riwayat Jabatan :
– Danton Yonif Linud 328/Dirgahayu
– Danki Yonif Linud 328/Dirgahayu
Perwira Staf Operasi
– Kasi Brigif Linud 17/Kujang I
– Wadan Yonif Linud 330/Tri Dharma
– Pabandya Ops Kodam VI/Mulawarman
– Danyonif 613/Raja Alam
– Dandim 1008/Tanjung Tabalong
– Waaspers Kasdivif 1/Kostrad
– Sespri Kasad
– Danbrigif 6/Trisakti Baladaya[2][3] (2017—2018)
– Asops Kodam VI/Mulawarman (2018—2019)
– Ajudan Presiden RI (2019—2021)
– Komandan Korem 074/Warastratama (2021—2022)
-Komandan Korem 061/ Suryakancana (2022-sekarang).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Mayjen-Rudy-Saladin-dan-Brigjen-Faridah-Faisal-Du.jpg)