Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilrek Unhas 2025

Kalah di Pilrek Unhas, Prof Sukardi Weda 'Pulang', Kembali Mengajar di UNM

Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) ditutup dengan kemenangan Prof Jamaluddin Jompa.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com
PILREK UNHAS - Calon Rektor Universitas Hasanuddin Prof Sukardi Weda usai pemilihan tingkat Senat Akademik di Hotel Unhas and Convention Center, Kampus Unhas Tamalanrea pada 3 November lalu. Prof Sukardi Weda Siapkan pemaparan rencana pembangunan jalan layang di hadapan Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Sukardi Weda pulang dengan kepala tegak.

Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) ditutup dengan kemenangan Prof Jamaluddin Jompa.

Prof Jamaluddin Jompa mendulang 23 suara dalam pemilihan di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/1/2026).

Sementara pesaingnya, Prof Budu mendulang satu suara.

Sedangkan Prof Sukardi Weda tanpa satupun suara dari Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas.

"Pilrek ini luar biasa memberikan wawasan, pengalaman, semakin dewasa diberbagai hal," ujar Prof Sukardi Weda saat dihubungi wartawan Tribun-Timur.com.

Prof Sukardi Weda membuat kejutan dalam Pilrek Unhas.

Kejutan itu lahir kala penjaringan tingkat Senat Akademik Unhas.

Dari 6 orang bakal calon rektor, nama Prof Sukardi Weda sukses lolos menjadi tiga orang calon rektor.

Satu suara sudah cukup mengantar Prof Sukardi Weda duduk berdampingan dengan Prof Jamaluddin Jompa dan Prof Budu.

Namanya diperhitungkan sebagai penantang dari menara Phinisi.

Meskipun berakhir dengan tanpa suara di tingkat MWA, Prof Sukardi Weda tetap bangga.

Dirinya akan kembali ke ruang kelas di UNM, mengajar seperti biasanya.

"Ya seperti biasanya, mengajar (lagi). Melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi, kemudian kegiatan sosial. Seperti biasanya," ujar Prof Sukardi Weda.

Prof Sukardi Weda ikut mendukung segala ide yang dicanangkan Prof Jamaluddin Jompa.

Seluruh pihak disebutnya kini harus bersatu mendukung kemajuan Unhas.

"Selamat, tentu kita harap, kita dukung beliau. Semua stakeholder dukung beliau. Konstalasi berakhir. Nah Unhas harus menata kedepan, bukan hanya perguruan tinggi terbaik di Indonesia, tapi di dunia," katanya

 

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved