Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perayaan Imlek Bersama Makassar Cetak Sejarah

Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menjadi spesial bagi warga Tionghoa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
PERAYAAN BERSAMA- Suasana foto bersama panitia Bai Nian Imlek bersama di Gedung Jenderal M Jusuf, Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/2/2026). Pertama kalinya warga Tionghoa merayakan bersama di kota berpenduduk 1,4 juta jiwa ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menjadi spesial bagi warga Tionghoa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Pertama kalinya warga Tionghoa merayakan bersama di kota berpenduduk 1,4 juta jiwa ini.

Imlek bersama tersebut berlangsung di Gedung Balai Jenderal M Jusuf, Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Rabu (18/2/2026).

Ketua Panitia, Apiu Darmanto, mengatakan, lebih dari 3000 warga Tionghoa hadir menyemarakkan hajatan Imlek bersama ini.

"Imlek bersama ini baru pertama kali digelar di Kota Makassar yang melibatkan semua organisasi Tionghoa yang ada di Kota Makassar," kata Apiu Darmanto ditemui seusai acara.

Menariknya kata Apiu, dari 23 organisasi Tionghoa di Kota Makassar, semuanya terlibat dalam kepanitiaan.

Baca juga: Perayaan Imlek di Makassar Meriah, Tokoh Nasional hingga Daerah Hadir

"Ini yang ditargetkan hadir 3000 orang, tapi yang datang lebih dari 3000 orang. Bahkan warga Tionghoa sangat antusias dengan adanya acara Imlek bersama ini," katanya.

Antusiasme warga Tionghoa merayakan Imlek bersama lanjut Apiu, juga terlihat dari kedatangan para undangan yang tiba sebelum acara dimulai.

Acara sejatinya berlangsung pukul 10.00 Wita-14.00 Wita.

"Yang datang, bahkan ada yang dari jam 8 pagi sudah tiba," ucap Apiu yang juga pengurus PSMTI.

Apiu pun berharap, kegiatan yang sama dapat berlanjut di momen Imlek tahun berikutnya.

"Ini menandakan bahwa warga Tionghoa di Kota Makassar sangat kompak. Dan itulah keinginan kita sehingga kita bisa sama-sama memajukan kota yang kita cintai ini," harapnya.

Awal mula munculnya ide menggelar Imlek bersama lanjut Apiu tidak terlepas dari adanya informasi bahwa akan digelar Harmoni Imlek Nusantara di Lapangan Banteng, Jakarta.

Atas dasar itulah, kata dia, warga Tionghoa di Kota Makassar, juga tergerak untuk menggelar hajatan serupa.

"Dan kita buat satu hari sebelum puasa, sehingga forkopimda yang hadir di sini bisa menikmati sajian makanan di sini. Dan di sini sajian yang kita hadirkan makanan ciri khas Kota Makassar," jelasnya.

Adapun kata Bai Nian yang tertulis layaknya tema kata Apiu adalah bermakna Open house.

Ia menegaskan, Imlek atau tahun baru China bukanlah ritual keagamaan.

Melainkan tradisi pergantian tahun yang dirayakan semua warga Tionghoa dari beragam latar belakang agama atau kepercayaan.

"Imlek ini semua merayakannya, baik dia (warga Tionghoa) beragama Islam, Budha, Kristen, Katolik, dan agama Hindu atau lainnya, semua merayakannya," papar Apiu.

Ketua Permabudhi Sulsel, Yonggris mengatakan Imlek sejatinya memiliki makna utama sebagai momentum kebersamaan dan penguatan hubungan sosial.

"Jadi maksudnya hubungan sosial bagus, hubungan dengan leluhurnya, dengan keluarga, itu harus bagus," katanya kepada Tribun Timur.

Ia menegaskan, Imlek merupakan waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi antar sesama. 

Menurutnya, nilai Imlek tidak sejalan dengan sikap permusuhan atau konflik.

"Kalau ada sampai dalam perayaan Imlek lalu muncul permusuhan, kebencian, atau konflik, itu orang pasti tidak menjalankan nilai-nilai Imlek yang sebenarnya,” ungkapnya.

Bahkan, dalam tradisi Imlek, sikap menerima tamu menjadi simbol keterbukaan dan penghormatan terhadap sesama.

Yonggris juga menekankan, Imlek mengajarkan nilai bakti dalam berbagai aspek kehidupan.

Keistimewaan tahun ini, kata Yonggris, terletak pada momen Imlek yang bersamaan dengan Ramadan. 

Hal itu tercermin dalam ucapan selamat yang ikut menyesuaikan.

“Nah, yang tahun ini jadi istimewa itu karena Imlek kita bersamaan Ramadan. Jadi ucapan kita, kita akan tambah. Biasanya Gong Xi Fa Cai, nah sekarang Gong Xi Ramadan," katanya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved