Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SPJM Latih Penyandang Disabilitas di Makassar Jadi Pengusaha Andal

SVP Sekretaris Perusahan SPJM, Tubagus Patrick, menjelaskan pelatihan dihadirkan untuk mendukung kemandirian penyandang disabilitas.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Rudi Salam
PEMBERDAYAAN DISABILITAS - Direksi PT SPJM berfoto usai memberikan bantuan kepada peserta pelatihan Sahabat Inspiratif Pelindo Difablepreneur di Aula Sentra Wirajaya Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (1/12/2025) siang. Puluhan penyandang disabilitas akan dilatih membuat totebag dan batik ciprat. 

Ringkasan Berita:
  • 30 peserta dari penyandang disabilitas untuk mengikuti pembukaan pelatihan Sahabat Inspiratif Pelindo Difablepreneur.
  • SPJM juga menyerahkan bantuan empat kursi roda elektrik, delapan kursi roda biasa, dan dua tongkat.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Puluhan orang dengan setelan baju krem duduk rapi di dalam aula Sentra Wirajaya Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (1/12/2025) siang.

Tampak beberapa kursi roda dan tongkat tersimpan di samping kursi berwarna merah tersebut.

Mereka adalah 30 peserta dari penyandang disabilitas untuk mengikuti pembukaan pelatihan Sahabat Inspiratif Pelindo Difablepreneur.

Pelatihan tersebut dihadirkan PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Pelatihan ini juga bekerjasama Sentra Wirajaya Makassar, dan Persatuan Istri Pegawai (PIP) PT SPJM.

Peserta yang merupakan penyandang disabilitas akan dilatih menjadi pengusaha andal.

Dalam pelaksanaan, mereka akan mendapatkan pelatihan pembuatan totebag dan batik ciprat.

Totebag merupakan tas jinjing yang biasanya terbuat dari bahan seperti kanvas atau kulit, untuk membawa berbagai macam barang.

Sementara batik ciprat merupakan jenis batik yang dibuat dengan teknik mencipratkan larutan malam atau cat warna ke kain secara bebas.

Baca juga: Trafik Kapal Melonjak hingga Oktober 2025, Pendapatan SPJM Tembus Rp6,76 Triliun

SVP Sekretaris Perusahan SPJM, Tubagus Patrick, menjelaskan pelatihan dihadirkan untuk mendukung kemandirian penyandang disabilitas.

Nantinya pemateri hingga bahan untuk pembuatan totebag dan batik ciprat akan disiapkan SPJM.

“Ini bentuk kolaborasi kedua yang kita harapkan bukan hanya bantuan, tetap bisa membuat teman-teman lebih mandiri,” jelas Tubagus Patrick, didampingi Kepala Sentra Wirajaya Makassar, Nur Alam, saat diwawancarai usai pembukaan acara.

Bukan hanya pelatihan pembuatan totebag dan batik ciprat, SPJM juga akan membantu dalam pemasaran produk.

SPJM akan berkolaborasi dengan Persatuan Istri Pegawai PT SPJM, untuk memasarkan produk yang dibuat peserta.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved