Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makassar Creative Hub Strategi Utama Tekan Angka Pengangguran

Zainal Ibrahim menyebut, tingkat pengangguran terbuka di Kota Makassar tahun 2025 tercatat sebesar 9,60 persen dari total 688.454 penduduk

Tayang:
Editor: Waode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar mencatat 66.065 warga Makassar masih menganggur. 

Data tersebut dipaparkan Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar Zainal Ibrahim dalam Forum Perangkat Daerah (FPD) Ketenagakerjaan. 

Agenda berlangsung di Hotel Novotel Grand Shayla Jl Chairil Anwar, Rabu (4/2/2026). 

Zainal menyebut, tingkat pengangguran terbuka di Kota Makassar pada tahun 2025 tercatat sebesar 9,60 persen dari total 688.454 penduduk angkatan kerja.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya arus penduduk usia produktif yang datang ke Makassar untuk menempuh pendidikan maupun mencari pekerjaan.

Kota Makassar yang memiliki posisi strategis di Kawasan Indonesia Timur serta banyaknya perguruan tinggi menjadi daya tarik bagi pencari kerja dari berbagai daerah

Lanjut Zainal, sektor perdagangan dan industri masih menjadi potensi utama dalam penciptaan lapangan kerja.

Selama lima tahun terakhir, Pemkot Makassar mengembangkan berbagai program perluasan kesempatan kerja yang bersifat ramah tenaga kerja atau employment friendly.

Program tersebut antara lain pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan sesuai hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). 

Ada juga penyediaan tenaga kerja siap pakai, serta peningkatan kualitas pelatihan kerja bagi pencari kerja lokal.

Selain itu, Pemkot Makassar juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk menghadapi persaingan pasar kerja yang semakin kompetitif. 

Ia berharap, sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran

Makassar Creative Hub (MCH), serta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai strategi utama menekan angka pengangguran di Kota Makassar.

Kedua program ini diarahkan untuk menjawab persoalan keterbatasan keterampilan kerja sekaligus meningkatkan rasa aman bagi pekerja, khususnya kelompok rentan.

Melalui Makassar Creative Hub, Disnaker memfasilitasi pelatihan kerja berbasis minat dan potensi generasi muda.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Baharuddin Mustamin mengatakan, program ini menyasar keterampilan praktis yang memiliki peluang pasar. 

Seperti tata boga, barbershop, servis handphone, cuci AC, hingga usaha jasa lainnya. 

Pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan pada pembentukan kemandirian ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru.

Selain itu, MCH juga menjadi wadah pembinaan kreativitas anak muda agar terlibat dalam aktivitas yang produktif dan positif. 

Di sisi lain, Disnaker Makassar memperkuat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. 

Program ini memberikan kepastian perlindungan bagi pekerja informal, pekerja berisiko, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap terlindungi saat menjalankan aktivitas kerja.

Perlindungan jaminan sosial tersebut mencakup upaya memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya. 

Sehingga mereka dapat bekerja secara produktif tanpa kekhawatiran terhadap risiko kecelakaan kerja maupun ketidakpastian ekonomi. 

Dengan mengombinasikan penguatan keterampilan melalui Makassar Creative Hub dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan. 

Sekaligus mendorong penurunan angka pengangguran secara berkelanjutan. (*) 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved