Dinilai Dikerja Asal-asalan, Mahasiswa Protes Pekerjaan Jalan di Sespa Mamasa
Pasalnya, proyek pembangunan jalan satu paket dengan betonisasi jalan, talud tebing, dan talud badan jalan, itu dinilai dikerja asal-asalan.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Sudirman
TRIBUNMAMASA.COM, SESENAPADANG- Proyek perbaikan jalan poros Kecamatan Sesenapadang (Sespa), Mamasa, Sulawesi Barat diprotes mahasiswa.
Pasalnya, proyek pembangunan jalan satu paket dengan betonisasi jalan, talud tebing, dan talud badan jalan, itu dinilai dikerja asal-asalan.
Berdasarkan papan proyek, pembangunan jalan ini dikerjakan CV Balla Perkasa sebagai pihak ketiga.
Anggaran yang digunakan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), senilai Rp.5.815.594.500, tahun anggaran 2019.
Speedclean Meriahkan Lomba Hias Outlet Laundry ASLI, Temanya Unik
TERNYATA Ini Cita-cita Sandiaga Uno Papah Online yang Gagal Tercapai Sayang Pakai Kacamata
Fadli Zon hingga Anak SBY, Puan Maharani Calon Ketua DPR RI 10 Caleg Terpilih Peraih Suara Terbanyak
Anggota Ikatan Persaudaraan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Sespa (IPPPMS) Yustianto Tallulembang mengatakan, ada beberapa item pekerjaan pembangunan jalan ini, yang dianggap tidak sesuai.
Apalagi pembangunan jalan tersbut dikerjakan kurang lebih tiga bulan yang lalu, dan saat ini masih berproses.
Namun baru beberapa bulan, pekerjaan tersebut sudah mulai memperlihatkan masalah dan berbagai kejanggalan, berdasarkan temuan di lokasi.
"Kuat dugaan proyek ini dikerja asal-asalan dan tidak sesuai dengan yang semestinya," ungkap Yustianto Sabtu (31/8/2019) siang tadi.
Ia menyebutkan, ada beberapa item pekerjaan yang dianggap tidak sesuai berdasarkan temuannya.
Antara lain beton yang patah dan retak, timbunan yang digunakan, persimpangan jalan di depan SMP Sespa sempit, timbunan yang tidak diwalas, isi beton tidak memakai besi perekat.
Ketua Gerindra Maros Bakal Diganti, Begini Reaksi Kader
Dosen FH UMI Penyuluhan Hukum di SMA YBW UMI Jl Kakatua Makassar, ini Tujuannya
Santri Ponpes Wisata Al Quran Palampang Keluhkan Air PDAM Pangkep Tidak Mengalir
Selain itu, juga ditemukan sambungan beton yang tidak menggunakan besi ulir, porsir campuran beton tidak sesuai, papan proyek tidak mencantumkan volume pekerjaan, serta badan jalan tidak memiliki bahu jalan.
"Ini yang kita nilai ada ketimpangan di dalamnya," sebutnya.
Bahkan dijelaskan Yustianto, sekaitan dengan persoalan ini, pihaknya sudah melakukan advokasi kepada pihak terkait. Namun hal itu tidak diindahkan.
Dengan begitu, Yustinto mengaku akan menyuarakan persoalan tersebut melalui DPRD sebagai Wakil Rakyat.
Sementara itu, Konsultan Pengawas pekerjaan Robert, tidak membenarkan adanya ketimpakan berdasarkan temuan mahasiswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pekerjaan-betonissi-di-atas-tanah-yang-labil.jpg)