Taksi Listrik di Makassar
Driver Maxim Curhat Tarif Paling Murah, Penghasilan Pengemudi Grab Turun
Persaingan transportasi online di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin sengit.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Persaingan transportasi online di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin sengit.
Konsumen ditawarkan berbagai pilihan aplikator untuk digunakan.
Di antaranya, Maxim, Grab, Gojek dan terbaru Green Smart Mobility (GSM).
Mereka pun menawarkan produk demi menggaet konsumen, khususnya transportasi online berbasis mobil.
Tarif murah hingga diskon diberikan.
Driver Maxim Car Maulana Malik mengutarakan, tarif Maxim Car paling murah dibandingkan kompetitornya.
Ia menyebut, harga Maxim Car ditentukan berdasarkan jarak dan kapasitas mobil.
Ada Maxim Car Hemat untuk tiga orang, Maxim CarL empat orang dan MaximCar lima orang ke atas.
Baca juga: Perang Tarif Transportasi Online Memanas, Taksi Listrik Green SM Masih Lebih Mahal dari Grab-GoJek
“Car Hemat itu itu Rp 10.600. Maxim Car L itu beda dua ribu dengan Car Hemat, jadi Rp 12.600 dan MaximCar lima orang itu Rp 15.600. Itu sudah bersih diterima driver,” katanya saat ditemui Tribun-Timur.com di Jl Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (16/9/2025).
Pria akrab disapa Malik itu mengaku tarif tersebut sudah memberi keuntungan. Hanya saja terlalu murah dibandingkan kompetitor.
Dampaknya, uang dibawa pulang masih terbilang sedikit daripada kompetitor lain.
“Terima bersih paling sedikit Rp 150 ribu,” akunya.
Soal semakin banyaknya transportasi berbasis online, ia tak mempermasalahkan.
Menurutnya, semua kembali kepada konsumen.
“Ada pangsa pasar tersendiri,” katanya.
Ditemui terpisah, pengemudi GrabCar Adi menyebut, tarif GrabCar itu Rp 15 ribu tanpa promo per kilometernya.
Namun, diterima bersih oleh driver cuma Rp 9.100. Argo bisa semakin mahal jika rutenya jauh.
“Kami driver terima bersih itu Rp 9.100,” akunya saat ditemui di Jl Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Banyaknya pilihan moda transportasi online membuat pendapatan driver menurun.
Apalagi, baru-baru ini diresmikan peluncuran taksi listrik.
Adi mengaku penghasilannya dua bulan terakhir menurun. Dari Rp400 ribu, sekarang Rp150 ribu.
“Sekarang lagi sepi order, dua bulan kendor orderan,” akunya.
Ia pun meminta pemerintah bisa campur tangan dalam penentuan tarif. Buat kebijakan agar tarif seragam.
Sebab, kalau ada tarif murah dan ada tarif mahal, pasti konsumen mencari yang lebih menguntungkan.
“Buatkan regulasi bagus bagi mitra driver. Semoga ada kebijakan pemerintah kota maupun pusat supaya ada perubahan bagi mitra driver yang cari rejeki,” tuturnya.
Sementara driver Gocar Yamin menyampaikan, argo Gocar sekarang satu-dua kilometer sekira Rp10 ribu-Rp12 ribu bersih diterima,
Tarif itu kadang menutupi operasional, kadang pulang tidak. Tergantung dari orderan masuk.
Dulu penghasilan didapat Rp400 ribu- Rp500 ribu per hari, sekarang Rp200 ribu- Rp300 ribu per hari.
“Kalau lancar InsyaAllah tertutupi operasional, kalau sepi kadang nombok,” katanya saat ditemui di Jl Aroepala.
Mengenai persaingan dengan kompetitor, Yamin tak mempersoalkan.
Ia mengembalikan kepada penumpang.
Menurutnya, setiap aplikator punya pasar masing-masing.
Walau begitu, ia berharap ada tarif harga seragam supaya tercipta persaingan sehat.
“Kalau bisa seragam tarif, tapi dari aplikator lagi,” ucapnya.
Di lain sisi, Green Smart Mobility (GSM), mobil listrik asal Vietnam meramaikan persaingan transportasi online di Makassar.
Sebanyak 200 unit GSM resmi mengaspal di Ibu Kota Provinsi Sulsel, Senin (15/9/2025).
Sebagai bagian dari perayaan peluncuran di Makassar, Green SM menghadirkan promo khusus.
Pada 15-17 September 2025, pengguna bisa menikmati diskon 100 persen hingga Rp50 ribu untuk perjalanan pertama.
Dilanjutkan pada 18-28 September 2025, tersedia diskon 20 persen untuk perjalanan di dalam kota. (*)
| Green SM Taksi 'Panaskan' Persaingan, Driver Online: Potensi Timbulkan Persoalan Sosial |
|
|---|
| Mobil Listrik Mulai Rebut Pasar Konvensional |
|
|---|
| Perang Tarif Transportasi Online 'Memanas', Taksi Listrik Green SM Masih Lebih Mahal dari Grab-GoJek |
|
|---|
| Taksi Listrik Green SM Hadir di Makassar, Bagaimana Tarifnya Dibanding Taksi Konvensional? |
|
|---|
| Perjalanan Mobil Listrik Vietnam VinFast Masuk Sulsel hingga Jadi Taksi Green SM di Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/maxim-demo-22222.jpg)