Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Muhammadiyah Makassar

Meski Hujan Deras, Ribuan Warga Hadiri Milad ke-113 Muhammadiyah Makassar

Ribuan warga kota makassar menghadiri peringatan milad ke-113 Muhammadiyah tingkat kota Makassar tahun 2025.

|
Editor: Muh Hasim Arfah
Istimewa/Muhammadiyah Makassar
MILAD MUHAMMADIYAH- Ribuan warga Kota Makassar menghadiri peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah Tahun 2025 di Lapangan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Jalan Ir Sutami, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sabtu (27/12/2025) pagi. Muhammadiyah yang berdiri pada 8 Dzulhijah 1330 Hijriah atau bertepatan 18 November 1912 telah memberikan pencerahan melalui dakwah, ilmu, dan kebersamaan ukhuwah. 
Ringkasan Berita:
  • Aminuddin A Tarawe SPd MM PhD menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh warga dan simpatisan semangat antusias mengikut pelaksanaan milad tersebut.
  • KH Said Abd Shamad Lc menyampaikan terimakasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi aktif turut hadir pada milad ke-113 kali ini.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Ribuan warga Kota Makassar menghadiri peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah Tahun 2025 di Lapangan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Jalan Ir Sutami, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sabtu (27/12/2025) pagi.

Kegiatan bertajuk “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” tersebut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulsel Prof H Arifuddin Ahmad, Direktur Ponpes Darul Arqam Gombara Dr HM Syaiful Saleh MSi, jajaran Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Makassar, pimpinan ortom, amal usaha Muhammadiyah, pimpinan cabang dan ranting, serta warga dan simpatisan Muhammadiyah se-Kota Makassar.

Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi dan kiprah Muhammadiyah di usia ke-113 tahun.

"‎Muhammadiyah sebagai pilar pembangunan ummat dan bangsa tidak diragukan lagi, memberikan banyak kontribusi bukan hanya skala lokal namun nasional hingga internasional," tuturnya.

Munafri Arifuddin menilai bahwa kiprah Muhammadiyah di kota makassar begitu banyak.

"Sehingga bagi kami pemerintah dan Muhammadiyah senantiasa saling melengkapi ibarat sayur tanpa garam akan hambar, namun kalau bersatu akan bersinar selalu," tuturnya.

"Kaya akan pikiran positif dan pengabdian mulai usia dini hingga usia tak terbatas," imbuhnya.

Dengan demikian, ia berharap kerjasama dan sinergitas ini terus berjalan guna memperkuat gerakan dakwah, ekonomi, pendidikan dan sosial mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat Kota Makassar, H Aminuddin A Tarawe SPd MM PhD, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga dan simpatisan atas antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut.

“Walaupun kondisi cuaca kurang bersahabat, tidak mengurangi semangat ribuan warga untuk hadir memeriahkan milad ke-113 Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan milad ini merupakan amanat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat wilayah hingga daerah.

Momentum milad, kata dia, menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mendorong gerakan amar ma’ruf nahi mungkar di tengah masyarakat.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, KH Said Abd Shamad Lc, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Muhammadiyah yang telah berpartisipasi aktif dalam peringatan milad ke-113.

Menurutnya, milad Muhammadiyah yang diperingati setiap tahun bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi untuk terus meneguhkan gerakan dakwah, sosial, serta amar ma’ruf nahi mungkar.

“Muhammadiyah yang berdiri pada 8 Dzulhijah 1330 Hijriah atau bertepatan 18 November 1912 telah memberikan pencerahan melalui dakwah, ilmu, dan kebersamaan ukhuwah. Nilai-nilai ini harus terus dijaga dan disebarluaskan,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar warga Muhammadiyah senantiasa menjaga semangat menggembirakan, menghidupkan pengajian sebagai ruh persyarikatan, memakmurkan masjid, serta disiplin dalam ibadah, berorganisasi, dan kehidupan bermasyarakat.

“Kita berharap milad ke-113 ini menjadi energi berkelanjutan menyongsong tahun 2026 yang lebih baik,” harapnya.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulsel Prof H Arifuddin Ahmad MA menyampaikan bahwa semangat milad ke-113 harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

“Milad ini adalah hasanah sekaligus amanat kebangsaan untuk terus berikhtiar menjadi insan bertakwa dan bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

Ia menekankan, milad tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum evaluasi dan perencanaan, termasuk peningkatan mutu amal usaha, penguatan kualitas kader, serta masifnya pengajian yang terbuka untuk umat dan menjauhi perpecahan.

“Semua ini adalah ikhtiar nyata, bukan sekadar angka,” tegasnya.

Prof Arifuddin juga menyinggung musibah yang terjadi di Aceh dan Sumatera sebagai panggilan kemanusiaan yang harus direspons bersama.

“Musibah menjadi pengingat untuk terus bersyukur, menjaga alam, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, serta meneguhkan nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge,” tuturnya.

Rangkaian acara milad ke-113 Muhammadiyah Kota Makassar ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada 58 pendidik dan tenaga kependidikan yang telah mengabdi selama 30 tahun di amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dasar dan menengah. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved