Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UMI Makassar

429 Mahasiswa UMI Ikut Pekan Pesantren di Padanglampe Pangkep

Sebanyak 429 mahasiswa UMI ikuti pekan pesantren di Padanglampe, Pangkep. Kegiatan berlangsung tiga hari, jadi pengganti sistem orientasi.

|
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
NURUL HIDAYAH/TRIBUN TIMUR
PESANTREN KILAT -  Sebanyak 429 mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengikuti pekan pesantren di Pesantren Darul Mukhlisisin UMI, Padanglampe, Pangkep. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Kamis–Sabtu (4–6/9/2025). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKEP - Sebanyak 429 mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengikuti pekan pesantren di Pesantren Darul Mukhlisisin UMI, Padanglampe, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (4–6/9/2025).

Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, menyebut tiga fakultas berpartisipasi dalam gelombang pertama.

Ialah Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan, Kedokteran Gigi, dan Kedokteran.

Ia menjelaskan, pesantren kilat dibagi dalam tujuh gelombang.

Setiap gelombang mengikuti kegiatan selama tiga hari.

Baca juga: Kursi Kosong Husnul Khatimah, Tangis Pecah di Wisuda UMI Makassar

Pesantren kilat ini menjadi bagian dari pengenalan mahasiswa baru.

Mahasiswa diperkenalkan langsung dengan UMI oleh pimpinan yayasan, universitas, fakultas, dan pengurus lembaga kemahasiswaan.

Mahasiswa juga diajak mengenal UMI sebagai kampus Islam melalui pendekatan keagamaan.

Agenda meliputi salat berjamaah, zikir, dan salat tahajjud.

Prof Hambali menambahkan, pengenalan ini penting agar mahasiswa memahami karakter UMI yang berbeda dari kampus lain.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi pengganti sistem orientasi mahasiswa baru yang sudah diterapkan UMI selama 10 tahun terakhir,” ujarnya.

Selain pengenalan kampus, mahasiswa mendapat pengalaman spiritual.

Mereka diajak menghafal Al-Qur’an, belajar mandiri, dan mengasah kedisiplinan.

Salah satu peserta, Azkia Nafasya, mengaku terinspirasi sejak hari pertama.

“Banyak belajar agama, sekaligus melatih kemandirian,” ucap Azkia.

Ia merasa kegiatan ini membuatnya lebih dekat dengan teman-teman baru.

“Tidak hanya pengenalan kampus, tapi juga bagaimana kita belajar menjadi mahasiswa yang berakhlak dan disiplin,” katanya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved