Buaya Teror Warga Ussu Lutim Pasca Banjir, Bikin Resah
Warga kini dibuat resah dengan kemunculan buaya yang terlihat berenang di sekitar rumah usai banjir.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU TIMUR – Banjir yang melanda Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tidak hanya merendam permukiman warga dan Jalan Trans Sulawesi, tetapi juga memunculkan ancaman lain.
Warga kini dibuat resah dengan kemunculan buaya yang terlihat berenang di sekitar rumah usai banjir.
Seorang warga Ussu, Anto, mengaku melihat langsung buaya berada di dekat rumahnya sejak malam hingga pagi hari.
“Di samping rumah kemarin malam, pagi juga muncul,” kata Anto kepada Tribun-Timur.com, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 13.17 Wita siang.
Ia menyebut, kemunculan buaya di sekitar permukiman bukan kali pertama terjadi.
Belakangan hewan dengan nama latin Crocodylidae itu, sambung Anto, semakin sering terlihat.
“Belakangan ini buaya sering muncul di dekat permukiman warga,” ungkapnya.
Diketahui, banjir terjadi akibat luapan Sungai Ussu setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Malili sejak Senin (4/5/2026) sore hingga malam.
Air merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian mencapai betis orang dewasa.
Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara juga sempat terendam.
Amibatnya arus lalu lintas terganggu.
Kepala BPBD Luwu Timur, April, mengatakan sedikitnya 130 rumah warga terdampak banjir tersebut.
“Kondisi semua rumah tidak ada kerusakan serius, sampai genangan air surut,” bebernya.
Ia menjelaskan, banjir dipicu Sungai Ussu yang meluap karena tidak mampu menampung debit air hujan.
Sementara itu, Humas Polres Luwu Timur, Ipda Mustajuddin, mengatakan pihaknya turut membantu evakuasi warga terdampak banjir.
Selain itu, personel kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan di jalur Trans Sulawesi.
“Personel Sat Lantas juga membantu evakuasi warga di kawasan Perumahan Bumi Batara Guru dan mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati,” katanya.
Menurut Mustajuddin, pengaturan lalu lintas dilakukan hingga dini hari sampai kondisi banjir berangsur surut.
“Jalan di lokasi terpantau aman, lancar, dan terkendali,” akunya.
Meski banjir mulai surut, warga diimbau tetap waspada, terutama terhadap potensi kemunculan buaya di sekitar permukiman.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana
| Pasca Teror Busur di Bua Luwu: Polisi Amankan 19 Pemuda, 5 Tombak dan 48 Anak Panah |
|
|---|
| Sempat Telepon Keluarga Mengeluh Sakit, Sopir Truk Gabah Asal Pinrang Meninggal di Luwu |
|
|---|
| Waspada Teror Busur di Bua Luwu, Pengendara Diserang di Depan Bandara Lagaligo |
|
|---|
| Harga Sapi Kurban di Luwu Kini Capai Rp 50 Juta Perekor |
|
|---|
| Nabung Rp200 Ribu dari Panjat Lontar, Emmaria Kini Naik Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/KEMUNCULAN-BUAYA-Potret-kemunculan-buaya-pasca-banjir-Luwu.jpg)