Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Infografis: Tentara Jaga Makassar

Mereka melakukan penjagaan di kantor Polres dan Polsek, Kejati Sulsel, Balaikota, Bank Indonesia (BI), hingga Kantor Gubernur Sulsel.

Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
DIJAGA TNI - Aparat TNI berjaga disejumlah objek vital pascakericuhan Aksi 29 Agustus di Makassar, Minggu (31/8). Kericuhan mewarnai aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat yang menuntut evaluasi tunjangan DPR dan pengusutan polisi pelindas driver ojol, Jumat malam (29/8). Sejumlah objek vital terbakar mulai dari Kantor DPRD Kota Makassar Jl AP Pettarani Makassar, Kantor DPRD Sulsel Jl Urip Sumiharjo Makassar hingga Pos Polisi di Jl Alauddin dan Pettarani. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tentara Nasional Indonesia (TNI) paling sibuk beberapa hari terakhir.

Ia seakan mengganti peran polisi melakukan penjagaan disejumlah titik vital.

Mereka melakukan penjagaan di kantor Polres dan Polsek, Kejati Sulsel, Balaikota, Bank Indonesia (BI), hingga Kantor Gubernur Sulsel.

TNI menyebar ke sejumlah titik pasca Gedung DPRD Makassar dibakar pada Jumat (29/8/2025).

Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Windiyatno, mengungkapkan sebanyak 5.000 prajurit TNI dikerahkan untuk pengamanan di wilayah Sulawesi, termasuk Sulawesi Barat dan Tenggara. 

Baca juga: 5 Hari TNI dan Satpol PP Jaga Kantor Bupati dan DPRD Wajo

Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 personel disiagakan khusus di Kota Makassar.

“Kalau kami keseluruhan sekitar 5.000 orang, tapi itu untuk seluruh Sulawesi sampai ke Sulawesi Tenggara. Di Makassar sendiri ada sekitar seribu,” katanya saat ditemui di Fly Over, Kota Maakassar, Senin (1/9/2025).

lihat fotoTNI - Sejumlah TNI melakukan pengamanan di Makassar pasca terbakarnya kantor DPRD Makassar. Mereka bertugas di Polres dan Polsek, Kantor Gubernur, BI, Kantor Kejati, dan beberapa titik lainnya.
TNI - Sejumlah TNI melakukan pengamanan di Makassar pasca terbakarnya kantor DPRD Makassar. Mereka bertugas di Polres dan Polsek, Kantor Gubernur, BI, Kantor Kejati, dan beberapa titik lainnya.

Ia mengaku, pengamanan di Makassar melibatkan sinergi antara TNI dan Polri. 

Pihak kepolisian, kata Jendral bintang dua itu, juga fokus pada penanganan kasus jatuhnya korban dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu. 

“Polisi juga sama, mengamankan apa yang menjadi perhatiannya. Tadi pagi pun beliau (Kapolda) sedang melaksanakan penyidikan yang berkaitan dengan jatuhnya korban. Itu kan sesuai perintah harus ditindak secara hukum yang berlaku,” ujarnya.

Mayjen TNI Windiyatno menambahkan, aparat keamanan berkomitmen menjaga agar situasi di Makassar tetap kondusif. 

Komitmen tersebut juga telah disepakati bersama Kapolda, Forkopimda, tokoh masyarakat, ormas, perwakilan mahasiswa, hingga para rektor perguruan tinggi.

“Alhamdulillah kemarin kita sudah ada komitmen dengan Pak Kapolda, Forkopimda, tokoh masyarakat, ormas, perwakilan mahasiswa, dan rektor. Insya Allah, hari ini semua bisa berjalan aman dan baik,” jelasnya.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM), Syamry, mendesak Reformasi Polri, Tolak RUU TNI, dan Sahkan UU Perampasan Aset.

Hal itu disampaikan saat Mahasiswa UNM menggelar aksi di Fly Over, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (1/9/2025).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved