Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Emak emak Demo

Bantah Tuduhan Pencemaran Nama Baik, Raden: Mereka Playing Victim

Alliance For Justice meminta agar kapolres segera menahan Hj Sanaria dan anaknya yang sudah berstatus sebagai tersangka.

Penulis: Muhammad Nur Alqadri Sirajuddin | Editor: Hasriyani Latif
ist
Raden Rasta Wijaya. 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Belasan emak-emak unjuk rasa di Mapolres Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Kamis (23/1/2025).

Unjuk rasa buntut kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan Hj Sanaria dan Raden.

Pendemo yang mengatasnamakan Alliance For Justice meminta agar kapolres segera menahan Hj Sanaria dan anaknya yang sudah berstatus sebagai tersangka.

Namun, Raden membantah tudingan yang dilaporkan Susanti dan Anita ke Polres Enrekang.

Tak berselang lama Raden kemudian menyinggung unjuk rasa itu lewat akun Instagram pribadinya.

Untuk diketahui, saat ini Raden berada di Australia.

"Set** itu mencoba bermain sebagai korban. Biarkan saja prosesnya, dan lihat bagaimana hasilnya. Saya hanya memantau di sini dan menunggu untuk melihat bagaimana mereka berkampanye demi kebenaran," tulis Raden.

"Dan pembohong sial*** itu harus mendapatkan balasannya," sambungnya, dalam Bahasa Inggris.

Saat dikonfirmasi, soal postingan tersebut Raden membenarkan jika itu adalah sindiran.

"Iya itu sindiran, karena begini orang yang buta akan kebenaran dan dia tahu dirinya salah kemudian tidak mengakui kesalahannya, menurutku itu adalah sifat iblis," tutur Raden menjelaskan maksud postingannya.

Ia juga menyebut jika pihak Susanti dan Anita yang lebih dulu mengumpat ibunya, Hj Sanaria.

Hal itu ia dasarkan, dengan video live Facebook yang dilakukan Susanti di salah satu kafe Kecamatan Enrekang.

"Ini playing victim, dia yang salah tapi dia yang merasa menjadi korban begitu," tuturnya.

Terkait, video sindiran yang ia buat di Instagramnya, Raden mengaku karena pihak Susanti dan Anita yang lebih dulu menghina ibunya.

"Begini itu video saya buat di Stori, karena saya mau memberikan sanksi sosial ke dia (Susanti dan Anita), karena mereka tidak mau mengakui kesalahannya," tuturnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved