Liputan Haji 2026
Resep Sehat Mbah Kasrun, Usia 102 Tahun Masih Kuat Berhaji
Sesekali petugas membantu membenahi kain ihram yang dikenakan Mbah Kasrun sebelum melanjutkan
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH – Di tengah ramainya ruang tunggu Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi, Senin (18/5/2026), seorang pria lanjut usia (lansia) tampak duduk tenang sambil menggenggam tas kecilnya.
Wajahnya keriput dimakan usia, namun sorot matanya masih teduh dan penuh semangat.
Dialah Kasrun Sahidin Abdullah, atau akrab disapa Mbah Kasrun, jemaah haji asal Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, yang telah berusia 102 tahun.
Di sampingnya, sang putra, Sarmidin Kasrun Sahidin, setia mendampingi sejak keberangkatan dari Tanah Air hingga tiba di Arab Saudi.
Sesekali petugas membantu membenahi kain ihram yang dikenakan Mbah Kasrun sebelum melanjutkan perjalanan menuju hotel jemaah.
Meski telah melewati usia satu abad, Mbah Kasrun tetap berangkat memenuhi panggilan haji dengan semangat yang membuat banyak orang takjub.
Warga Wanaraya itu tercatat sebagai jemaah haji tertua asal Kalimantan Selatan pada musim haji 2026.
Ia tergabung dalam Kloter BDJ 17 bersama jemaah asal Barito Kuala dan Kota Banjarmasin.
Sebelum diberangkatkan, Mbah Kasrun lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan tahap akhir di Embarkasi Banjarmasin.
Hasilnya, tim medis menyatakan kondisinya laik terbang.
Perjalanan panjang menuju Tanah Suci seolah menjadi jawaban dari doa yang dipendamnya selama puluhan tahun.
Sarmidin bercerita, ayahnya merupakan transmigran asal Jawa Timur yang hijrah ke Kalimantan Selatan pada 1979.
Sejak muda, Mbah Kasrun bekerja sebagai petani dan pekebun demi menghidupi keluarga.
“Dulu bertani dan berkebun. Sekarang lebih banyak mengurus peternakan dan kebun sawit bersama keluarga,” ujar Sarmidin.
Kehidupan sederhana dan kerja keras rupanya menjadi bagian dari perjalanan panjang hidup Mbah Kasrun.
Bahkan di usianya sekarang, ia masih mampu beraktivitas secara mandiri.
Selama berada di ruang tunggu keberangkatan, Mbah Kasrun lebih banyak diam sambil memperhatikan aktivitas jemaah lain.
Namun sosoknya justru menyita perhatian banyak orang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Selatan, Eddy Khairani, bahkan menyempatkan diri menemui langsung Mbah Kasrun sebelum keberangkatan.
Dalam pertemuan singkat itu, Eddy penasaran dengan rahasia panjang umur sang lansia.
“Apa resep mbah sampai usia 102 tahun?” tanyanya.
Putra Mbah Kasrun, Sarmidin, menjawab pelan dengan logat khas Jawa Timur.
“Rajin ibadah.”
Jawaban sederhana itu sontak membuat suasana di ruang prioritas embarkasi menjadi haru.
Tidak ada petuah panjang, tidak pula resep rumit.
Hanya dua kata sederhana yang keluar dari lelaki renta yang tetap kuat menempuh perjalanan ribuan kilometer demi menyempurnakan rukun Islam.
Eddy menyebut semangat Mbah Kasrun menjadi inspirasi bagi banyak jemaah, terutama tentang keteguhan hati dalam beribadah meski usia telah senja.
“Beliau menjadi contoh bahwa semangat beribadah tidak pernah pudar meski usia sudah sangat lanjut,” katanya.
Pemerintah, lanjut Eddy, juga telah menyiapkan layanan prioritas bagi jemaah lansia dan risiko tinggi agar tetap mendapatkan pendampingan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, khususnya saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mbah-kasrun-102-tahun.jpg)