Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

KUR

Warga Bone Paling Banyak Terima Bantuan KUR Se-Sulsel, Tembus Rp1,7 Triliun

Setelah Bone, Kota Makassar menjadi wilayah dengan penyaluran KUR terbesar di Sulsel dengan angka mencapai Rp1.647 miliar.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Muh. Abdiwan
PENYALURAN KUR - Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin memberikan sambutan saat menerima kunjungan silaturahmi tim Tribun Timur di Kantor OJK Sulselbar Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (14/4/2025). Penyaluran KUR Sulsel hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp16,83 triliun. 
Ringkasan Berita:
  • Penyaluran KUR  di Sulsel terbesar mengalir ke sektor pertanian dengan nilai Rp8.459 miliar atau 50,26 persen. 
  • Setelah Bone, Kota Makassar menjadi wilayah dengan penyaluran KUR terbesar di Sulsel dengan angka mencapai Rp1.647 miliar.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemilik usaha di Kabupaten Bone paling banyak mendapatkan bantuan Kredit Usaha Rakyat atau KUR se-Sulsel pada tahun 2025.

Totalnya, penyaluran KUR untuk permintaan yang terdata dari Kabupaten Bone mencapai Rp1.738 miliar atau Rp1,7 triliun.

Angka tersebut hanya terpaut tipis dari bantuan KUR bagi masyarakat kota Makassar yang notabene ibukota Sulsel.

Untuk kota Makassar, penyaluran KUR mencapai Rp1.647 miliar.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Kabupaten sebanyak 820.510 jiwa atau 8,73 persen dari total penduduk Sulsel.

Data tersebut merupakan hasil sensus Juni 2024 hingga Desember 2025.

Jumlah penduduk Kabupaten Bone terbesar kedua di Sulsel.

Kota Makassar menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Sulsel.

Angka penduduk Kota Makassar 1.470.000 jiwa atau 15,68 persen dari total penduduk Sulsel.

Adapun data pekerja di Bone mencapai 390.870 jiwa berdasarkan data BPS 2024.

Sebanyak 291.619 jiwa diantaranya bekerja di sektor pertanian.

Tingginya tingkat penduduk kabupaten Bone yang bekerja di sektor pertanian menjadi salah satu faktor utama jumlah penyaluran KUR cukup tinggi di kabupaten dengan julukan Bumi Arung Palakka itu.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dari sisi sektor ekonomi, penyaluran KUR  di Sulsel terbesar mengalir ke sektor pertanian dengan nilai Rp8.459 miliar atau 50,26 persen. 

Disusul sektor perdagangan sebesar Rp5.117 miliar atau 30,40 persen, serta jasa kemasyarakatan sebesar Rp1.123 miliar atau 6,68 persen.

Baca juga: Penyaluran KUR di Sulsel Tembus Rp16,83 Triliun: Bone Tertinggi, Selayar Terendah

Sebelumnya, penyaluran KUR di Sulsel hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp16,83 triliun dan dinikmati 283.989 debitur.

KUR merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.

Data Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulsel) mencatat, penyaluran KUR di Sulsel masih didominasi segmen mikro.

Hal ini menunjukkan KUR efektif sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM.

“Penyaluran KUR didominasi oleh segmentasi mikro,” kata Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, kepada Tribun-Timur.com, Kamis (8/1/2026).

KUR Mikro mendominasi penyaluran dengan nilai mencapai Rp13.18 triliun atau 78,28 persen, dengan jumlah debitur sebanyak 262.941 orang. 

Selanjutnya, KUR Kecil tercatat sebesar Rp3.339 miliar, Supply Rumah Rp210 miliar, Demand Rumah Rp53 miliar.

Kemudian KUR Khusus (KUA) sebesar Rp37 miliar, Super Mikro Rp16 miliar, dan KUR TKI Rp2 miliar.

Dari sisi sektor ekonomi, penyaluran KUR terbesar mengalir ke sektor pertanian dengan nilai Rp8.459 miliar atau 50,26 persen. 

Disusul sektor perdagangan sebesar Rp5.117 miliar atau 30,40 persen, serta jasa kemasyarakatan sebesar Rp1.123 miliar atau 6,68 persen.

Sementara dari sisi penyaluran KUR per kabupaten/kota, Kabupaten Bone menempati urutan pertama sebesar Rp1.738 miliar.

Kabupaten Selayar berada di urutan terakhir penyaluran KUR yang hanya sebesar Rp132 miliar.

Penyaluran KUR per Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan (dalam miliar rupiah):

1. Bone: Rp1.738 miliar

2. Makassar: Rp1.647 miliar

3. Gowa: Rp1.274 miliar

4. Wajo: Rp1.128 miliar

5. Bulukumba: Rp1.039 miliar

6. Pinrang: Rp861 miliar

7. Luwu Utara: Rp742 miliar

8. Luwu Timur: Rp728 miliar

9. Luwu: Rp721 miliar

10. Sinjai: Rp661 miliar

11. Sidenreng Rappang: Rp635 miliar

12. Jeneponto: Rp630 miliar

13. Soppeng: Rp600 miliar

14. Maros: Rp574 miliar

15. Pangkajene dan Kepulauan: Rp544 miliar

16. Takalar: Rp540 miliar

17. Enrekang: Rp495 miliar

18. Tana Toraja: Rp438 miliar

19. Barru: Rp430 miliar

20. Bantaeng: Rp383 miliar

21. Toraja Utara: Rp336 miliar

22. Parepare: Rp283 miliar

23. Palopo: Rp276 miliar

24. Kepulauan Selayar: Rp132 miliar.(*)


 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved