BRI
Tabungan Aman di BRI, Jamaah Haji Riang Berangkat Tanah Suci
Sejumlah jamaah haji asal Sulawesi Selatan menabung hingga puluhan tahun untuk berangkat Tanah Suci dan beberapa diantaranya mempercayakan BRI.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Selama 15 tahun penantian, Pattimang akhirnya berangkat haji tahun 2026 ini.
Meski fisik sudah dimakan usia, tapi wajah perempuan 85 tahun ini memancarkan keteduhan tanda riang.
Ditemui sebelum berangkat ke Tanah Suci di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (22/5/2026), jamaah asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan itu terus menebarkan senyuman.
“Malomo mua sedding (perasaan senang dan dimudahkan),” katanya dengan senyum tipis di bibirnya.
Pattimang mulai mendaftar haji saat usianya 70 tahun atau tepatnya pada 2011.
Untuk berangkat haji, usaha Pattimang tidaklah mudah.
Ia harus menabung berpuluh-puluh tahun dari hasil memungut rumput laut.
Pattimang mendayung sendiri perahu dari rumahnya di Desa Unra, Kecamatan Awangpone ke laut lepas.
Baca juga: Hobi Merajut Benang, Airin Tendean Meraup Untung hingga Berdayakan Komunitas Perempuan
Untuk menuju ke lokasi rumput laut, ia menyusuri sungai dan menempuh waktu kurang dari dua jam.
“Dulu saya kerja sendiri, saya dayung perahu tanpa mesin mengambil rumput laut,” tuturnya.
Pattimang mengambil rumput laut hanya menggunakan tangannya.
Rumput laut terbawa arus langsung diambil saja untuk dinaikkan di perahunya.
“Saya facokko ku tasie (saya ambil di laut). Kalau air pasang, saya ambil pakai tangan,” akunya.
Rumput laut didapatkan langsung dijual. Harganya sangat murah, Rp 500 sampai Rp 1.000 per kilogram.
Dari hasil tersebut, ia kumpulkan untuk bisa berangkat haji.
“Bertahun-tahun, taccedde-taccedde (sedikit demi sedikit). Saya kumpulkan berangkat haji,” ucapnya.
Untuk mengumpulkan tabungan hajinya itu, Pattimang memilih mempercayakan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Alasannya sederhana, BRI merupakan Bank yang paling mudah ditemui di kampung halamannya.
Belum lagi di pelosok menabung di BRI lebih mudah setelah adanya program agen BRILink.
"Iya pakai Simpedes (BRI), ditabung," katanya singkat.
Pattimang tinggal bersama saudara laki-lakinya saja. Sedangkan Suaminya telah meninggal 10 tahun lalu.
Di Tanah Suci, ia akan mendoakan saudara laki-lakinya yang sakit diberikan kesembuhan.
“Saya minta doa untuk adik saya tallinge (diberikan kesehatan). Itu mau saya doakan,” ucapnya sembari memperbaiki jilbabnya.
Kamis (23/4/2026) subuh Wita, Pattimang bersama 378 jemaah calon haji (JCH) asal Bone dari kelompok terbang (Kloter) tiga berangkat ke Madinah dan saat ini sudah berada di Tanah Suci.
Tabung Sedikit demi Sedikit, Kini Naik Haji
Perjalanan menuju Tanah Suci bukanlah hal mudah bagi Ladalle Abdullah.
Di balik usianya yang kini 61 tahun, tersimpan kisah panjang penuh perjuangan sebagai seorang sopir truk gabah yang perlahan mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk mewujudkan impian berhaji.
Ladalle sendiri tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 2 Embarkasi Makassar.
Dalam kloter itu, ada sebanyak 387 jamaah asal Kabupaten Sidrap yang akan berangkat ke tanah suci.
Ladalle mengenang, niat untuk berangkat haji sudah ia tanamkan sejak puluhan tahun lalu, tepatnya sekitar tahun 1980an.
Saat itu, penghasilannya sebagai sopir jauh dari kata besar.
Namun, keterbatasan tak menjadi penghalang.
“Waktu gaji-gaji sedikit, seribu dua ribu dikumpul (untuk naik haji),” katanya kepada Tribun Timur saat ditemui di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa (21/4/2026).
Dengan penghasilan sederhana dari mengemudikan truk pengangkut gabah, Ladalle tetap menyisihkan sebagian kecil pendapatannya.
