Pilrek Unhas
Karya Nyata Prof JJ Dibalik Serangan Fitnah Jelang Pilrek Unhas
Di tengah proses ini, ia menghadapi beragam narasi yang berusaha menyoroti sisi negatif, dari dugaan penyewaan ruang kampus hingga isu kematian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kampus merah, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, saat ini sedang diperhadapkan dengan Pemilihan Rektor periode 2026–2030
Nama Prof Jamaluddin Jompa, M.Sc., tak lagi sekadar dikenal sebagai rektor petahana.
Akhir akhir ini, ia menjadi perbincangan publik, tidak hanya karena capaian akademik Unhas yang ia torehkan, tetapi juga karena berbagai isu dan informasi tidak akurat yang tertuju ke guru besar yang akrab disapa Prof JJ ini.
Pada November 2025, Prof JJ berhasil lolos tahap penyaringan Senat Akademik dengan 74 dari 93 suara sah, bersaing dengan dua kandidat lain, Prof dr Budu dan Prof Sukardi Weda.
Tahap akhir pemilihan oleh Majelis Wali Amanat dijadwalkan Januari 2026.
Di tengah proses ini, ia menghadapi beragam narasi yang berusaha menyoroti sisi negatif, dari dugaan penyewaan ruang kampus hingga isu kematian mahasiswa pada 2023.
Pihak Unhas melalui Humas Unhas secara tegas menegaskan bahwa sebagian besar isu yang beredar adalah hoaks atau informasi yang tidak akurat.
Misalnya, soal penyewaan ruang di Kampus Unhas Jakarta pendapatan dari penyewaan tersebut masuk ke rekening resmi kampus, sesuai Surat Keputusan Rektor, dan bukan merugikan negara.
Begitu pula tudingan terkait penyimpangan pemilihan rektor, pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal Kemendiktisaintek memastikan proses berjalan kondusif, sesuai ketentuan, dan mendapat apresiasi Menteri terkait.
Tak hanya itu, isu lama tentang meninggalnya Virendy Marjefy Wehantouw, mahasiswa Arsitektur saat diksar Mapala 2023, kembali diangkat.
Pihak kampus menekankan peristiwa ini menyedihkan, namun pengaitannya dengan kontestasi Pilrek merupakan narasi yang tidak proporsional.
Orang tua almarhum telah melaporkan proses ini ke pihak kepolisian, dan hukum berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
PRESTASI Unhas di Tangan JJ
Di balik sorotan isu negatif, capaian Unhas di bawah kepemimpinan Prof Jamaluddin tetap gemilang.
Unhas berhasil menjadi Juara Umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), membawa piala ke luar Pulau Jawa.
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unhas menempati peringkat pertama nasional dalam pendanaan.
Tidak hanya itu, Unhas resmi masuk QS World University Rankings Top 1000, dan jumlah profesor meningkat drastis, menjadikan Unhas salah satu kampus dengan jumlah profesor terbanyak di Indonesia.
Model riset berbasis Thematic Research Group (TRG) diterapkan untuk publikasi internasional, sementara digitalisasi layanan akademik dan manajemen kampus berjalan lebih agresif daripada sebelumnya.
Di mata kolega dan mahasiswa, Prof Jamaluddin adalah sosok yang memandang prestasi dan integritas sebagai pondasi utama.
Di tengah riuhnya isu dan hoaks, perjalanan kariernya menjadi cerminan bagaimana seorang akademisi mampu mengawal reputasi institusi sekaligus mendorong prestasi mahasiswa dan dosen di tingkat nasional maupun global.
Anak Tentara
Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2022–2026
Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, M.Sc resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2022–2026 pada Rabu, 27 April 2022 lalu.
Pelantikannya disambut dengan harapan besar dari berbagai pihak agar Unhas semakin berprestasi dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Universitas Hasanuddin kala itu dinilai berhasil menunjukkan praktik demokrasi yang sehat dalam proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Unhas yang berlangsung pada Kamis, 27 Januari 2022.
Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unhas, Jusuf Kalla, menyebut proses pemilihan tersebut berlangsung sangat demokratis.
“Ini pemilihan yang sangat demokratis,” ujar Jusuf Kalla saat Pilrek silam.
Saat itu, Prof Jamaluddin Jompa yang menjabat sebagai Kepala Sekolah Pascasarjana Unhas ditetapkan sebagai Rektor Unhas terpilih setelah meraih 11 suara dari Majelis Wali Amanat (MWA).
Dua kandidat lainnya, yakni Prof Dr Farida Pattingi dan Prof dr Budu, masing-masing memperoleh 5 dan 9 suara.
Prof jeje lahir di Takalar pada 8 Maret 1967.
Ia merupakan putra seorang prajurit Kodim yang kerap berpindah tugas.
Pendidikan dasar ia tempuh di SD Sampeang, Kabupaten Bulukumba.
Saat kelas IV SD, ia mengikuti orang tuanya pindah ke SD 13 Pinrang, kemudian ke Desa Paria, Kabupaten Pinrang.
Pendidikan menengah ia lanjutkan di SMP Negeri 2 Pinrang dan SMA 243 Pinrang (kini SMA Negeri 1 Pinrang).
Setelah lulus SMA pada 1985, Jamal melanjutkan pendidikan tinggi di Jurusan Perikanan Universitas Hasanuddin dan meraih gelar sarjana pada 1989.
Sebelum memasuki bangku kuliah, Jamal banyak menghabiskan waktu membantu orang tua bekerja di sawah.
Di sela-sela bekerja, ia tetap menyempatkan diri belajar dan membaca buku karena bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Universitas Hasanuddin. Usahanya membuahkan hasil, ia tidak hanya diterima di Unhas, tetapi juga lulus ujian nasional SMA dengan nilai terbaik.
Pendidikan pascasarjana Jamal dimulai pada 1994 dengan mengambil program magister Coral Reef Assessment and Monitoring di McMaster University, Kanada.
Ia meraih gelar Master of Science (MSc) pada 1996, kemudian melanjutkan studi doktoral di James Cook University, Australia, dan menyelesaikannya pada 2003.
Di Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa juga menjabat sebagai Ketua Pusat Keunggulan untuk Ketahanan Kelautan dan Pembangunan Berkelanjutan.
Ia memiliki pengalaman panjang dalam bidang biologi terumbu karang dan ekologi pesisir, termasuk kerja-kerja pendampingan masyarakat pesisir.
Berkat kepakarannya, ia dipercaya menjadi Anggota Penasihat Bidang Ekologi Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sejumlah posisi strategis lain yang pernah dan sedang diembannya antara lain:
Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Universitas Hasanuddin
Ketua Kelompok Penasihat Ilmiah Komite Koordinasi Nasional Coral Triangle Initiative (CTI)
Anggota Dewan Coral Triangle Center (CTC)
Anggota Komisi Nasional Penilaian Stok Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Prof Jamaluddin Jompa juga merupakan anggota perdana Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) sekaligus ketua pertama ALMI sejak didirikan pada tahun 2015.
| Kenapa Prof Jamaluddin Jompa Layak Jadi Rektor Unhas Kedua Kalinya? Ini Poin Pencapaiannya |
|
|---|
| Prof JJ Terpilih Lagi, Prof Farida : Unhas Siap Bersaing di Panggung Internasional |
|
|---|
| Pilrek Unhas Usai, Prof JJ dan Prof Sukardi Serukan Rekonsiliasi |
|
|---|
| Permintaan Khusus Wakil Menteri Pendidikan ke Prof JJ Rektor Unhas 2026-2030 |
|
|---|
| Meski Raih 0 Suara, Mengapa Guru Besar UNM Prof Sukardi Weda Tetap Bangga Maju di Pilrek Unhas? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Jamaluddin-Jompa-2025-5555.jpg)