Ibadah Haji 2018
Jamaah Haji Makassar Tawaf di Lantai Teratas Masjidil Haram
Jamaah bisa santai jalan sambil membaca doa-doa tawaf tanpa saling dorong-dorong ataupun desak-desakan.
Penulis: Suryana Anas | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MEKKAH - Bagi jamaah Indonesia yang ingin melakukan tawaf di Masjidil Haram sebaiknya tidak memaksakan diri untuk tawaf di lantai bawah. Pasalnya, kondisi Masjidil Haram masih padat.
Jika ingin cari aman, sebaiknya tawaf di lantai teratas. Pantauan Tribun, Selasa (27/8/2018) tawaf di lantai teratas tidak terlalu padat.
Jamaah bisa santai jalan sambil membaca doa-doa tawaf tanpa saling dorong-dorong ataupun desak-desakan.
Di sini juga disiapkan air zam-zam yang berada di belakang tempat tawaf. Juga ada toilet, tapi tidak terlalu antre.
Hanya saja, tawaf di lantai atas jarak perjalanannya lebih jauh jika dibandikan dengan tawaf di lantai bawah atau yang dekat dengan Kakbah.
Olehnya itu, jamaah diharap tetap membawa air minum yang cukup. Jika cuaca panas, jamaah diminta untuk membawa alat pelindung diri agar tidak terkena sengatan sinar matahari langsung. Seperti, payung, masker, topi, kaca mata hitam, dan semprot air. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/masjidil-haram_20180829_133132.jpg)