Wisuda 252 Mahasiswa ITB Nobel Indonesia Makassar Usung Tema Mobile Legends, Ini Alasan Rektor
Mahasiswa program sarjana dan pascasarjana ditempatkan secara terpisah selama prosesi berlangsung.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia Makassar mewisuda 252 mahasiswa program sarjana dan pascasarjana di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (17/6/2026).
Deretan wisudawan mengenakan toga tampak memenuhi kursi Ballroom Sandeq.
Mahasiswa program sarjana dan pascasarjana ditempatkan secara terpisah selama prosesi berlangsung.
Atribut wisuda keduanya juga berbeda.
Mahasiswa sarjana mengenakan perpaduan warna hitam dan biru, sedangkan peserta pascasarjana memakai kombinasi merah dan hitam.
Di belakang para wisudawan, duduk rombongan keluarga yang turut berbahagia menyaksikan prosesi pengukuhan akademik tersebut.
Wisudah kali ini merupakan wisuda program sarjana ke XXIV dan pascasarjana ke XVII. Total ITB Nobel Indonesia telah mencatatkan 5.367 alumni.
Acara wisuda turut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah 9 Andi Lukman, Rektor Universitas Andi Djemma Palopo Dr Annas Boceng, CEO Phinisi Hospitality Anggiat Sinaga, dan Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah.
Suasana pembukaan acara berlangsung meriah saat jajaran pimpinan kampus diperkenalkan melalui konsep visual bertema Mobile Legends.
Dalam tayangan di layar utama, pimpinan fakultas hingga rektor ditampilkan mengenakan kostum karakter dalam gim tersebut.
Tata cahaya panggung yang megah turut memperkuat nuansa acara.
ITB Nobel Indonesia memang konsisten menghadirkan konsep berbeda dalam setiap wisuda.
Setelah sebelumnya mengangkat tema One Piece dan Roblox, kali ini kampus berjargon Home For Entrepreneurs tersebut memilih Mobile Legends sebagai tema utama.
Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr Badaruddin mengatakan tema yang diangkat dalam setiap wisuda selalu membawa pesan yang ingin disampaikan kepada para lulusan.
“Jika pada dua wisuda sebelumnya kami mengangkat wisuda bertajuk One Piece, kemudian pada wisuda sebelumnya dengan tema Roblox, maka pada hari ini wisuda kita mengusung tema Mobile Legends,” ujar Badaruddin di depan wisudawan.
Menurutnya, Mobile Legends dipilih karena dekat dengan kehidupan generasi Z dan milenial sekaligus memiliki filosofi yang relevan dengan tantangan setelah lulus dari dunia kampus.
“Mobile Legends adalah sebuah game bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang dirancang khusus untuk perangkat mobile oleh Moonton sejak tahun 2016. Di dalam arena 5 melawan 5 ini, dua tim bertarung di atas peta tiga jalur dengan satu misi utama menghancurkan base lawan dalam waktu singkat,” jelasnya.
Ia menilai permainan tersebut menunjukkan bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh kemampuan individu semata, tetapi melalui kerja sama tim, strategi yang matang, dan kemampuan membaca situasi.
“Jika kita tarik garis lurus, kehidupan pascakampus di era digital ini sebenarnya tidak ada bedanya dengan kompetisi di Land of Dawn,” katanya.
Badaruddin menjelaskan para lulusan nantinya akan menghadapi dunia yang mempertemukan bisnis dan teknologi, sehingga dibutuhkan kemampuan menentukan strategi, membaca perubahan pasar, dan beradaptasi dengan cepat.
“Di luar sana, Anda akan melakukan draft pick dengan versi Anda sendiri, memilih strategi bisnis yang tepat, mengadopsi teknologi terbaru, dan membaca pergerakan pasar,” ujarnya.
Ia menambahkan penguasaan analisis data, literasi teknologi, dan kemampuan melihat peluang menjadi modal penting agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
“Kampus ITB Nobel Indonesia telah membekali Anda dengan equipment terbaik, sekarang saatnya turun ke arena nyata untuk membangun startup, memimpin korporasi, dan menciptakan inovasi teknologi yang berdampak luas pada masyarakat,” katanya.
Di akhir sambutan, Badaruddin mengajak para lulusan mengambil nilai positif dari setiap role hero dalam Mobile Legends.
Menurutnya, integritas, ketangguhan, kemampuan berinovasi, serta semangat belajar yang konsisten perlu dipadukan dengan kolaborasi agar dapat meraih kesuksesan di dunia kerja maupun wirausaha.
“Kombinasikan seluruh peran ini dengan kerja sama yang solid, karena kesuksesan sejati hanya bisa dicapai ketika ego individu melebur dalam harmoni kolaborasi,” tuturnya. (*)
| Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 10,2 Persen, Peti Kemas Tumbuh 2,1 Persen |
|
|---|
| Hj Martati Pakai Gaun Bling-Bling Dibeli Dengan Harga Rp5 Juta |
|
|---|
| Done Deal! Tiga eks PSM Makassar Gabung Persebaya Surabaya, Intip Statistiknya saat Bela Juku Eja |
|
|---|
| Kloter Pertama Gelombang 2 Pulang Tak Utuh, Satu Meninggal dan 1 di Rawat |
|
|---|
| Salahgunakan Izin Tinggal, Imigrasi Makassar Deportasi WN Sudan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/WISUDA-NOBEL-Proses-wisuda-Institut-Teknologi-dan-Bisnis-ITB-Nobel-Indonesia.jpg)