Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gedung Student Center GMKI Masuk Pendataan Cagar Budaya Makassar

Gedung diduga memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi karena menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa Kristen di Makassar sejak tahun 1960-an

Tayang:
Editor: Muh. Abdiwan
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
PENDATAAN GEDUNG - Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Makassar melakukan pendataan terhadap gedung Student Center Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Makassar yang berlokasi di Jalan Gunung Bawakaraeng No. 51, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Kamis (23/10/2025). Gedung satu lantai tersebut diduga memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi karena menjadi bagian dari perjalanan panjang aktivitas mahasiswa Kristen di Makassar sejak tahun 1960-an. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Upaya pelestarian bangunan bersejarah kembali dilakukan Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Makassar, dengan melakukan pendataan terhadap gedung Student Center Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Makassar yang berlokasi di Jalan Gunung Bawakaraeng No. 51, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Kamis (23/10/2025)

Gedung satu lantai tersebut diduga memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi karena menjadi bagian dari perjalanan panjang aktivitas mahasiswa Kristen di Makassar sejak tahun 1960-an.

Berdasarkan keterangan pengurus GMKI Cabang Makassar, bangunan ini merupakan sekretariat ketiga yang mereka tempati setelah sebelumnya berpindah dari Jalan Bontolempangan dan Jalan Kijang.

Bangunan yang kini menjadi pusat kegiatan mahasiswa tersebut masih mempertahankan bentuk dan fungsi aslinya.

Pada masa awal, sisi kanan gedung digunakan sebagai kantor dan perpustakaan dengan denah menyerupai huruf “L”.

Kini, bangunan tambahan dua lantai di bagian belakang berfungsi mendukung aktivitas organisasi tanpa mengubah karakter utama aula lama.

Kepala Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Hj. Haryanti Ramli, mengatakan bahwa kegiatan pendataan ini merupakan bagian dari identifikasi Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang memiliki nilai sejarah dan sosial di wilayah perkotaan.

“Bangunan Student Center GMKI Makassar memiliki arti penting, tidak hanya bagi organisasi mahasiswa, tetapi juga bagi perjalanan sejarah pendidikan dan kebudayaan di Makassar,” ujar Haryanti.

Ia berharap bangunan seperti ini dapat terus terjaga dan menjadi perhatian dalam konteks pelestarian budaya kota.

Pendataan turut dihadiri oleh Lurah Gaddong, Rakhmawaty Mattayang, yang menyampaikan dukungan terhadap upaya pelestarian bangunan bersejarah di wilayahnya.

Sementara itu, Ketua GMKI Cabang Makassar terpilih, Febri Tiring, mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah kota atas kepedulian terhadap bangunan Student Center GMKI.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bidang Cagar Budaya Pemerintah Kota Makassar yang telah meluangkan waktu untuk melakukan pendataan di Student Center GMKI. Semoga langkah ini memberi dampak positif bagi Kota Makassar dan bagi organisasi kami,” ujar Febri.

Dalam kesempatan terpisah, akademisi arsitektur Universitas Hasanuddin, Ir. Ria Wikantari, M.Arch., Ph.D, menilai bangunan Student Center GMKI menampilkan gaya arsitektur Modern-Tropis yang juga dapat dikategorikan sebagai Modern-Vernakular-Tropis.

Menurutnya, gaya vernakular muncul karena bangunan ini kemungkinan besar tidak dirancang oleh arsitek berlatar pendidikan formal, tetapi oleh masyarakat yang memanfaatkan pengetahuan arsitektural tradisional dan teknologi konstruksi lokal.

“Bangunan ini mencerminkan prinsip architecture without architect yang menyesuaikan kebutuhan ruang dengan iklim serta kondisi lingkungan setempat,” jelasnya.

Pendataan ini menjadi bukti komitmen Dinas Kebudayaan Kota Makassar dalam menjaga bangunan bersejarah bernilai sosial, arsitektural, dan kultural agar tetap lestari sebagai warisan penting bagi generasi mendatang.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved