Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jabatan Sekda dan Beberapa Kepala Dinas di Luwu Kosong

Menyusul Sekretaris Daerah Luwu, Sulaiman mengakhiri karirnya sebagai aparatur sipil negara (ASN) pada 1 Desember 2025.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Sauki
PENGHARGAAN ASN - Bupati Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Patahudding memberikan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada Sulaiman. Ia mengakhiri masa pengabdiannya sebagai sekretaris daerah, setelah memasuki masa purnabakti pada 1 Desember 2025. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Beberapa jabatan eselon II kosong di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Eselon II adalah klasifikasi jabatan struktural tertinggi kedua di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam birokrasi pemerintahan Indonesia.

Jabatan eselon ini memegang peranan sangat strategis dalam memimpin unit kerja besar yang menjadi pelaksana utama kebijakan teknis.

Jabatan Eselon II setara  Direktur atau Kepala Badan di tingkat pusat, atau Kepala Dinas/Kepala Badan di tingkat daerah.

Kepala Dinas Perikanan Luwu, Baharuddin telah memasuki masa purnabakti pada 1 Oktober 2025.

Menyusul Sekretaris Daerah Luwu, Sulaiman mengakhiri karirnya sebagai aparatur sipil negara (ASN) pada 1 Desember 2025.

Sulaiman mengakhiri masa ASN-nya setelah 39 lama mengabdi.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Arsyad, menyebut beberapa kepala dinas juga akan memasuki masa purnabakti.

Ia merincikan, termasuk Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Hasbullah.

Kemudian Kepala Kesbangpol Kamal, serta Kepala Dinas Perhubungan Supriadi.

Semua bersamaan akan pensiun terhitung mulai tanggal 1 Januari 2026.

Pada peringatan Hari Guru Nasional ke-80 dan HUT ke-54 Korpri, mereka mendapatkan Satyalencana Karya Satya oleh Bupati Luwu, Patahuddin di Lapangan Andi Djemma.

Kata Arsyad, meskipun mendapat penghargaan, ketiga pejabat Hasbullah, Kamal dan Supriadi belum benar-benar meninggalkan jabatannya.

"Ada sebenarnya yang pensiun nanti tanggal 1 Januari 2026, cuman sudah diserahkan lebih awal jadi sebenarnya masih terisi," jelasnya saat dikonfirmasi Tribun-Timur, Senin (1/12/2025) siang, usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Guru Nasional ke-80 dan HUT ke-54 Korpri.

Ia menambahkan, hanya jabatan Sekretaris Daerah dan Dinas Perikanan yang sudah diisi orang baru.

Muhammad Rudi diamanahkan menjadi Plh Sekretaris Daerah.

Dia sebelumnya menjabat sebagai Plt Kepala BKPSDM.

"Kalau Kadis Perikanan Plh-nya Pak Arsal Arsyad," ujar Arsyad.

Sulaiman Masuki Masa Purnabakti

Perpisahan Sulaiman sebagai Sekretaris Daerah dilaksanakan Minggu malam.

Acara perpisahan yang dihadiri Bupati Luwu Patahudding dan Wakilnya Muh Dhevy Bijak Pawindu.

Suasana berlangsung hangat.

Patahudding, tak kuasa menyembunyikan rasa kehilangannya.

Baginya, Sulaiman telah menjadi sosok orang tua yang mengayomi.

"Pak Sekda bagi kami seperti orang tua. Beliau tulus, ikhlas bekerja, dan selalu memberi ketenangan," tutur Patahudding.

Menurut Patahudding, selama sembilan bulan terakhir mendampingi kepemimpinannya.

Kata dia, Sulaiman selalu menunjukkan integritas tinggi.

Bahkan, kontribusi Sekda dinilai sangat besar dalam keberhasilan Luwu mencapai predikat Universal Health Coverage (UHC) hanya dalam waktu singkat.

"Walaupun secara administrasi masa jabatan telah berakhir, kami berharap Pak Sekda tetap mengabdi untuk Luwu. Pengabdian tidak dibatasi oleh aturan, tapi oleh keikhlasan," harap Bupati.

Kisah Inspiratif: dari Bujang Sekolah jadi Sekda

Momen paling emosional terjadi saat Sulaiman naik ke podium untuk menyampaikan salam perpisahan.

Di hadapan para pejabat, ia memutar kembali memori perjuangannya selama 39 tahun 9 bulan menjadi Abdi Negara.

Siapa sangka, karier menterengnya dimulai dari posisi yang sangat sederhana.

"Karier saya dimulai dari pengangkatan sebagai bujang sekolah di SDN Negeri Palopo pada tahun 1986," kenang Sulaiman.

Dari seorang penjaga sekolah, ia merangkak naik setahap demi setahap.

Mulai dari menjadi staf biasa, Kepala Sub Bagian, dan Kepala Bidang.

Hingga akhirnya dipercaya menduduki kursi tertinggi birokrasi di daerah sebagai Sekretaris Daerah sejak tahun 2020.

"Malam ini kami mengakhiri tugas kami sebagai Pegawai Negeri Sipil. Kami bersyukur, karena dilepas dengan penuh penghormatan oleh keluarga besar pemerintah Kabupaten Luwu," ucapnya.

Kunci Sukses: Ikhlas dan Bersyukur

Sebelum turun dari panggung, Sulaiman menitipkan "warisan" berharga bagi para ASN muda di Luwu.

Ia membocorkan rahasia ketenangannya menghadapi dinamika birokrasi dan ancaman mutasi jabatan.

"Selalu kedepankan keikhlasan, rasa syukur, serta semangat berbagi," pesannya.

Mewakili ASN Luwu, Kepala Bapenda Sofyan Thamrin, mengakui keteladanan tersebut.

"Beliau bukan hanya administrator, bukan sekadar pejabat. Beliau adalah sosok pemimpin yang bekerja dengan ketulusan dan keteguhan hati," ujar Sofyan.

Acara malam itu ditutup dengan pelukan hangat dari para kolega.

Doa-doa terbaik dilangitkan mengiringi langkah Sulaiman kembali ke tengah masyarakat sebagai warga biasa.

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved