Jamaah NU: Calon Ketua NU Sulsel Harus Sadar Politik
Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-12 Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama
Editor:
Muh. Taufik
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM-Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-12 Pengurus Wilayah
Nahdatul Ulama (PWNU) Sulsel dijadwalkan digelar di pondok pesantren
mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI), Padang Lampe, Pangkep,
29-31 Maret.
Putra Ketua Surya PWNU Sulsel AGH KH Sanusi Baco, DR Zainuddin Sanusi Baco, Ketua NU Sulsel KH Zain Irwanto, Ketua Pimpinan Cabang (PC) NU Makassar Dr Kadir Ahmad yang juga Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Makassar dan Iskandar Idi disebut-sebut akan maju calon ketua NU Sulsel periode selanjutnya.
Jamaah NU Sulsel DR Firdaus Muhammad, mengatakan, NU butuh kriteria yang mampu mengintegrasikan kemampuan kepemimpinan jamiyah sekaligus pengelolahan jamaah Nahdliyin sesuai dengan nilai-nilai Aswaja sebagai dasar pijakan NU.
"Selain itu, NU Sulsel juga butuh ketua yang memiliki kesadaran politik bukan untuk politik praktis tetapi perlu memiliki bargaining politik sekaligus mengontrol kekuasaan untuk mengedepankan kemaslahatan umat," kata Firdaus Muhammad yang juga pengamat Politik UIN Alauddin Makassar ini kepada Tribun, Rabu (27/3).
Menurut Ketua Jurusan Komunikasi Politik UIN Alauddin ini, pemimpin NU Sulsel yang baru nantinya harus sosok yang keulamaannya sudah populer di kalangan nahdliyin dan bersih dari kepentingan politik praktis.
"Kandidat Ketum PWNU Sulsel seharusnya basis pesantren dan sosok keulamaannya dikenal di kalangan nahdliyin dan harus steril dari pragmatisme politik," Firdaus Muhammad menambahkan.
Selama ini, lanjut Firdaus, posisi politik NU sangat lemah,"bukan untuk politisasi NU tetapi NU perlu memberi kontribusi dan mewarnai proses politik bukan ranah praktis pragmatis tetapi politik moral untuk penyadaran kaum nahdliyin oleh para elite NU," ujar Firdaus.
KH Zain Irwanto juga akademisi Universitas Muslim Indonesia (UMI) belum bersedia berkomentar soal bursa calon Ketua PWNU Sulsel.
"Saya puasa dulu bicara soal itu, posisi saya sekarang masih ketua, apalagi tempat Muswil nantinya adalah pesantren UMI, jadi takut muncul perspektif lain, kita lihat lah nanti," kata Zain kepada Tribun via telepon selularnya, Rabu (27/3). (*)
Putra Ketua Surya PWNU Sulsel AGH KH Sanusi Baco, DR Zainuddin Sanusi Baco, Ketua NU Sulsel KH Zain Irwanto, Ketua Pimpinan Cabang (PC) NU Makassar Dr Kadir Ahmad yang juga Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Makassar dan Iskandar Idi disebut-sebut akan maju calon ketua NU Sulsel periode selanjutnya.
Jamaah NU Sulsel DR Firdaus Muhammad, mengatakan, NU butuh kriteria yang mampu mengintegrasikan kemampuan kepemimpinan jamiyah sekaligus pengelolahan jamaah Nahdliyin sesuai dengan nilai-nilai Aswaja sebagai dasar pijakan NU.
"Selain itu, NU Sulsel juga butuh ketua yang memiliki kesadaran politik bukan untuk politik praktis tetapi perlu memiliki bargaining politik sekaligus mengontrol kekuasaan untuk mengedepankan kemaslahatan umat," kata Firdaus Muhammad yang juga pengamat Politik UIN Alauddin Makassar ini kepada Tribun, Rabu (27/3).
Menurut Ketua Jurusan Komunikasi Politik UIN Alauddin ini, pemimpin NU Sulsel yang baru nantinya harus sosok yang keulamaannya sudah populer di kalangan nahdliyin dan bersih dari kepentingan politik praktis.
"Kandidat Ketum PWNU Sulsel seharusnya basis pesantren dan sosok keulamaannya dikenal di kalangan nahdliyin dan harus steril dari pragmatisme politik," Firdaus Muhammad menambahkan.
Selama ini, lanjut Firdaus, posisi politik NU sangat lemah,"bukan untuk politisasi NU tetapi NU perlu memberi kontribusi dan mewarnai proses politik bukan ranah praktis pragmatis tetapi politik moral untuk penyadaran kaum nahdliyin oleh para elite NU," ujar Firdaus.
KH Zain Irwanto juga akademisi Universitas Muslim Indonesia (UMI) belum bersedia berkomentar soal bursa calon Ketua PWNU Sulsel.
"Saya puasa dulu bicara soal itu, posisi saya sekarang masih ketua, apalagi tempat Muswil nantinya adalah pesantren UMI, jadi takut muncul perspektif lain, kita lihat lah nanti," kata Zain kepada Tribun via telepon selularnya, Rabu (27/3). (*)