Profil Andi Abdullah Rahim Bupati Luwu Utara Terang-terangan Ingin Pisah dari Sulsel
Andi Rahim tampak berbaur dengan masyarakat, pemuda, dan mahasiswa dari berbagai latar belakang organisasi.
TRIBUN-TIMUR.COM — Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim (47), memimpin orasi pemekaran Provinsi Luwu Raya di tengah Jalan Poros Sulawesi, Kecamatan Bungadidi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (5/1/2026) sore.
Orang nomor satu di Bumi Lamaranginang itu berdiri di atas mobil bak terbuka mengenakan seragam khaki saat menyampaikan orasi.
Andi Rahim tampak berbaur dengan masyarakat, pemuda, dan mahasiswa dari berbagai latar belakang organisasi.
Aksi demonstrasi tersebut diikuti oleh Pemilar, Pengurus Pusat Ikatan Kerukunan Mahasiswa Luwu Utara, Forum Komunikasi Pemuda Luwu Utara, Perhimpunan Mahasiswa Hukum DPC Kota Palopo, LMND, PMII, HMI, IMM, dan GMNI.
Dalam orasinya, Andi Rahim menyatakan dukungan penuh terhadap aksi yang menamakan diri Perlawanan Rakyat Luwu Utara.
Ia menilai demonstrasi tersebut berangkat dari cita-cita luhur pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Andi Rahim menyebut gagasan pemekaran Luwu Raya telah diperjuangkan sejak masa Raja Kedatuan Luwu, Sri Paduka Datu Luwu Andi Djemma, pada kurun 1953 hingga 1963.
Ia menyampaikan bahwa para pemuda hadir dengan perjuangan nurani dan semangat besar untuk tanah kelahiran mereka, Tana Luwu.
Menurut Andi Rahim, sebagai bupati ia memahami suara hati masyarakat, pemuda, dan mahasiswa yang menginginkan terbentuknya Provinsi Luwu Raya.
Alumnus Teknik Elektro Universitas Hasanuddin itu mengaku secara pribadi juga memiliki keinginan yang sama.
Namun demikian, Andi Rahim menegaskan bahwa sebagai kepala daerah ia memahami aturan dan syarat administratif yang harus dipenuhi dalam pembentukan daerah otonomi baru.
Ia berpesan agar seluruh demonstran menyampaikan aspirasi dengan penuh penghormatan dan cara yang elegan.
Andi Rahim bahkan secara pribadi meminta Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Ia berharap perjuangan tersebut mendapat jalan terbaik hingga terwujudnya Provinsi Luwu Raya sebagai daerah otonomi baru.
Menurutnya, perjuangan tersebut harus dilandasi niat tulus tanpa kepentingan politik maupun keuntungan pribadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BUPATI-LUTRA-Bupati-Luwu-Utara-Andi-Abdullah-Rahim-471.jpg)