Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tragedi Pesta Ballo di Makassar: Driver Ojol Tewas, 3 Orang Diamankan

Driver ojol tewas usai pesta miras ballo di Makassar, tiga orang diamankan polisi.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN TIMUR/Muslimin Emba
PESTA MIRIS - Saat jenazah RR (50) dimasukkan ke kantong jenazah oleh personel Dokpol Biddokkes Polda Sulsel usai korban tewas di lokasi pesta miras Jl Banta-bantaeng, Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel, Selasa (6/1/2025) malam. Tiga orang diamankan. 
Ringkasan Berita:
  • Seorang driver ojek online berinisial RR (50) ditemukan tewas usai pesta miras jenis ballo di Jl Banta-bantaeng, Makassar, Selasa (6/1/2025) malam.
  • Korban diduga dipukul saat terjadi cekcok soal pembayaran miras. 
  • Polisi mengamankan tiga orang, termasuk pemilik rumah lokasi pesta. Jenazah RR dibawa ke RS Bhayangkara dan diotopsi Biddokkes Polda Sulsel untuk memastikan penyebab kematian.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pesta minum keras (miras) berujung maut di Jl Banta-bantaeng, Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (6/1/2025) malam.

Begitulah yang dialami RR (50), driver ojek online beralamat Moncongloe, Kabupaten Maros.

Pria paruh baya itu ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di dalam kolong rumah panggung warga.

Sebelum tergeletak, RR diduga ikut berpesta miras bersama sejumlah pria lainnya.

Diduga ada insiden pemukulan terhadap RR oleh pria lain yang turut berpesta miras.

Pantauan Tribun di lokasi, pukul 23.04 Wita, polisi dari Polsek Rappocini baru saja melakukan olah TKP.

Olah TKP dilakukan bersama Tim INAFIS Polrestabes Makassar dan Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.

Dari dokumentasi olah TKP yang diperoleh, RR tampak mengenakan kaos merah dipadukan jaket ojol dan celana panjang hitam.

Setelah olah TKP, mayat RR dimasukkan ke kantong jenazah lalu dibawa ambulans ke RS Bhayangkara.

Tribun dan beberapa awak media berusaha mewawancarai Kanit Reskrim Polsek Rappocini Iptu Ali Jaras.

Namun, Ali Jaras bergegas meninggalkan lokasi sebelum wawancara dilakukan.

Salah satu warga menyebut rumah panggung berwarna biru itu memang kerap dijadikan lokasi pesta miras.

“Hampir tiap malam di situ minum-minum. Tadi agak banyak saya lihat keluar dari dalam setelah kejadian,” ucapnya enggan menyebut nama.

Kapolsek Rappocini Kompol Ismail membenarkan adanya kejadian itu.

Ia mengatakan, untuk saat ini ada tiga orang yang diamankan, termasuk pemilik rumah.

“Adami pelakunya ditangkap. Mereka lagi minum-minum ballo di situ, terus selesai minum ballo ditagih uang ballonya,” kata Ismail.

Ballo adalah tuak tradisional Sulawesi Selatan yang memabukkan saat difermentasi.

“Tidak cukup pembayarannya, dia melakukan pemukulan,” ujar Ismail, tak merinci siapa sosok yang ditagih uang ballo dan siapa sosok yang menagih.

“Jadi begitu dipukul langsung terjatuh, meninggal,” sambungnya.

Hasil interogasi sementara, kata dia, terduga pelaku membantah memukul korban.

“Menurut pengakuannya (pelaku) dia dorong katanya, dia jatuh. Meninggal,” sebutnya.

Meski demikian, Ismail menegaskan pengakuan itu akan dibuktikan setelah hasil otopsi jenazah dikeluarkan Biddokkes Polda Sulsel.

“Kita masih tunggu hasil otopsinya ini (korban), karena baru diotopsi tadi jam 06.00,” katanya.

Adapun tiga sosok yang diamankan, lanjut Ismail, turut hadir dalam pesta miras itu.

“Yang diamankan ada dua, tiga dengan pemilik lokasi, pemilik rumah. Inisial HB (40), AR (39), dan pemilik rumah Mardi Dg Ngeppe,” bebernya.

Untuk pasal yang akan diterapkan, kata Ismail, belum ditentukan lantaran saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan.

“Kita masih dalam BAP sekarang, masih dalam pemeriksaan,” tuturnya. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved