Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Detik-Detik Penangkapan Buaya 3 Meter Usai Serang Warga Desa Pao Luwu Utara

Operasi penangkapan berlangsung hingga malam hari karena buaya bergerak sangat lincah.

Tayang:
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Alfian
Istimewa/Polres Lutra
SERANGAN BUAYA - Polisi evakuasi buaya dengan panjang tiga meter di Desa Pao, Luwu Utara, Rabu (26/11/2025). Buaya ini diduga sebelumnya menyerang warga hingga mengakibatkan luka pada bagian paha dan kepala. 

Ringkasan Berita:
  • Proses penangkapan berlangsung dramatis karena melibatkan aparat kepolisian, warga, serta pawang buaya.
  • Korban, Kamaluddin, tengah membuka pintu air di empang miliknya dan diserang seekor buaya dari samping.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU UTARA - Kepolisian Sektor (Polsek) Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan, evakuasi seekor buaya dengan panjang tiga meter yang diduga menyerang seorang warga Desa Pao.

Proses penangkapan berlangsung dramatis karena melibatkan aparat kepolisian, warga, serta pawang buaya.

Kapolsek Malangke Barat IPTU Kawaru menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (23/11/2025).

Korban, Kamaluddin, tengah membuka pintu air di empang miliknya dan diserang seekor buaya dari samping.

“Buaya itu langsung menerjang dan menggigit paha serta punggung korban. Dalam kondisi panik, Kamaluddin tetap melawan hingga buaya melepaskan gigitannya,” cerita Kawaru dengan seru saat dikonfirmasi wartawan Tribun-Timur.com, Andi Bunayya, Rabu (26/11/2025) pagi.

Baca juga: Warga Pitumpanua Wajo Tewas Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai Bulete

Warga yang mendengar teriakan korban, langsung datang membantu dan membawa Kamaluddin ke Puskesmas Malangke Barat.

“Meski mengalami luka gigitan, kondisi Kamaluddin kini berangsur stabil dan masih dalam perawatan,” ujarnya dengan nada lebih pelan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Malangke Barat berkoordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pawang buaya.

Tim kemudian menyusuri jalur air yang terhubung dengan empang korban.

“Pawang memberi instruksi agar warga dan personel tidak mendekat saat proses pemanggilan dilakukan, untuk menghindari potensi serangan,” tambahnya.
Situasi sempat menegangkan ketika pawang mulai memanggil.

Sebanyak 17 ekor buaya muncul ke permukaan dan membuat warga panik.

Namun, kondisi tetap terkendali berkat arahan pawang.

Dari pengamatan pawang, satu ekor buaya tampak memiliki luka baru di bagian mulut, diduga akibat pergumulan dengan korban.

“Berdasarkan pengalaman dan penerawangan pawang, buaya inilah yang diduga menggigit Kamaluddin,” jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved