Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Foto: Festival Media 2025 di Gedung E Benteng Ujung Pandang

Ketua AJI Indonesia, Nany Afrida, menegaskan pemilihan Makassar sebagai tuan rumah melalui pertimbangan panjang.

Penulis: Muh. Abdiwan | Editor: Sudirman
Foto: Festival Media 2025 di Gedung E Benteng Ujung Pandang - 20250913-Pembukaan-Festival-Media-Fesmed-AJI-Makassar.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM / EMBA
FESMED - Pembukaan Festival Media (Fesmed) AJI Makassar tahun 2025 berlangsung di Benteng Ujung Pandang (Benteng Rotterdam), Makassar, Jumat, 12 September 2025. Acara ini diadakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar selama tiga hari mulai 12 sampai 14 September 2025 dengan tema besar "Freedom" yang mencakup sub-tema keadilan ekologis, ekspresi, dan pers.
Foto: Festival Media 2025 di Gedung E Benteng Ujung Pandang - 20250913-Pembukaan-Festival-Media-Fesmed-AJI-Makassar-2.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM / MUH ABDIWAN
FESMED - Pembukaan Festival Media (Fesmed) AJI Makassar tahun 2025 berlangsung di Benteng Ujung Pandang (Benteng Rotterdam), Makassar, Jumat, 12 September 2025. Acara ini diadakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar selama tiga hari mulai 12 sampai 14 September 2025 dengan tema besar "Freedom" yang mencakup sub-tema keadilan ekologis, ekspresi, dan pers.
Foto: Festival Media 2025 di Gedung E Benteng Ujung Pandang - 20250913-Pembukaan-Festival-Media-Fesmed-AJI-Makassar-3.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM / DIWAN
FESMED - Pembukaan Festival Media (Fesmed) AJI Makassar tahun 2025 berlangsung di Benteng Ujung Pandang (Benteng Rotterdam), Makassar, Jumat, 12 September 2025. Acara ini diadakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar selama tiga hari mulai 12 sampai 14 September 2025 dengan tema besar "Freedom" yang mencakup sub-tema keadilan ekologis, ekspresi, dan pers.
Foto: Festival Media 2025 di Gedung E Benteng Ujung Pandang - 20250913-Pembukaan-Festival-Media-Fesmed-AJI-Makassar-4.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM / DIWAN
FESMED - Pembukaan Festival Media (Fesmed) AJI Makassar tahun 2025 berlangsung di Benteng Ujung Pandang (Benteng Rotterdam), Makassar, Jumat, 12 September 2025. Acara ini diadakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar selama tiga hari mulai 12 sampai 14 September 2025 dengan tema besar "Freedom" yang mencakup sub-tema keadilan ekologis, ekspresi, dan pers.
Foto: Festival Media 2025 di Gedung E Benteng Ujung Pandang - 20250913-Pembukaan-Festival-Media-Fesmed-AJI-Makassar-tahun-2025-5.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM / DIWAN
FESMED - Pembukaan Festival Media (Fesmed) AJI Makassar tahun 2025 berlangsung di Benteng Ujung Pandang (Benteng Rotterdam), Makassar, Jumat, 12 September 2025. Acara ini diadakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar selama tiga hari mulai 12 sampai 14 September 2025 dengan tema besar "Freedom" yang mencakup sub-tema keadilan ekologis, ekspresi, dan pers.

TRIBUN-TIMUR.COM - Makassar menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Media (Fesmed) 2025 di Gedung E Benteng Ujung Pandang, Makassar, Jumat (12/9/2025). 

Perhelatan tahunan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia ini mempertemukan ratusan jurnalis, akademisi, aktivis, dan komunitas sipil dari berbagai daerah.

Ketua AJI Indonesia, Nany Afrida, menegaskan pemilihan Makassar sebagai tuan rumah melalui pertimbangan panjang.

Ia menilai Fesmed bukan sekadar seremonial, melainkan momentum perlawanan terhadap krisis demokrasi dan pembungkaman pers.

Ia juga menyoroti gelombang PHK di industri media.

Menurutnya, hilangnya 1.300 jurnalis bukan sekadar masalah ekonomi, tetapi juga hilangnya mata dan telinga publik.

“Ketika satu jurnalis di-PHK, satu mata rakyat ditutup. Ketika satu media dimatikan, satu telinga rakyat ditulikan. Dan ketika pers mati, semua rakyat menjadi buta,” tegas mantan jurnalis Serambi Indonesia, grup Tribun-Timur.com ini.

Ia menegaskan bahwa PHK bukan sekadar masalah ekonomi, melainkan bentuk lain dari pembungkaman pers secara perlahan.

“PHK jurnalis adalah pembungkaman dengan cara senyap,” tambah pemimpin redaksi independen.id ini.

Nany mengingatkan bahwa jurnalis bekerja untuk kepentingan publik, membongkar korupsi, mengungkap kerusakan lingkungan, dan menyuarakan masyarakat adat.

Ia menyerukan solidaritas lintas sektor untuk menjaga kebebasan pers.

“Melindungi jurnalis berarti melindungi demokrasi,” katanya.

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved