Haji 2026
Menapak Tilas Sumur Ghars, Jejak Air yang Dicintai Rasulullah di Madinah
Jemaah datang untuk mengenang perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW di Sumur Ghars kawasan Madinah
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Jemaah datang untuk mengenang perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW
- Menurut sejarah, Sumur Ghars digali oleh Malik bin Nahhat
- Ia merupakan ayah dari sahabat Nabi, Sa'ad bin Khaitsamah
Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Madinah menyimpan banyak jejak sejarah yang memikat jemaah haji.
Salah satunya adalah Sumur Ghars yang berada di kawasan Madinah.
Sumur kuno ini memiliki hubungan erat dengan kehidupan Rasulullah SAW.
Karena itu, Sumur Ghars menjadi salah satu lokasi yang sering dikunjungi peziarah.
Jemaah datang untuk mengenang perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.
Menurut sejarah, Sumur Ghars digali oleh Malik bin Nahhat.
Ia merupakan ayah dari sahabat Nabi, Sa'ad bin Khaitsamah.
Pada masa Rasulullah, sumur ini bukan sekadar sumber air biasa.
Sumur Ghars memiliki kedudukan istimewa di hati Rasulullah SAW.
Mutowif Madinah, Ibrohim Fadlannul Haq, menjelaskan kedekatan Rasulullah dengan sumur tersebut.
Menurutnya, Rasulullah sering berwudhu menggunakan air Sumur Ghars.
Beliau juga kerap meminum air yang berasal dari sumur itu.
Bahkan Rasulullah pernah berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib.
Wasiat itu berkaitan dengan air Sumur Ghars.
"Ya Ali, apabila aku meninggal dunia, mandikanlah jasadku dengan air Sumur Ghars," ujar Ibrohim menirukan riwayat tersebut ke Media Center Haji (MCH), Kota Madinah, Jumat (12/6/2026).
Ibrohim mengatakan keutamaan Sumur Ghars juga disebut dalam hadis.
Rasulullah pernah bermimpi berada di sebuah sumur dari sumur-surga.
Riwayat itu membuat Sumur Ghars memiliki nilai spiritual tersendiri.
Menurut Ibrohim, Madinah memang dipenuhi keberkahan yang istimewa.
Keberkahan itu serupa dengan Raudhah di Masjid Nabawi.
Meski demikian, tidak ada anjuran khusus mengunjungi Sumur Ghars.
Ibrohim menegaskan hal itu berdasarkan tuntunan syariat.
Ia menjelaskan hanya ada empat lokasi yang dianjurkan secara khusus.
Empat lokasi itu dikenal dengan istilah masjidani wa maqbarotan.
Lokasi tersebut adalah Masjid Nabawi dan Masjid Quba.
Kemudian Makam Baqi dan Makam Syuhada Uhud.
Meski tidak memiliki keutamaan khusus, Sumur Ghars tetap ramai dikunjungi.
Banyak jemaah Indonesia menyempatkan diri datang ke lokasi itu.
Mereka datang karena kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Kunjungan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran sejarah Islam.
Jemaah ingin mengenang perjuangan Rasulullah di Kota Madinah.
Sebagian jemaah juga berwudhu dan mencicipi air sumur tersebut.
Mereka berharap dapat merasakan kedekatan spiritual dengan jejak Nabi.
Sumur Ghars pun menjadi salah satu destinasi sejarah yang menarik di Madinah.
Tempat itu mengingatkan jemaah pada kehidupan sederhana Rasulullah SAW.
Sekaligus menjadi pengingat akan perjuangan beliau dalam menyebarkan Islam.
(hasim arfah/mch 2026)
| Kemenhaj RI Pertimbangkan Cabut Izin KBIH Abaikan Aturan Pembayaran Dam |
|
|---|
| Inspektorat Kemenhaj Tegaskan: Layanan Jemaah Haji Belum Selesai Sampai Pulang ke Tanah Air |
|
|---|
| Menelusuri Jejak Rasulullah di Madinah, MHG Ajak Jemaah Pahami Makna di Balik Tempat Bersejarah |
|
|---|
| Ikon Haji 2026 Hj Jumariah Gunakan Busana Bling-Bling |
|
|---|
| Kisah Hj Jumariah Dibalas Pelukan Hangat dari Bupati Maros |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260612-Pintu-gerbang-sumur-Sumur-Ghars.jpg)