Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

2.081 Orang Terbang Lewat Bandara Lagaligo Bua Luwu Selama Libur Nataru

Bandara Bua dikelola oleh Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
BANDARA LAGALIGO - Suasana Bandara Lagaligo di Desa Puty, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (5/1/2026]. Sebanyak 2.081 penumpang tercatat melintas selama periode libur nataru dari 18 Desember hingga 4 Januari 2026.  

 


TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Medio 18 Desember hingga 4 Januari 2026, Bandara Lagaligo Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan sibuk melayani penumpang.

Sebab selama 17 hari itu, bertepatan dengan libur natal dan tahun baru (nataru).

Ketua Tim Teknik dan Operasi Bandara Bua, Musrim menyebut, sebanyak 2.081 penumpang tercatat melintas di bandara dengan luas terminal mencapai 1.440 meter persegi itu.

"Jumlahnya mengalami kenaikan dibanding tahun lalu yang hanya berjumlah 1.691 penumpang," jelasnya kepada Tribun-Timur.com, Senin (5/1/2025) sekitar pukul 14.07 Wita siang.

Kata Musrim, adanya potongan harga tiket berkisar 13 hingga 14 persen yang diberikan Kementerian Perhubungan diperkirakan jadi penyebab melonjaknya penumpang.

"Kemudian penambahan frekuensi penerbangan yang dari sekali sehari untuk tahun lalu, sekarang terdapat tambahan fligh untuk di hari Minggu, Senin, Rabu dan Jumat," bebernya.

Untuk Minggu, Senin, Rabu, serta Jumat, ditambah jadwal penerbangan sore pada pukul 15.00-16.00 Wita.

Baca juga: Anggota DPRD Luwu Kritik Minimnya Informasi Wisata di Bandara Lagaligo

Penambahan jam operasional itu baru diberlakukan tahun 2025 sejak Bandara Bua dimulai pembangunannya 2002 lalu.

Bandara Bua dikelola oleh Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Penerbangan perdana di Bandara Lagaligo Bua dilaksanakan tahun 2006 dengan angkutan udara perintis jenis pesawat Cassa 212.

Nanti di tanggal 28 Oktober 2016 pesawat Wings Air jenis ATR-72 mulai melakukan penerbangan perdana ke Bandara Lagaligo Bua, dengan rute Makassar-Bua-Makassar.

Turunnya harga tiket pesawat domestik disebabkan andil pemerintah pusat.

Tidak tanggung-tanggung, dua insentif fiskal digelontorkan sekaligus untuk meringankan beban masyarakat dan mendongkrak okupansi penerbangan.

Kebijakan ini diprediksi bakal memangkas harga tiket secara signifikan.

Di rute regional seperti Makassar-Bua (Palopo), harga tiket yang normalnya mencapai Rp1,3 juta diperkirakan dapat turun drastis.

Station Manager WingsAir Bandara Bua, Supriyadi, mengaku harga tiket di rutenya bisa terkoreksi hingga di kisaran Rp800 ribu hingga Rp900 ribu.

"Kalau berkaca dari pengalaman libur Lebaran dan Nataru tahun lalu, dari harga normal Rp1,3 juta bisa turun jadi 800 hingga 900 ribu," terangnya.

Dari materi kebijakan yang dibagikan Supriady, menunjukkan insentif ini merupakan program terkoordinasi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan.

Kata Supriady, diskon ganda diberikan, terdiri dari dua komponen utama.

Pertama, Kementerian Perhubungan memberikan potongan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 50 persen.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Menteri Perhubungan Nomor PR/303/1/8/MHB/2025 ini menyasar dua pos utama.

Diantaranya adalah komponen Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau yang lebih dikenal sebagai passenger service charge (PSC) alias airport tax.

Artinya, airport tax yang dibayar penumpang akan dipotong 50 persen.

Komponen lainnya, sambung Supriady, Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U).

Potongan 50 persen pada pos ini akan meringankan biaya operasional maskapai, yang diharapkan dapat berimbas pada penurunan harga tiket dasar (base fare).

Kedua, Kementerian Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 71 Tahun 2025.

"Kebijakan ini mengatur tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket domestik kelas ekonomi," beber Supriady.

Melalui skema ini, sambung Supriady, pemerintah akan menanggung PPN sebesar 6 persen.

Dengan demikian, masyarakat sebagai penumpang hanya perlu membayar sisa PPN sebesar 5 persen dari total PPN 11 persen.

Supriyadi menerangkan, potongan harga ini berlaku untuk periode penerbangan yang spesifik.

"Rencananya berlaku untuk perjalanan tanggal 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026," akunya.

Di rute Bua-Makassar, harga tiket saat ini berkisar Rp1,06 juta hingga Rp1,19 juta.

Sementara untuk rute Makassar-Bua, harganya berada di rentang Rp1,18 juta hingga Rp1,29 juta.

Dengan adanya insentif ini, harga tersebut dipastikan akan jauh lebih terjangkau.
Pihak maskapai menyambut baik kebijakan ini dan memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang.

Spesifikasi pesawat yang beroperasi ialah jenis ATR 72/600-500 yang memuat 72 penumpang.

"Penumpang biasanya melonjak di H-3 jelang Nataru. Seringnya full seat 72 kursi," kata Supriyadi.

Ia menambahkan, pola pergerakan penumpang juga sudah terbaca.

"Kedatangan akan mendominasi jelang libur Nataru. Nanti mendekati masa libur habis, baru arus keberangkatan yang banyak," tutupnya.

Jadwal Penerbangan Pesawat di Bandara Lagaligo Bua

Senin-Minggu (Daily, penerbangan pagi)

Pukul 08.10 - 09.05 Wita

Rute : Makassar (UPG) - Bua/Palopo (LLO)

Pukul 09.30 - 10.30 Wita

Rute : Bua/Palopo (LLO) - Makassar (UPG)

Minggu, Senin, Rabu, Jumat
(Penerbangan Siang)

Pukul 13.40 - 14.35 Wita

Rute : Makassar (UPG) -

Bua/Palopo (LLO)

Pukul 15.00 - 16.00 Wita.

Rute : Bua/Palopo (LLO)-Makassar (UPG).(*) 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved