Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Prodi AI Unhas

Kemendiktisaintek Evaluasi Prodi, Unhas Justru Buka Jurusan Artificial Intelligence

Prodi yang dianggap tidak relevan dengan industri rencananya bakal ditutup. Wacana ini jadi pembahasan serius Kemendiktisaintek.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
REKTOR UNHAS - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Periode 2026-2030 Prof Jamaluddin Jompa usai dilantik di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Jl Perintis Kemerdekaan pada hari ini Senin (27/4/2026). Kemendiktisaintek sedang wacanakan evaluasi prodi, di tengah itu Unhas justru siap buka prodi baru artificial intelligence 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sedang hangat membahas penutupan sejumlah Program Studi (prodi)

Prodi yang dianggap tidak relevan dengan industri rencananya bakal ditutup.

Wacana ini jadi pembahasan serius Kemendiktisaintek.

Di tengah itu, Univesitas Hasanuddin (Unhas) justru berupaya membuka Prodi baru.

Unhas sedang beradaptasi dengan perkembangan artificial intelligent.

"Unhas akan cepat beradaptasi, mulai dari pemanfaatan artificial intelligence yang semakin dahsyat, pemanfaatan robotik semakin kuat. Kami siapkan prodi berupa Artificial Intelligent," kata Prof JJ usai dilantik di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Jl Perintis Kemerdekaan, pada Senin (27/4/2026).

Prof JJ menyebut Unhas perlu terus berkembang di tengah kemajuan teknologi.

Di periode keduanya ini, Prof JJ akan terus merespon kebutuhan perguruan tinggi.

Termasuk beradaptasi terhadap program studi baru

"Karena saya adalah rektor Incumbent, tidak hanya mengulang apa yang jadi, mengulang apa yang ada tapi merespon apa yang harus dikembangkan Perguruan Tinggi besar. Kami tidak mau hanya mengikut apa yang ada dan apa yang dikembangkan di indonesia tapi juga mengembangkan program kerjasama global," katanya.

Penutupan prodi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan masa depan dinilai Kemendiktisaitek langkah bijak di tengah melimpahnya lulusan perguruan tinggi

Kebijakan ini ditempuh agar lulusan perguruan tinggi lebih sesuai dengan kebutuhan ekonomi nasional 

Sekjen Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menyampaikan hal ini dalam Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026, Kamis (23/4/2026) dikutip dari siaran di Kanal YouTube Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

"Nanti mungkin ada beberapa hal yang harus kami eksekusi dalam waktu yang tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup, untuk bisa meningkatkan relevansi ini," ujar Badri.

Kemendiktisaintek akan menyusun prodi yang dibutuhkan di masa mendatang.

Penentuan tersebut juga akan didasarkan pada kajian-kajian program Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK).

 


Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved