Unibos Cetak 735 Lulusan Baru Program Pendidikan Profesi Guru
Selempang itu bertulis “Guru Profesional” dan “Alumni PPG”, lengkap dengan tulisan Universitas Bosowa (Unibos).
Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suasana Balai Sidang 45 Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ramai, Rabu (28/1/2026).
Di dalamnya, ratusan orang duduk berjejer rapi, lengkap dengan toga hitam dan selempangnya.
Selempang itu bertulis “Guru Profesional” dan “Alumni PPG”, lengkap dengan tulisan Universitas Bosowa (Unibos).
Mereka adalah lulusan baru Pendidikan Profesi Guru (PPG) periode Januari 2026 Unibos yang akan menjalani prosesi wisuda.
Jumlahnya mencapai 735 lulusan baru, yang hadir secara luring (offline) dan juga daring (online).
Rektor Unibos, Prof Batara Surya, dalam sambutannya mengajak para wisudawan untuk mulai mempersiapkan strategi ke depan, dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan.
Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran sentral dalam mendidik generasi bangsa.
Juga berperan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Sebagai guru profesional, Anda harus mampu menunjukkan bahwa kehadiran Anda membawa perubahan,” kata Prof Batara Surya.
Ia juga mengingatkan pentingnya refleksi bagi seorang pendidik.
Seperti menilai apa yang telah dilakukan, bagaimana kondisi diri saat ini, serta peran yang telah dijalankan dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, guru bukan hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga membentuk karakter peserta didik sejak usia dini.
“Mulai dari anak SD, SMP, hingga jenjang berikutnya, mereka sedang berproses. Yang paling utama adalah bagaimana karakter anak didik bisa dibentuk dengan baik,” katanya.
Pakar tata ruang dan kota itu menambahkan, menjadi guru profesional tidak terlepas dari berbagai hambatan dan tantangan.
Namun, menurutnya jika pondasi kepribadian dan profesionalisme guru kuat, maka sebesar apa pun tantangan yang dihadapi akan mampu dilalui.
“Peran guru sangat strategis karena Anda membentuk anak dari masa kanak-kanak hingga remaja. Pondasi yang kuat akan menentukan arah masa depan mereka,” katanya.
Bukan Langkah Akhir
Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Yayasan Aksa Mahmud, Asrul Hidayat dalam kesempatan itu memberikan ucapan selamat bagi wisudawan.
Asrul menilai, prosesi wisuda bukanlah langkah akhir.
Ia berharap, dengan gelar baru yang diemban bisa memberikan yang terbaik bagi siswa-siswi di sekolahnya masing-masing.
“Kita berharap semua terus bersemangat dan menambah api pengorbanan kita agar memberikan yang terbaik bagi peserta didik,” katanya.
| Pasar Properti di Makassar Dinilai Tetap Menggeliat, Patiarase Putra Property Kenalkan Rumah Baru |
|
|---|
| Muhammad Dahlan Pimpin Asmindo Sulsel, Siap Dongkrak Daya Saing Industri Mebel |
|
|---|
| Dosen Polimedia Makassar Kembangkan Aplikasi Stunting Care Lewat Fitur Jajanan Sehat Remaja Putri |
|
|---|
| Aksa Mahmud Ajak Aktivis Mahasiswa Kuasai Hidroponik untuk Ketahanan Pangan dan Kolaborasi MBG |
|
|---|
| Munafri Salurkan Bantuan Pendidikan Rp2,1 Miliar di Sangkarrang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Suasana-prosesi-wisuda-program-PPG-Unibos.jpg)