TNI Tembak Kambing
Oknum TNI Diduga Tembak Kambing Warga Larompong Luwu
Seekor kambing di Larompong mati ditembak senapan angin. Oknum TNI diduga terlibat, keluarga korban siap melapor ke Polisi Militer.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Seekor kambing warga Larompong, Luwu, ditemukan mati ditembak senapan angin.
- Oknum TNI aktif, Serka Ahmadi, diduga terlibat dan mengaku lewat pesan WhatsApp.
- Pemilik kambing berencana melapor ke Polisi Militer.
- Pakar kriminologi menilai tindakan aparat berlebihan dan menyarankan kasus dibawa ke POM untuk penegakan disiplin militer.
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Seekor kambing ternak milik warga Kelurahan Larompong, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, ditemukan mati terkapar dengan luka tembak di leher sebelah kiri.
Kambing berusia sekitar satu tahun itu ditemukan warga di dekat los Pasar Larompong, Minggu (28/12/2025) pukul 12.30 Wita.
Lokasinya hanya berjarak 10 meter dari rumah pemilik kambing.
Pada bagian leher kiri kambing terdapat lubang kecil diduga bekas peluru senapan angin.
Darah segar masih mengucur dari luka tersebut.
Nama seorang anggota TNI aktif, Serka Ahmadi dari Koramil 1403-01 Larompong, disebut-sebut dalam insiden ini.
Dugaan diperkuat karena usai kejadian, Ahmadi bersama empat rekannya berseragam loreng mendatangi rumah pemilik kambing.
“Iye, datang ke rumah, ada lima orang. Cari bapak. Langsung mengaku kalau dia yang tembak,” kata Lani, anak pemilik kambing, Senin (29/12/2025).
Sebelumnya, Lani juga pernah mendapati Ahmadi memukul kambing di kandang.
Keluarga pemilik kambing kemudian menanyakan kebenaran penembakan lewat pesan WhatsApp.
Ahmadi menulis, “Tabe, masih ada yang mau dikorban kah baru ada kesadaran ternakkan kambing, kalau bapak mau perpanjangan silahkan.”
Ia menambahkan, “Yang merasa kambingnya saya bunuh, saya tunggu di kantor, atau saya datangi rumahnya.”
Pemilik kambing, Abu Bakar, menegaskan akan melaporkan kejadian ini ke Polisi Militer di Kota Palopo.
“Bahaya kalau sedikit-sedikit diselesaikan dengan peluru,” ujarnya.
Dugaan masalah emosi Ahmadi disebut bermula setelah ia terjatuh dari motor karena menghindari kambing awal Desember lalu.
Pakar kriminologi, Prof Heri Tahir dari Universitas Negeri Makassar, menilai tindakan menembak kambing dengan senapan angin berlebihan.
“Menembak seekor kambing dipandang berlebihan. Telah menggunakan senjata api tidak pada tempatnya,” katanya.
Ia menyarankan korban melaporkan kasus ini ke Polisi Militer.
“Sebaiknya dilaporkan ke POM yang salah satu tupoksinya menegakkan disiplin dan tata tertib di lingkungan militer,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/202512-29-KAMBING.jpg)