Uang yang mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, justru menjadi fondasi utama yang mengantarkannya ke panggilan suci.
Ia resmi mendaftar haji pada April 2011.
Baca juga: Hindari Jebakan Pinjol Ilegal, BRI Hadir Edukasi Petani Jagung Takalar Manfaatkan Bantuan KUR
Sejak saat itu, Ladalle harus menunggu selama 16 tahun hingga akhirnya mendapat kesempatan berangkat tahun ini.
"Kalau tidak salah, menabung tahun 80an dan sebagian itu ditabung di Bank BRI juga" ujarnya.
Kini, di usia senja, Ladalle tak lagi bekerja. Kondisi fisiknya pun tak sekuat dulu.
“Kemarin sopir mobil truk (gabah). Sopir mobil waktu mendaftar. Tapi sekarang tidak ada (kerja), sudah tua mi. Banyak penyakit,” ungkapnya.
Meski demikian, tekadnya tak pernah surut.
Ia bahkan akan berangkat seorang diri, setelah sang istri lebih dulu menunaikan ibadah haji.
“Saya berangkat sendirian. (Istri) sudah naik, tinggal saya sendiri,” jelasnya.
Menunaikan ibadah haji merupakan impian dan niat suci bagi setiap umat Muslim.
Untuk membantu masyarakat mempersiapkan biaya perjalanan haji dengan lebih mudah dan terencana, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menghadirkan produk Tabungan Haji BRI yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan calon jamaah haji.
Tabungan Haji BRI menawarkan berbagai kemudahan dan keuntungan bagi nasabah.
Salah satu keunggulan utama produk ini adalah bebas biaya administrasi bulanan, sehingga saldo tabungan dapat berkembang secara optimal untuk persiapan keberangkatan ke Tanah Suci.
Dilansir dari website bri.co.id, nasabah juga memperoleh perlindungan berupa manfaat asuransi jiwa dan kecelakaan diri secara gratis dengan nilai pertanggungan mencapai 120 persen dari saldo rekening Tabungan Haji.
Fasilitas ini memberikan rasa aman bagi nasabah selama menabung untuk mewujudkan impian berhaji.
Keunggulan lainnya, Tabungan Haji BRI telah terkoneksi secara online dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Kementerian Agama.
Sehingga memudahkan proses administrasi dan pendaftaran haji.
Setoran tabungan juga dapat dilakukan dengan mudah melalui layanan e-banking BRI maupun di seluruh kantor BRI yang tersebar di Indonesia.
Untuk membuka rekening Tabungan Haji BRI, calon nasabah cukup mengisi formulir aplikasi pembukaan rekening dan melengkapi identitas diri.
Warga Negara Indonesia (WNI) dapat menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Sedangkan Warga Negara Asing (WNA) dapat menggunakan paspor beserta dokumen KIMS, KITAP, atau KITAS yang masih berlaku.
Adapun setoran awal pembukaan rekening Tabungan Haji BRI sebesar Rp50 ribu dengan setoran selanjutnya minimal Rp25 ribu.
Saldo minimal yang harus dipertahankan nasabah adalah Rp50 ribu.
Sementara biaya penutupan rekening dikenakan sebesar Rp50 ribu.
Rekening pasif yang ditutup otomatis memiliki saldo sebesar Rp25 ribu.
Dengan berbagai kemudahan, perlindungan asuransi, serta dukungan sistem yang terintegrasi dengan SISKOHAT, Tabungan Haji BRI menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan ibadah haji secara aman, mudah, dan terjangkau.(*)
| Hobi Merajut Benang, Airin Tendean Meraup Untung hingga Berdayakan Komunitas Perempuan |
|
|---|
| Dari Biaya Kuliah hingga Sekolahkan 3 Anak, Rejeki Nurul Zaurah Gabung Agen BRILink |
|
|---|
| Pengalaman dari Australia, Transaksi Pakai Kartu Debit BRI Aman dan Mudah Digunakan di Luar Negeri |
|
|---|
| Rasa Syukur Warga Terima Daging Sapi Hasil Kurban BRI Cabang Sinjai |
|
|---|
| Rumah BUMN Makassar Wadah Kreativitas dan Entrepreneurship Mahasiswa Lewat Program Magang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260531-Haji-Gowa.jpg)